
(East bay, Amerika Serikat, 09 November 1923)
Pagi, pada hari minggu di kota East bay terasa sangat dingin, hujan mengguyur kota itu hampir semalaman, meninggalkan jalanan berair dan tanah berlumpur.
Membuat orang-orang ingin menghabiskan waktu yang lebih lama di atas ranjang mereka, tentu saja itu buka hal yang salah, lagi pula ini adalah hari libur.
Berbanding terbalik dengan seorang "bocah" Laki laki, yang sedang mengayuh sepeda berkaratnya, menyusuri jalanan basah East bay pada pukul setengah enam pagi.
Michael Romano nama dari bocah berumur 7 tahun itu, seorang pengantar koran harian, ia sedang menahan dingin nya udara di pagi hari ini, bisa di lihat tubuh mungilnya menggigil kedinginan.
Mantel lusuh, topi apolo dan selendang tebal rajutan ibunya melingkar di lehernya,setidaknya itu memberi sedikit kehangatan kepada bocah itu untuk melawan dingin nya pagi ini.
Distrik ke Distrik ia lalui, mengantarkan koran koran itu ke rumah-rumah pemesan nya, tentu saja itu memerlukan waktu yang cukup lama bagi michael untuk mengirim seluruh koran yang ia bawa.
Ia memulai jam kerjanya dari pukul 5 pagi, waktu yang sebagian besar warga East bay masih terlelap dalam mimpi indah mereka.
-pada pukul 9.30-
Awan mendung menghiasi langit kota East bay, mencegah matahari untuk memberikan kehangatan pada kota itu, meski begitu orang-orang tampaknya mulai melakukan aktivitas.
Di sisi lain Michael sampai di sebuah rumah mansion, yang terletak di distrik St Seven Village, sebuah distrik yang lokasinya di perbukitan dan penuh akan rumah mewah.
Di depan gerbang mansion itu, berdiri tiga orang dengan memakai topi fedora dan stelan jas Single Breasted di balut dengan blazer mantel long coat formal.
Orang-orang itu sedang duduk di meja samping gerbang depan mansion sembari bermain poker.
Salah satu dari tiga orang itu melihat michael, pria itu meletakan kartu poker yang berada di tangannya ke atas meja, lalu lekas berdiri menghampiri Michael.
"Hey nak, koran pagi untuk hari ini ?" Tanya pria tersebut sembari mengambil sebungkus rokok dari dalam mantel, mengambilnya sebatang, dan meletakan candu itu di bibirnya. Kemudian ia memasukan kembali bungkus rokok itu kedalam mantel.
Pria itu mulai membakar rokok yang sudah berada di bibirnya, menghisap sebatang candu itu, asap yang menyesakan keluar dari hidung dan mulutnya.
"Yeah, tuan Enzo banyak berita besar pagi ini, Kemarin polisi melakukan penggeledahan besar itu yang ditulis di halaman utamanya" Jawab michael sembari turun dari sepeda karatan nya itu, dan mengambil koran terakhir di keranjang depan sepeda.
Enzo Banosera, pria berumur 20 tahun yang mengaku bekerja sebagai bodyguard untuk orang pemilik mansion ini.
Michael mulai mengenalnya selama beberapa bulan belakangan, enzo dan teman temannya selalu berada di depan gerbang rumah setiap pagi saat ia mengantarkan koran.
Michael sempat penasaran akan pemilik Mansion ini, sudah cukup lama ia mengirim koran Ke Mansion ini, tapi belum pernah sama sekali dirinya melihat wajah atau anggota keluarga dari pemilik bangunan besar tersebut.
yang ia lihat hanya penjaganya yang mungkin berjumlah belasan di dalam. Pengawal pengawal ini sering Memakai stelan jas Tailored suit berwarna hitam yang terlihat sangat mewah, yang dapat michael simpulkan dari pemilik rumah ini adalah ia sangatlah kaya mungkin bos dari sebuah perusahaan.
Michael kemudian menyerahkan koran harian itu pada Enzo, setelah menerima koran itu Enzo merogoh sesuatu dari mantelnya mengeluarkan 500 sen dari sana.
"Hey nak anggap saja ini uang tip dari ku," Ucap Enzo melemparkan koin 500 sen itu dengan jempolnya, dengan sigap michael menangkapnya.
__ADS_1
"Grazie tuan Enzo"
"Prego Michael" Enzo lekas berbalik dan masuk kedalam Grebang, mungkin ia akan menyerahkan koran itu langsung pada bos nya.
Hal yang paling Michael sukai dari pria itu adalah, ia selalu memberikan uang tip, degan jumlah yang bahkan lebih besar dari upah antar korannya.
Michael kembali naik ke sepeda kerja usang nya dan mengayuh nya ke kantor East Bay Post yang terletak di distrik tengah Central lower side,
Jarak dari St Seven Village ke Central lower side lumayan jauh, tapi karena jalanya yang menurun dari perbukitan ke perkotaan yang memang berada di tanah yang lebih datar, hal itu membuat Michael tidak memerlukan banyak tenaga untuk mengayuh sepeda berkaratnya.
-10 menit kemudian di distrik Central lower side-
Di tengah kota kesibukan sudah mulai terlihat, Mobil-mobil yang berlalu lalang, pejalan kaki, asap kreta uap, dan pertokoan yang memutarkan musik jazz, mengisi keramaian kota, michael terus mengayuh sepeda nya ke jalan selatan, sampai ia menemukan bangunan 4 lantai bertulisan East Bay Post di dekat persimpangan jalan.
Michael berbelok kearah gang sempit menyusuri jalanan becek, yang akan membawanya ke bagian belakang bangunan.
"Hey, Michael kau sudah mengantarkan semua koran itu?" Tanya laki laki dengan kemeja putih, umurnya sudah mencapai kepala lima, bisa di lihat dari rambut milik pria itu yang mulai beruban, namanya adalah Smith Wilson pria berumur 52 tahun dan bekerja di bagian pengurusan pengantaran koran.
"Ya tuan smith" Jawab Michael sembari memarkirkan sepeda karatan nya bersama dengan barang sejenis di parkiran belakang, selepas itu ia menghampiri tuan Smith.
"Baiklah ini bayaran mu nak" Ucap pak Smith sembari memberikan 3 buah uang 100 sen.
"Terima kasih tuan Smith" Michael menerima uang 300 sen tersebut, ia kemudian menyembunyikan uang tersebut di dalam sepatunya.
300 sen jumlah yang cukup banyak bagi Michael, uang 300 sen itu setara dengan 20 buah hotdog Paling murah yang di jual 15 sen per buahnya di Harlem, ditambah dengan uang tip dari Tuan Enzo dalam satu hari Michael bisa mendapatkan 800 sen.
Oleh karena itu, Michael harus mengurus apartemen dan adik perempuan nya yang masih berumur 4 tahun.
"Terima kasih juga untuk kerja keras mu michael,"
"Saya akan datang kesini lagi hari rabu nanti" Ucap
Michael yang hanya di balas anggukan oleh tuan Smith.
Tuan smith lekas masuk kembali ke dalam kantor nya, begitu pula dengan michael yang beranjak meninggalkan tempat tersebut.
Menuju apartemen nya yang terletak di distrik Harlem, berada tepat di selatan distrik Central lower side.
-distrik Harlem-
Harlem merupakan area industri dan pelabuhan sekaligus distrik dengan wilayah terbesar di East bay, berbanding terbalik dengan distrik Central lower side yang bersih dan rapi, Harlem sebaliknya, distrik ini terbilang cukup kumuh dan memiliki kualitas air dan udara yang buruk di karenakan polusi dari pabrik pabrik di sana.
Di sepanjang trotoar jalanan Harlem di isi oleh pengemis dan pedagang barang lesehan, orang orang ini adalah imigran, sama seperti Michael dan keluarganya yang berasal dari Sisilia italia.
Kebanyakan dari mereka berasal dari Eropa, efek dari perang Dunia Pertama yang pecah di benua biru itu, memaksa mereka untuk mencari penghidupan di tempat lain, salah satunya adalah amerika, mereka memiliki ambisi dan semangat yang tinggi untuk pindah ke negara ini, tapi semangat itu sering kari pupus karena kerasnya kehidupan disini.
__ADS_1
Sulitnya pekerjaan, upah yang rendah, serta diskriminatif sering di dapatkan dari warga lokal, ditambah kebanyakan dari para imigran menjadi seorang pecandu alkohol.
Uang pendapatan mereka seringkali habis untuk dibelikan minuman.
Di tengah perjalanan, Michael melihat sebuah gelang yang sangat Cantik, gelang itu terbuat dari kayu dengan ukiran bunga, Michael pikir gelang itu cocok untuk di jadikan hadiah ulang tahun bagi adiknya, melihat tatapan michael kakek tua pemilik barang dagangan itu angkat bicara.
"Barang yang bagus bukan nak Michael, aku menemukannya tergeletak di trotoar"
"Ya, itu terlihat seperti jimat keberuntungan, berapa harganya tuan Moreli?" Tanya Michael kepada pria tua terebut, Vincent Moreli, Michael sudah cukup lama mengenal orang tua ini, terkadang ia sering membeli barang bekas seperti buku cerita maupun mainan dari tuan Moreli untuk adiknya.
"150 sen, bagaimana nak?"
"Bisakah anda menurunkannya sedikit," Tawar Michael
"Sebagai orang yang berasal dari kampung halaman yang sama, bagaimana dengan 100 sen? " Balas tuan Moreli.
"ok siamo d'accordo, tuan Moreli" Jawab Michael setuju dengan harga yang di tawarkan oleh pak tua itu. Ia kemudian mengambil 1 keping koin 100 sen dari dalam sepatunya.
"Apa ini Untuk adik mu? " Tanya tuan Moreli sembari menerima uang 100 sen tersebut. Dan kemudian menyerahkan gelang kayu itu kepada michael.
"Ya, Ini kado ulang tahun untuk adikku" Jawab Michael menerima gelang kayu itu kemudian ia memasukan nya kedalam saku mantel.
"Kalau begitu Ci Vediamo tuan Moreli"
"Ya sampai jumpa michael dan Terima kasih"
"Prego" Jawab Michael, kemudian ia kembali berjalan ke arah apartemen nya.
Di dekat sebuah gang sempit, Michael melihat lima orang anak yang terlihat dua tahun lebih tua daripada diri nya, salah satu dari lima anak itu memiliki perawakan yang cukup besar dan tinggi, tapi orang yang memiliki perawakan kecil dengan sebatang rokok di mulutnya nampak lebih berkuasa dan dominan dari pada anak yang terlihat kuat itu.
Melihat Michael begundal dengan perawakan kecil itu, berjalan menghampiri diri nya, asap mengepul dari mulut anak itu saat ia menghisap sebatang tembakau yang sekarang di jepit oleh jari telunjuk dan jari tengah nya.
Nama dari anak itu adalah Luca Auditore, bocah berumur 9 tahun, dan merupakan pentolan dari geng begundal kecil ini, Michael sebenarnya tidak ingin Berurusan dengan si bajingan Luca, tapi anak itu terkadang selalu mencegat jalan pulang nya.
"Buon Pomeriggio Michael" Sapa Luca dalam bahasa italia.
Michael tidak mengucapkan sepatah kata pun untuk menjawab sapaan itu, sebaliknya ia malah Mempercepat langkah kakinya, tapi dengan sigap Luca menghadang langkahnya.
"Jangan begitu kawan, kita ini teman, bukan begitu Alberto? " Tanya Luca kepada anak dengan perawakan besar dan tinggi di belakang nya, Manchini Albreto si tukang pukul.
"Ya" Jawab Albreto dengan nada intimidasi.
"Kalau begitu kawan, bagaimana kalau kita bicara sebentar" Ucap Luca sembari merangkul pundak michael, Michael sebenarnya enggan menuruti omongan Luca, tapi sayang empat begundal lainya ikut mengelilingi dirinya, mau tak mau dari pada membuat keributan disini ia harus menurutinya.
Peta Pembagian Distrik Di East Bay:
__ADS_1