Omerta: City Of Gangsters

Omerta: City Of Gangsters
New York II


__ADS_3

Dua jam kemudian Valenti datang ke hotel tempat rombongan don carlo menginap, ia memberi tahu tempat pertemuan, tempat itu di kantor d aquila sendiri, di perusahaan minyak zaitun miliknya di litlle italy.


Rombongan don carlo pergi meninggalkan hotel dengan mobil Valenti berada di paling depan sebagai penunjuk jalan, setelah beberapa belas menit akhirnya mereka sampai di sebuah bangunan empat lantai bertuliskan 'sole pure olive oil. Co'


Don Salvatore 'Toto' D aquila pria berumur 45 tahunan dengan potongan rambut pendek berdiri di depan pintu gedung bersama orang-orangnya, D aquila menyambut don carlo genovese sesaat ia turun dari mobil yang di tumpangi nya.


"Senang bertemu dengan mu don carlo" Ucap d aquila sembari memeluk don carlo.


"Begitu juga dengan ku, don aquila"


"Kita lanjutkan obrolan kita di dalam" Ucap d aquila sembari memberi jalan bagi don carlo.


"Sebelum itu, aku ingin melihat terlebih dahulu lokasi dari kasino itu"


Aquila tersenyum."baiklah, kita akan ke Brooklyn terlebih dahulu"


Mereka kembali masuk kedalam mobil, Salvatore d aquila dan carlo genovese berada di mobil yang sama, sedangkan consigluere leo luciano duduk di mobil yang berbeda bersama consigluere d aquila. Rombongan yang hampir berjumlah 12 mobil itu berangkat menuju brooklyn.


Mereka melewati sebuah jembatan, yang menghubungkan Manhattan dengan Brooklyn, don carlo sedikit terkagum akan kemegahan arsitek jembatan tersebut.


"Aku mendapatkan oprasi wilayah ini dari keluarga camorra" Kata don aquila, memecah kesunyian di dalam mobil, don carlo melihat kearah aquila dari ujung matanya.


"Sekarang keluarga mereka telah bergabung dengan ku"


Keluarga aquila bisa di bilang salah satu keluarga mafia besar di Amerika, wilayah nya meliputi Manhattan, Brooklyn, dan bronx, dia punya pengaruh yang sangat kuat di New York, kalau saja situasi di new York bisa lebih stabil tidak di pungkiri aquila bisa jadi pemain besar di dunia bawah. Keluarganya bisa berada di posisi teratas di antara La Cosa Nostra. Tapi tentu saja ia masih punya banyak penghalang, meski Vicenzo Terranova dan underboss nya Tagliagamba berhasil di bunuh tapi d aquila gagal menyingkirkan giuseppe masseria yang sekarang menjadi kepala keluarga morello.


Underboss, adalah posisi ke dua dalam struktur organisasi, keluarga genovese memiliki jabatan itu masih kosong, biasanya orang yang mengisi posisi itu adalah anak laki-laki dari sang don, underboss akan mengambil alih posisi Don jika sang don sakit, terbunuh, atau dipenjara. Itu sebabnya posisi ini kebanyakan di isi oleh keturunan sang don sendiri. Sangat jarang di isi oleh orang di luar keturunan.


Setelah menempuh beberapa belas menit perjalanan mereka akhirnya sampai di lokasi, sebuah tanah kosong yang sangat luas terletak di bagian pinggir brooklyn, rombongan mereka kemudian berhenti di bahu jalan. Don carlo turun dari mobil di ikuti oleh d aquila, serta para anggota kelompok yang turun dari mobil masing-masing untuk berjaga-jaga. Don carlo dan Don aquila layaknya presiden sebuah negara yang tengah melakukan pertemuan, beberapa polisi yang tengah patroli melihat gerak gerik mereka dari kejauhan, meski para kepala kriminal tengah berkumpul, polisi tidak bisa menangkap mereka, lantaran posisi mereka sebagai 'pembisnis italia' dengan usaha legal yang terdaftar oleh negara.

__ADS_1


Organisasi-organisasi seperti ini bermain di dua sisi, mereka meraup banyak keuntungan dari bisnis ilegal mereka, kemudian mereka mencuci dengan memasukan uang haram itu kedalam pemasukan perusahaan legal mereka secara bertahap serta tercatat oleh negara, sehingga menjadi uang bersih, untuk itu mereka mempekerjakan seorang akuntan.


"Lihat tanah yang luas ini, itu akan menjadi sebuah kasino dan sebuah perhotelan"


Don carlo lalu melihat ke sekeliling, banyak blok apertmen di wilayah ini, dan juga terdapat beberapa blok pertokoan di sebelah utara, bisa di bilang tempat ini cukup strategis.


"Apa anda punya masalah dengan hukum?" Tanya Don carlo.


"Tidak, tanah ini legal aku membelinya dengan surat resmi, anda tidak perlu khawatir"


"Baiklah ayo kembali ke tempat mu"


#- ruang rapat, di kantor pure oil olive. Co


Orang-orang penting dari dua keluarga duduk di kursi yang di tata berhadap-hadapan dengan meja kecil di tengah .


Don Aquila membuka pembicaraan, "Aku sangat berterimakasih atas kedatangan mu Don carlo, seperti yang anda bilang kepada salah satu letnan saya, bila anda datang kesini berarti anda menyetujui kesepakatan yang kami tawarkan kepada anda"


" Apa itu?"


"Minuman keras"


"Tentu saja kita akan mengadakan itu, di tempat orang bersenang-senang sangat mustahil mereka tidak akan minum-minum, bukan kah begitu Don carlo? "


"Kau bisa menjamin?"


"Ya, aku telah membayar banyak polisi dan pejabat, mereka tidak akan mengusik kita dan untuk lebih aman nya aku akan membangun ruangan khusus untuk itu" Balas aquila.


Don carlo memberi isyarat kepada anak buahnya untuk memberikan satu botol luiqor hasil penyulingan kepada D aquila. Don aquila Menerimanya ia lalu memandang Don carlo dengan penasaran.

__ADS_1


"Cobalah" Ucap Don carlo, Aquila lalu membuka tutup botol Luiqor itu, dan meminumnya tiga teguk, lidahnya mengecap ngecap rasa pahit yang tertinggal di mulutnya, rasa pahit tapi entah kenapa membuatnya ingin meminumnya lagi.


"Aku menyukainya, mungkin ini salah satu luiqor terbaik yang pernah ku minum"


Don carlo mengangguk "aku ingin keluargaku dapat bagian dalam pemasokan itu, seratus barel perbulan? Anda tidak masalah akan hal ini?"


"Ya, aku setuju keluarga Genovese akan memasok seratus barel perbulan, Lalu Bagaimana dengan oprasi lainnya?, bila anda ingin membuka rumah bordil aku tidak akan melarangnya"


"Tidak, aku tidak menyukai sesuatu seperti itu, aku hanya meminta oprasi peminjaman dan bagian dalam alkohol, serta penjualan barang seludupan ku di sini"


Don Carlo Adalah orang yang 'Lurus' dalam masalah seksual, ia tidak menyukai bisnis seperti rumah bordil dan Sejenisnya, karena ia punya pandangan tersendiri tentang wanita.


Aquila tampak berpikir, matanya menatap kearah consigluere nya, ia seperti meminta pendapat dari tangan kanan nya itu, sang consigluere membalas melalui isyarat yang tidak dapat di pahami. Sampai akhirnya Don aquila menghela nafas kemudian ia menganggukan kepala sebagai tanda setuju.


"Ada satu hal lagi, hubungan kita hanya sebatas bisnis aku ingin morello mengetahui hal itu, dan juga aku ingin jaminan atas uangku bila terjadi sesuatu yang tidak di inginkan"


"Baiklah aku paham, Kami akan segera memproses surat saham mu, mungkin itu akan memakan waktu beberapa hari, aku akan segera mengirimkan surat resmi nya ke kediaman mu untuk sekarang kita pakai surat sementara terlebih dahulu" Consigluere D aquila meletakan beberapa surat ke atas meja, Don aquila menanda-tangani surat itu terlebih dahulu sebelum Don carlo.


Setelah selesai Don carlo meminta leo untuk merapikan nya dan memasukan ya kedalam koper. Setelah itu ia meminta tessio untuk meletakan salah satu koper hitam yang di bawanya keatas meja, tessio menekan kunci koper, membuat nya terbuka, tumpukan uang sebesar $ 800,000,00 tertata rapi dalam koper.


D aquila menyuruh consigluere dan beberapa letnanya memastikan nominal nya, mereka menghitung tumpukan uang itu selama sepuluh menit. Setelah selesai ia memberitahu D aquila dengan berbisik kalau nominalnya sudah benar.


"Aku akan Terima uang ini Don carlo, sekali lagi aku ucapkan terimakasih atas kepercayaan keluarga mu kepada kami, aku akan segera mengirimkan surat resminya ke kediaman mu secepatnya"


"Baiklah aku akan serahkan sisanya padamu" Don carlo beranjak dari kursinya di ikuti oleh para hadirin disana Don carlo dan Aquila kemudian berjabat tangan sebagai tanda kesepakatan telah di capai.


"Kau bisa bersenang-senang terlebih dahulu di New York Don carlo, aku bisa membawamu ketempat yang menyenangkan"


"Tidak Don Aquila aku masih ada urusan yang harus di selesaikan, consigluere ku yang akan mengurus sisanya kalau begitu kami mohon pamit" Don carlo kemudian berbisik ke pada leo "aku akan pergi ke chicago bersama tessio dan dua bawahnya, kau urus di sini setelah selesai pulang lah langsung ke East bay" Leo mengangguk paham.

__ADS_1


Setelah itu Don carlo pergi bersama tessio dan anak buahnya menuju bandara di New York, bukan tanpa alasan ia membawa sedikit orang, di jaman itu pesawat komersial hanya mampu menampung enam penumpang dalam satu kali penerbangan. Setelah membeli tiket ia langsung terbang menuju chicago.


__ADS_2