
Setelah berjam-jam perjalanan dari new York, Don carlo dan rombongannya telah sampai di Chicago untuk membereskan masalah dari anak baptisnya, sebastian mayer. Don dan rombongan nya tiba di Chicago pada pukul delapan malam.
Dari bandara tessio menyewa sebuah mobil empat pintu, mereka berkendara menuju kediaman colinham. Don mengetahui tempat tinggal pemilik agensi itu dari anak baptis nya.
"Don, Sebenarnya apa yang akan kita lakukan di Chicago ?," Tanya tessio, ia merasa penasaran sebenarnya urusan apa yang akan di bereskan oleh bosnya sampai tidak memberitahu orang-orang terdekatnya.
Don carlo terdiam sesaat sebelum ia akhirnya menarik nafas "anak baptisku, ia meminta pertolonganku untuk membereskan masalah yang menimpanya, ini hanya urusan pribadi jadi kupikir aku tidak harus memberitahu urusan ku pada kalian," mendengar itu Tessio mengangguk,bila Don sudah mengatakan begitu ia tidak akan bertanya lagi.
beberapa menit perjalanan, mereka telah sampai di tempat tujuan, colinham tinggal di komplek perumahan mewah, dengan lingkungan yang sangat sejuk dan bersih, mobil yang mereka tumpangi menepi ke bahu jalan. Tepat di depan pagar rumah colinham yang bercat putih.
Don carlo mengintip dari balik jendela mobil, ia melihat seorang ibu dengan anak perempuanya yang baru berumur 13 tahunan keluar dari kediaman pemilik agensi itu, ada hal yang menarik perhatian Don, remaja wanita itu terlihat berjalan dengan cukup aneh, ia terlihat seperti menahan sakit di area ke wanitaanya, pemandangan yang sangat miris, seorang ibu rela menjual anaknya demi ketenaran.
Don carlo kemudian menurunkan topi fedora hitam miliknya sampai menutupi kedua matanya, entah yang di lihatnya itu sebuah keberuntungan atau berkah, ia tampaknya sudah mengetahui salah satu kelakuan busuk dari pemilik agensi itu, membuatnya tidak usah repot-repot melakukan penyelidikan dan berlama-lama di Chicago.
"Pemilik agensi itu, jangan bilang ia mencicipi anak di bawah umur itu terlebih dahulu, pria yang menjijikan" Kata tessio
"Tessio foto itu, pastikan itu terlihat jelas" Tessio mengangguk mendengar perintah Don, ia lekas turun dari mobil untuk memfoto ibu dan anak itu, setelah lima jepretan ia kembali naik ke mobil.
"Aku sudah mendapatkan lima foto"
Don carlo kemudian menghela nafas. "Kita pergi ke hotel terlebih dahulu untuk menginap" Perintah Don carlo, sang supir mengangguk paham dan segera mencari hotel terdekat.
#- Esok hari, pukul 09.00 pagi
Rombongan Don carlo telah sampai di gedung agensi van Allen milik colinham, supir membawa mobil yang ia tumpangi masuk kedalam parkiran.
"Kau tunggu di sini" Perintah don carlo ke anak buah tessio yang menjadi supir.
Don carlo kemudian keluar dari mobil di ikuti oleh teseio dan satu anak buahnya, tessio mengambil koper hitam yang masih tertinggal di tempat duduknya. Mereka bertiga berjalan kearah sekuriti yang tengah berdiri di pintu masuk.
"Ada yang bisa saya bantu tuan? " Tanya sang penjaga kepada don.
"Aku ingin bertemu dengan tuan colinham, apa dia ada di sini? "
"Tuan colinham ada di kantornya, dan mohon maaf ada keperluan apa anda menemuinya?"
"Aku pengacara dari Sebastian Mayer, ada hal penting yang harus ku bicarakan dengan nya"
__ADS_1
Si penjaga mengangguk "saya bisa antar kan anda ke sana"
"Terima kasih"
Sekuriti itu mengantarkan mereka bertiga ke kantor colinham yang terletak di lantai dua gedung. Sang sekuriti mengetuk pintu ruang kerja colinham.
#-
Colinham tengah membaca sebuah koran di meja kerjanya, sampai sebuah ketukan di pintu mengalihkan perhatiannya.
"Ada apa? "
"Bos ada orang yang ingin bertemu anda, dia bilang ia pengacara dari Sebastian mayer" Colinham nampak berpikir sejenak, seorang pengacara? Apa mayer menyewa orang itu untuk menggugat dirinya karena kontrak itu, betapa tolol nya dia, kontrak itu sudah sangat kuat sangat sulit untuk di patahkan kecuali atas izin dirinya, bahkan bila mayer mengutus seorang pengacara ternama sekalipun ia masih punya kenalan di kejaksaan dan hakim-hakim di Chicago.
tentu saja colinham tidak akan melepaskan Sebastian mayer dengan mudah artis itu akan memberinya banyak keuntungan di masa depan, dan si bajingan itu mencoba mengkhianati dirinya yang telah membesarkan namanya itu, dengan mencoba keluar dari agensi miliknya.
Colinham menghela nafas pengacara seperti apa yang di kirim oleh si tolol itu?.
"Suruh ia masuk"
"Senang bertemu dengan mu tuan colinham" sapa Don dengan aksen Italia.
"Ada keperluan apa kalian di sini?"
"Sebelum itu bolehkah kami duduk terlebih dahulu"
Colinham terkekeh, "tentu saja kalau kalian tidak kuat untuk berdiri"
muka sombongnya benar-benar membuat teseio kesal kalau saja don mengijinkan nya ia akan menembak kepala manajer tua itu di sini. Tapi sang don bersikap tenang ia tidak merasa tersinggung sama sekali, seorang pria harus selalu berpikir dingin agar ia bisa mencermati situasi, don carlo duduk di sofa yang di ikuti oleh tessio dan anak buahnya.
"Aku kesini atas permintaan dari Sebastian mayer, ia bilang anda telah memaksanya menandatangani kontrak yang tidak di inginkan olehnya"
"Apa maksudmu?, aku tidak memaksanya ia yang sukarela menandatangani kontrak itu"
"Ia bilang anda membuatnya mabuk"
"Kau percaya akan perkataanya? " Colinham berdiri dari kursi kerjanya, ia melangkah menuju lemari berkas di samping meja nya mengambil kontrak dari sebastian mayer, pria itu menunjukan nya kepada don carlo.
__ADS_1
"Lihatlah, salah satu syarat untuk menandatangani kontrak adalah harus dalam keadaan sadar, dan kau pikir aku melanggar hal itu"
"Anda sudah mengatur semuanya,tidak ada saksi anda menyewa tempat itu terlebih dahulu dari kenalan anda, untuk itu kami ingin melakukan penyelidikan terlebih dahulu"
Colinham merasa kesal mendengar ucapan dari Don, tapi ia coba bersikap tenang. Ia berpikir untuk mencari solusi agar masalah ini bisa di bereskan dengan cepat,hal itu membuat jeda hening selama beberapa menit.
"Baiklah kau bisa melakukan penyelidikan," jawab colinham, ia bisa membungkam pemilik tempat yang merupakan sahabatnya sendiri, ia lalu tersenyum "dan bila aku menang Mayer harus membayar dua ratus ribu dollar kepadaku, dan juga bila ia masih berisikeras untuk keluar dari agensi ku katakan padanya kalau ia membayar satu juta dollar kepadaku ia bisa keluar dari agensi milikku. " terusnya dengan penuh kemenangan, ia tahu mana mungkin Mayer punya uang sebanyak itu, bagi seorang pemilik agensi seperti dirinya kekayaanya bahkan tidak menyentuh satu juta dollar.
Satu juta dollar di tahun itu sangatlah banyak, bila menghitung berdasarkan inflasi dolar setiap tahunnya, sekarang uang sebesar itu akan menjadi sekitar tujuh belas juta dollar.
Don carlo tidak memperdulikan omongan colinham, ia menyenderkan punggungnya, Don memiliki kartu AS di tangannya yang bisa ia gunakan "Aku juga mendengar laporan kalau anda mencicip terlebih dahulu seorang wanita di bawah umur yang mencoba bergabung dengan agensi anda" Kata Don carlo tanpa keraguan.
Colinham terdiam, wajahnya terlihat memerah ia menatap kearah Don carlo dengan tatapan penuh kilatan menahan emosi. Melalui respon colinham Don langsung tahu apa yang ia katakan itu benar.
"Dari mana kau mendengar tentang itu? " Tanya nya dengan sinis.
Don carlo tersenyum kecut "kau tahu, aku hanya melihat beberapa hal tentang dirimu" Ucapnya sembari memberi isyarat kepada tessio untuk menaruh foto yang di ambilnya kemarin malam keatas meja. Colinham melihat foto itu, alisnya nya berkedut.
"Bajingan apa kau melakukan penyelidikan terhadapku?, berapa yang si bangsat itu beri kepadamu? Sampai kau berani melakukan itu"
"Bila aku memberitahu harganya apa yang akan anda lakukan? "
Colinham terdiam ia mencoba mendinginkan kepalanya yang mendidih, ini kesempatan baginya untuk membuat penawaran.
"Aku akan memberimu dua ..tidak empat kali lipat dari yang mayer bayarkan kepadamu, kau tahu aku ingin masalah ini selesai dengan tenang"
"Aku menolak"
"Setan!!!, kau pikir siapa kau!!!!, aku kenal dengan banyak pengacara di Chicago tapi aku belum pernah melihat dirimu, kau tiba-tiba datang kesini sembari mengancam ku!!!!"
"Tuan colinham ada satu hal yang harus anda ketahui, aku bukan berasal dari chicago, dan juga kesalahan ku tidak memperkenalkan diriku terlebih dahulu" Kata don carlo tenang.
"Aku datang dari East bay-_" Terusnya. Kata-kata nya terpotong oleh pertanyaan colinham.
"East bay, siapa nama mu?!!!!"
Don carlo tersenyum tenang, ia kemudian membuka topi fedora yang menutupi wajahnya "namaku Carlo Genovese"
__ADS_1