Omerta: City Of Gangsters

Omerta: City Of Gangsters
New York


__ADS_3

New York, Manhattan, little Italy.


Setelah perjalanan yang memakan waktu hampi 9 jam dari East bay menuju New York menggunakan kereta, rombongan don carlo telah sampai di sebuah hotel di Manhattan.


Ia mengutus tessio untuk memberitahu orang d Aquila akan kedatangan nya, tessio segera pergi dengan dua anak buahnya, ke tempat orang-orang Aquila sering berkumpul, di sebuah speakeasy di bagian utara distrik little Italy, melalui seorang soldato, tessio bisa mendapatkan kontak dengan umberto valenti. Dan sekarang tessio tengah bertemu valenti di sebuah restoran keluarga.


mereka berdua duduk tanpa di temani oleh pengawal masing-masing di meja yang terbalut taplak putih, dengan sebuah lilin yang menyala di dalam gelas di tengah meja.


"Menu apa yang bagus di sini?" Tanya tessio sembari melihat daftar menu.


"Aku sarankan daging anak sapi, itu makanan terbaik di kota ini" Balas valenti.


"Baiklah aku pesan itu" Valenti memberi isyarat kepada pelayan.


"Beri kami steak anak sapi dan tiramisu, ah..serta satu botol anggur kalau bisa yang diatas tahun seribu sembilan ratus lima belas " Sang pelayan kemudian mengangguk. Tessio merasa heran ketika Mendengar Valenti memesan kue tiramisu yang merupakan hidangan penutup,


"Aku suka makanan manis" Kata Valenti, ketika melihat tatapan heran tessio.

__ADS_1


Sembari menunggu pesanan mereka, pelayan restoran datang dengan satu botol anggur tahun 1910, berharga ribuan dollar, pelayan itu membuka tutup botol kayu menggunakan kawat dan menuangkan anggur ke dalam gelas. Setelah masing-masing gelas terisi penuh pelayan itu meletakan botol anggur di meja lalu beranjak pergi, Valenti kemudian menggeser salah satu satu gelas kepada tessio.


Valenti kemudian membuka pembicaraan"Jadi don carlo datang kesini?"


"Ya, itulah kenapa aku menemui mu, aku ingin kau menyampaikan kedatangan kami kepada don aquila, dan kau tahu aku tidak pernah menyangka di jamu dengan anggur mahal seperti ini" Tessio kemudian meminum satu teguk anggur di gelasnya, rasa asam di campur manis yang sangat enak dari wine berumur belasan tahun terasa membekas di lidah dan tenggorokan nya.


"Tidak usah pedulikan itu, don carlo bermurah hati menteraktir ku dan anak buahku di restoran miliknya, aku hanya membalas kebaikan nya itu"


Pelayanan kembali datang menghampiri meja mereka berdua sembari membawa makanan yang mereka pesan, Sang pelayan meletakannya di atas meja setelah itu kembali lagi ke dapur. Tessio menyelipkan celemek yang terhubung dengan meja ke kerah bajunya, ia memotong steak itu dengan pisau dan memakan potongan daging menggunakan garpuh.


Tessio machione, yang lebih dikenal dengan tessio si cerdik namanya cukup terkenal di dunia bawah, dulu ketika perang antara keluarga mafia tahun 1914 di East bay, tessio sering muncul dalam pemberitaan, dia orang yang penuh siasat, seorang ahli taktik yang baik dan punya kualifikasi untuk menjadi seorang konselor, Leo Sang Consigluere bahkan sampai mengakui itu. Valenti ingin menggunakan momen ini untuk mengorek informasi tentang tessio, ia ingin mengetahui sedikit dari sepak terjangnya hingga menjadi bagian dari keluarga inti genovese.


"Bagaiamana kamu bisa menjadi bagian dari genovese?" Tanya Valenti langsung pada intinya. Mata tajam tessio lalu menatap kearah valenti. Setelah berpikir beberapa saat ia akhirnya membuka mulut.


"Itu sebuah kisah lama, dulu ia, aku dan beberapa rekanlain nya sudah saling kenal, yah karena kami merasa senasib, kau tahu don carlo dulunya kerja di sebuah toko roti"


"Kudengar, dulu ia membunuh Vincent Abandando dari keluarga straci"

__ADS_1


"Itu tragedy lama, dulu basis keluarga genovese bukan di seven village melainkan di central side, bekas wilayah keluarga straci"


Tessio menceritakan sedikit kisah masa lalunya, bagaimana dulu ia bertemu dengan carlo genovese, sampai ia menghabiskan makanan miliknya tanpa meninggalkan sisa.


Tessio kemudian meminum kembali segelas anggur "kupikir aku harus pergi sekarang"


"Aku akan mengabari nanti, kemana aku harus menemui kalian?"


"distrik tribeca, Hotel san mateo"


Valenti mengangguk "Baiklah"


Tessio kemudian memakai topi fedora hitam miliknya, yang sebelumnya ia taruh di atas meja, "Grazie Valenti, kami akan menunggu kabar dari mu"


"Prego"


Setelah itu tessio berjalan menuju mobilnya untuk kembali ke hotel.

__ADS_1


__ADS_2