Obsession Revenge Becomes Love.

Obsession Revenge Becomes Love.
Bab 12: Bebas


__ADS_3

...💐 READING BOOK 💐...


Ini adalah malam yang gelap dan dingin, namun semua nya malah begitu tegang ketika seseorang ingin melarikan diri dalam penjara yang selama ini menahannya.


Xiang sudah bersiap dengan baju serba hitamnya, sebuah helikopter telah menunggu di atas balkonnya dan dirinya hanya tinggal melompat saja.


"Hey...apa kau mau melarikan diri hah!" Sentak seseorang dengan suara bariton nya.


Xiang berbalik menatap kearah asal suara, ia cukup terkejut dengan kedatangan orang itu yang tak lain adalah Kaisar.


"Berhenti disana!" Teriak Xiang.


"Ck...kenapa, bukankah aku harus mengantarmu yang ingin kabur!" Seringai licik terlihat dari sudut bibirnya, ia terus berjalan ingin mendekat.


"Ku bilang berhenti disana! Ya berhenti sial*n!" Teriak Xiang yang langsung saja melempar korek api yang menyalah kearah sebuah karpet yang di ruang bensin.


Dengan cepat api langsung berkobar dan kaisar langsung mundur 5 langkah dari ia berdiri. "sial*n!" Umpatnya.


Xiang mengambil kesempatan itu, ia segera berlari ke balkon dan melompat kearah helikopter. "Sampai ketemu nanti dengan pembalasan yang akan kau terima!" Teriak Xiang dengan melambaikan tangan nya.


Helikopter itu langsung perlahan semakin naik keatas. Namun siapa sangka ternyata 10 pistol siap menembak mereka.


"TEMBAK!" Teriak Kaisar dan dengan cepat para bawahannya langsung menembak ingin mengenai helikopter itu.


"Cepat, jika tidak kita akan terjatuh!" Tintah Xiang dan dengan cepat helikopter itu terbang menjauh dari daerah mansion mewah itu.


"sial*n!" Umpat Kaisar saat tak mendapatkan apa yang ia dapat.


...****************...


Xiang bernafas dengan lega, ia terduduk di dalam mobil yang sudah berjalan menjauh dari daerah itu. Ya setelah ia terbang menggunakan helikopter, ia pun diturunkan untuk naik kedalam mobil.


"Maaf nona kami terlambat!" Ucap Mardon dengan wajah menunduk.


"Kalian harus mendapatkan hukuman, lihat sudah sebulan aku hilang namun kau baru saja menemukan ku sekarang!" Xiang langsung memejamkan matanya merasakan nikmatnya rasa aman.


"Baiklah nona, tapi nona kakek Zhang dan juga tuan Yudha sudah menunggu anda dan kami berusaha mencari anda namun semua jaringan dan jejak anda sudah hilang dan sulit untuk di lacak!" Jelas Mardon.


Xiang hanya berdecak kecil, ternyata orang yang menculiknya bukanlah orang sembarangan dan lalu apa tujuannya, sedangkan ia begitu tidak mengetahui semua hal itu.

__ADS_1


"Buat jadwal terbang, kita akan langsung ke Shanxi!" Ucap Xiang.


"Akan dilakukan, besok kita langsung terbang!" Ucap Mardon.


"Tidak lakukan malam ini, mungkin mereka akan mencari keberadaan kita!" Ucap Xiang tegas.


"Baiklah!"


Mobil melaju melintas melewati jalanan yang cukup ramai ini. Xiang memejamkan matanya mengistirahatkan tubuhnya yang begitu lelah akan semuanya.


Hanya satu yang perlu ia lakukan adalah balas dendam. Ia bukan gadis cupu yang membiarkan penindasan ini bahkan ia susah untuk bernafas.


...****************...


Celsi baru saja menyelesaikan meeting nya bersama dengan ayahnya itu. Wajahnya begitu dingin dan sangat sulit untuk tersenyum.


"Terima kasih atas kerja samanya, semoga tetap terjalin dengan lancar!" Ucap pria itu dengan senang sambil menjabat tangan Weldan.


"Sama-sama tuan, saya juga ikut berterima kasih terhadap mu yang mau kerja sama dengan perusahaan kecil kami!" Ucap Weldan yang membalas senyuman pria itu.


"Saya juga!" Jawab singkat Celsi.


"Terima kasih Celsi, apa kita makan siang dulu!" Ucap Weldan dengan hati bahagia.


"Aku ada perlu, maaf menolak!" Ucap Celsi yang langsung saja melepas celananya diruangan sang ayah.


Ayahnya sempat melotot besar, namun pada akhirnya ia bernafas lega ternyata sang anak hanya menanggalkan celana panjang nya saja.


"Kemana, jangan jadi berandalan!" Peringat Weldan.


"Anda enggak ada hak untuk melarang saya dan saya ada perlu!" Celsi langsung melipat celana panjangnya itu dan berjalan keluar dengan jaket yang sudah melekat di tubuhnya.


Tampak terlihat Weldan mengelatuk gigi nya geram, ini lah yang tak ia suka dari sang anak. Sifatnya yang begitu keras kepala dan sulit diatur membuat ia begitu sangat sulit bersikap lunak, hingga Celsi sendiri lah yang malah menganggap ia hanya membedakan kasih sayang.


"Sampai kapan seperti ini!" Gumamnya dengan wajah sedu.


Celsi langsung masuk ke dalam lift. Ia menggulung celananya itu pada pergelangan tangannya, ia sama sekali tak membawa tas sedikit pun.


Output yang ia pakai saat ini adalah celana pendek garis-garis putih biru dengan jaket kebanggaan nya dan juga baju kaos oblong. Ia sudah menukarnya di dalam ruangan sang papa dengan cepat karena semua baju yang ia pakai berlapis.

__ADS_1


Ia pun melangkah keluar dari lift itu dengan gaya dinginnya. Sempat beberapa karyawan yang membisikkan tentang Celsi, namun semua nya hanya dianggap angin lewat saja oleh gadis itu.


"Eh lihat-lihat itu anak direktur bukan!"


"Iya ya, tapi kok enggak pernah lihat yak!"


"Dingin banget njir!"


"Cantik yak!"


"Lihatlah pakaian nya kayak berandalan!"


"Enggak pernah diatur tuh kayaknya"


"Yoi enggak dapet didikan orang tua!"


Sebuah kata terdengar begitu menusuk oleh hati Celsi, gadis itu berhenti saat omongan yang menurutnya begitu kasar. Ia menghampiri wanita bermake-up tebal dengan wajah dingin.


"Perbaiki hidupmu baru mengomentari hidupku!" Ucapnya dingin dan berlalu pergi.


Sedangkan semua yang ada disana langsung menegang akibat Celsi yang menghampiri salah satu karyawan. Tapi mereka semua sih sependapat dengan gadis itu, bagaimana pun mulut kasar wanita itu perlu di tegur.


Wanita itu merasa tersinggung, ia berdecak kesal dan berlalu pergi menuju meja nya.


...****************...


Didalam ruang kerja Kaisar, pria itu mengamuk besar akibat mainan nya sudah bebas begitu saja. Semua barang yang ada disana berserak dan berantakan begitu saja, bahkan lukisan mahal ratusan juta sudah terbelah dua.


"sial*n! Wanita jal*ng yang tak tau diri, mat* saja kau ditangan ku!" Teriaknya yang mengamuk besar.


Ia tak rela jika mainan yang belum puas ia mainan harus pergi, dari mana semua orang itu, lalu siapa yang berkhianat dan apa yang terjadi. Semua nya di luar kendali nya, ia bersumpah akan kembali membawa gadis itu dan mengurung dengan sangat ketat.


"Kau yang bermain api dan kau juga yang harus memadamkan bukan!" Gumamnya dengan tawa iblis nya.


Xiang baru saja sampai di apartemen yang digunakan oleh anggotanya selama mencari dirinya. Ia merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk meski tak seempuk kasur di mansion Kaisar.


"Seandainya aku ingat semuanya mungkin aku akan memperbaiki nya!" Gumamnya yang menatap langit-langit kamar.


"Siapa dia, lalu aku ada berbuat apa hingga ia begitu membenciku!" Sambungnya.

__ADS_1


"Suatu saat mungkin aku ingat!" Ucapnya yang langsung memejamkan matanya dengan tubuh terlentang.


__ADS_2