Omerta: City Of Gangsters

Omerta: City Of Gangsters
Affari Di Famiglia


__ADS_3

Sore hari


Di sebuah mansion mewah di distrik Seven village, tempat tinggal dari orang yang memegang posisi penting dalam keluarga Genovese, Leo Luciano tengah memakai stelan jas berwarna hitam sembari melihat pantulan dirinya dari balik cermin.


Ia tengah bersiap-siap karena Don carlo telah meminta dirinya untuk datang ke kantor. Biasanya ia selalu berada di samping sang Don, tapi dari pagi setelah bertemu dengan wali kota baru Daniel sammuel yang akan masuk kedalam daftar orang yang akan menerima bagian, setelah sebelumnya Don menawarkan uang yang cukup besar bagi walikota itu. Selesai pertemuan itu Luciano langsung pulang ke rumah setelah memberitahu Don carlo hasil kesepakatan nya.


Luciano kemudian Merapikan rambut pendeknya, serta mengencangkan dasi berwarna merah dengan corak hitam di lehernya, setelah mengecek kembali penampilan nya ia kemudian turun dari lantai dua, menyapa istrinya connie Luciano, serta anak laki-laki nya yang baru berusia 15 tahun bernama giovanni Luciano yang tengah membaca sebuah novel di ruang tengah.


"Ada sebuah rapat penting, mungkin aku akan pulang malam" Ucap Luciano sembari mencium kening istrinya.


"Baiklah, jaga dirimu baik-baik" Balas istrinya, tragedi delapan tahun yang lalu masih teringat dalam memorinya, saat itu Luciano hampir tewas dalam percobaan pembunuhan oleh keluarga torento, sebuah tragedi yang membawa East bay dalam peperangan antar 4 keluarga mafia selama satu tahun. Luciano mengangguk mendengar perkataan istrinya, ia kemudian mengambil topi fedora hitam miliknya yang tergantung di sebuah tiang besi di dekat pintu depan. Setelah memakai topi ia lalu membuka pintu rumah, di luar rumah dua orang dengan jaket jubah panjang berwarna hitam tengah berdiri menunggu luciano, mereka adalah para pengawal pribadinya.


"Bagaimana dengan mobilnya?" Tanya luciano sembari berjalan ke gerbang depan rumahnya di ikuti oleh dua pengawalnya di belakang.


"Sudah terparkir di depan tuan Consigluere"


Sesampainya di gerbang, sebuah mobil limousine mewah model L pabrikan Lincoln berwarna hitam mengkilap telah terparkir disana. Luciano lekas naik kedalam mobil tersebut dan duduk di bagian belakang di ikuti oleh dua pengawalnya. Selepas itu mobil itu melaju meninggalkan mansion mewah itu.


#-


Beberapa belas menit perjalanan rombongan Luciano telah sampai di restoran italia milik sang Don, supir kemudian memarkirkan mobil limousine itu di parkiran depan restoran. Luciano keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam sembari di ikuti oleh dua orang pengawalnya.


Leo lekas naik ke lantai tiga dimana ruangan kerja sang Don berada, sedangkan kedua pengawalnya berbaur dengan kelompok genovese yang lain di lantai bawah.


Sesampainya di lantai atas, dua penjaga yang tengah duduk di depan pintu ruangan kerja sang Don reflek melihat kearah luciano, mengetahui siapa yang datang mereka segera membukakan pintu untuk Sang consigluere.


" Buon pomeriggio Don Carlo" Sapa Luciano.


"Selamat sore juga Luciano" Balas Don carlo sembari memberi isyarat dengan tanganya untuk duduk di sofa.


Don carlo lalu mengambil satu botol anggur dari lemari minuman dan meletakannya di atas meja. Ia kemudian duduk di kursi berlengan, sembari menyalakan cerutu di NobIL.

__ADS_1


"Dari dulu sampai sekarang, anda masih tetap menggunakan cerutu itu, apa anda tidak ingin mencoba cerutu havana?" Tanya leo sembari meletakan sebungkus cerutu miliknya keatas meja.


"Aku pernah mencoba itu, tapi cerutu itu membuat tenggorokan ku sakit"


Mereka berdua mengobrol sembari menunggu para letnan datang.


Setelah beberapa menit orang-orang penting dari kelompok genovese telah berkumpul di ruangan kerja Don carlo, dan sekarang mereka tengah duduk di sofa melingkar. Dengan gelas yang terisi anggur di masing masing orang diatas meja, sang Don kemudian membuka pembicaraan.


"Utusan dari D aquila datang kepadaku, mereka menawari kita untuk berinvestasi dalam pembangunan kasino di Brooklyn, mereka bilang aku akan mendapatkan empat puluh lima persen bagian bila kita berinvestasi delapan ratus ribu dollar pada proyek mereka, untuk itu aku memanggil kalian, berikan aku pendapat kalian"


Tessio menjadi yang pertama mengungkapkan pendapat nya "bisnis kasino? Itu sangat menguntungkan aku tidak masalah akan hal itu sepertinya keluarga d aquila bisa di percaya"


Ketiga letnannya ikut mengangguk mendengar pendapat tessio, para capo tampaknya tidak memiliki masalah akan hal itu don carlo kemudian mengambil biskuit dari toples di meja dan memakan nya, pandangan matanya tertuju kepada leo, ia ingin mendengar pendapat dari sang Consigluere.


"Dan menurutmu leo?"


"Sejujurnya pendapatku sama seperti apa yang di utarakan oleh tessio, kasino adalah bisnis yang menguntungkan, kita punya oprasi judi di setiap bar, speaksy dan restauran yang kita punya di West Side, seven village dan harlem, kita juga punya sebagian saham di kasino California semua itu menghasilkan banyak keuntungan, tidak ada salahnya kita berinvstasi kepada keluarga d aquila"


"Lalu kau bisa memberiku sedikit gambaran?" Tanya Don carlo sembari meminum anggur miliknya.


"Empat puluh lima persen serta delapan ratus ribu dollar kupikir kita akan mendapatkan keuntungan setelah tiga atau empat tahun, tapi kalau kasino itu di tambah dengan minuman keras dan juga bisnis lainnya itu akan pulih setidaknya dalam waktu satu atau dua tahun, untuk pengadaan oprasi lainnya anda harus membicarakan nya terlebih dahulu dengan don aquila."


Setelah masa pelarangan minuman keras di Amerika diberlakukan dari tahun 1920 yang saat itu diamanatkan dalam Amandemen Kedelapan belas Konstitusi Amerika Serikat. , penjualan minuman beralkohol di lakukan secara sembunyi-sembunyi, tapi dari aturan pelarangan itulah keluarga mafia mendapat keuntungan besar, mereka membuat,meracik, menyulung serta melakukan penyeludupan minuman keras dari luar, dan menjualnya dengan harga yang tinggi kepada pembeli, meski aturan pelarangan telah berlaku masyarakat masih membeli minuman itu terutama saat musim dingin.


Keluarga mafia meraup untung jutaan dollar dari aktivitas itu, dengan uang sebesar itu mereka bisa membeli hukum, polisi dan politikus di wilayah tempat mereka beroprasi, itulah mengapa di jaman itu alkohol adalah bisnis yang sangat menguntungkan.


"Ada satu hal yang mungkin menjadi masalah, musuh dari d aquila mungkin akan menganggap kita sebuah ancaman, ini sama saja seperti mengukuhkan hubungan kita dengan mereka" Terus leo.


"Aku tertarik dengan bisnis tidak untuk masalah di new York selama mereka tidak menyeret ku kedalam urusan mereka, hubungan genovese dan Aquila hanya sebatas hubungan bisnis tidak lebih dan tidak kurang" Jelas don carlo.


Don carlo kemudian memainkan cincin emas yang terpasang di jari manisnya "apa ada pendapat atau pertanyaan lain?" Leo dan para rezimnya menggelengkan kepala mereka.

__ADS_1


"Baiklah, aku senang mendengar pendapat kalian, sabtu nanti aku akan pergi ke New York untuk pendampingku leo dan kelompok Tessio, setelah itu aku akan pergi ke chicago"


"Chicago?" Tanya leo.


"Ya, ada urusan yang harus ku selesaikan disana,"


"Untuk rombongan anda mau membawa berapa orang dari kelompok ku?" Tanya tessio.


"Dua belas orang itu sudah lebih dari cukup" Balas Don carlo yang di ikuti anggukan oleh tessio.


Selama dua jam kedepan Obrolan mereka mulai berubah tentang rencana ekspansi oprasi di wilayah milik rezim paul. Don carlo ingin menguatkan pengaruh keluarga genovese di distrik harlem, setelah bisnis penyeludupan, serikat buruh, lintah darat dan operasi judi, Don carlo ingin membangun sebuah tempat penyulingan baru di sana yang akan menghasilkan luiqor.


Don carlo kemudian bertanya kepada paul ", apa kau punya tempat yang bagus untuk oprasi kita?"


Paul castelano berpikir sejenak, sebelum akhirnya ia membuka mulut, "Blok apartemen di dekat pelabuhan adalah tempat yang tepat, itu tidak akan menimbulkan banyak kecurigaan"


"Aku serahkan urusan itu padamu, untuk pekerja dan keamanan serta berjalan nya produksi"


"Baiklah"


"Kupikir tidak ada hal yang kita akan diskusi kan lagi, kita akan akhiri pertemuan ini"


Mereka semua lekas berdiri, setelah itu mereka bersulang dan meminum anggur di gelas mereka sampai habis.


"Kalau begitu kami pamit Don" Ucap Tessio yang di balas anggukan oleh Don carlo.


Para rezim lekas keluar dari ruangan, hanya tersisa leo sang Consigluere bersama Sang don di ruangan itu, Don kembali ke meja kerjanya.


"Aku ingin besok kau mengambil uang bersih dari rekening ku, satu setengah juta dollar"


"Anda tidak ingin menggunakan uang kotor untuk ini?"

__ADS_1


"Tidak ini adalah perjanjian resmi, dan juga ada hal lain yang harus aku lakukan" Balas Don carlo. Leo mengangguk paham, ia kemudian duduk di meja kerjanya untuk mengurus pencairan uang yang di pinta oleh sang Don.


__ADS_2