
Luca membawa Michael masuk kedalam gang sempit yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka bertemu, Bajingan kecil itu kemudian melihat ke sekeliling memastikan tidak ada orang lain di tempat ini. Setelah di pastikan tidak akan ada gangguan, Luca mendorong tubuh Michael, Hingga anak itu tersungkur kedalam tumpukan sampah plastik.
"Jangan bertingkah sombong sialan" Bentak Luca sembari mengangkat kerah baju Michael. Memaksa anak itu untuk berdiri kembali.
"Seharusnya kau katakan itu pada diri mu sendiri" Luca mengernyitkan dahi ketika ia mendengar balasan itu dari mulut Michael, Luca tidak menyangka, Ba**ngan kecil ini sudah mulai berani padanya.
"Coba kau katakan itu sekali lagi" Balas Luca sembari mendorong michael ke tembok dengan cukup keras.
'Buakh'
Tanpa menjawab, Michael mengirim pukulan kearah pipi kiri Luca dengan tangan kanan nya, Luca yang terkejut akan gerakan tiba-tiba Michael dengan reflek mencoba mengambil jarak dengan anak itu, tapi sayang sekali tinju Michael telah lebih dulu menghantam wajah nya.
Begundal kecil itu tampak kesakitan, Tangan kanan nya memegang muka bagian kirinya yang mulai membiru, Rokok yang sedari tadi bertengger di bibir nya pun ikut jatuh ke tanah.
Luca tidak pernah menyangka, Michael akan memukul dirinya, Ia bahkan tidak percaya bocah ini berani melawan nya, Michael yang ia ketahui selama ini hanya bocah culun yang patuh, Harga dirinya terasa hancur di hadapan 4 teman nya yang hanya melongo melihat kejadian tersebut.
Michael dengan cepat mengambil langkah ke depan, Sembari mempersiapkan pukulan tangan kanan nya, kearah hidung Luca, tapi sebelum tinjunya menghantam hidung begundal kecil itu, Tangan yang besar dan kuat telah membanting nya terlebih dahulu ke tanah.
Alberto sekarang berdiri di hadapan Michael, tubuh tinggi dan besar nya seakan Mengintimidasi lawan lawannya, Jujur saja Michael mampu mengalahkan Luca kalau si tukang pukul ini tidak ikut campur.
"HAHAHAHAHA!!! " Luca tertawa kesetanan, Ia tahu Alberto akan selalu melindungi dirinya.
"Michael kau tau apa yang telah kau lakukan hah?, Alberto pegang bajingan ini" Perintah Luca.
Alberto menarik kerah mantel Michael, Alberto dengan Tenaga besarnya mengangkat anak itu sampai kedua kakinya tidak menyentuh tanah, ia membalikan tubuh Michael dan kemudian mengunci kedua tangannya agar bocah itu tidak dapat melawan.
Michael tidak bisa melawan, ia kalah tenaga dan kalah jumlah. Dengan senyum yang menyebalkan Luca menghampiri Michael, yang sekarang tidak berdaya itu. Luca mengangkat tangan kanan nya, tangan kanan nya yang sedang mengepal itu di hantam sekuat tenaga ke pipi kiri michael.
__ADS_1
'BUAKH, DUAKH, '
Luca memukuli wajah Michael dengan membabi buta, darah segar keluar dari hidung nya, meski begitu Michael tidak meringis kesakitan sama sekali. Luca berhenti memukuli Michael, ia mulai merogoh mantel michael, mencari uang yang bisa ia ambil.
"Hey lihat ini, 500 sen" Ucap Luca sembari memamerkan uang pemberian Enzo yang Michael simpan di saku mantel kanan nya, Kemudian Luca mulai merogoh saku bagian kiri mantel.
"Wuih apa ini, gelang" Luca kembali memamerkan barang yang ia ambil, melihat hadiah ulang tahun untuk adiknya di ambil tatapan michael menajam.
"Jangan ambil itu sialan!! "
'DUAKh!!!'
tanpa pikir panjang michael menendang tangan kanan Luca saat ia akan memasukan gelang kayu itu ke dalam mantelnya, membuat gelang itu terlempar dari genggamannya.
"Baji**n"
'DUAKH!!!'
"Akhh" Cairan yang terasa asam keluar dari mulut Michael. berbeda saat ia memukuli wajahnya kali ini Tubuhnya terasa menegang, ia bisa merasakan rasa sakit dari pukulan Luca yang sepertinya mengenai lambung Michael.
Kaki nya bergetar menahan sakit, tubuhnya mulai lemas, ia perlahan terpelosok kebawah. Alberto melepas kuncian nya Michael sekarang hanya tertunduk di tanah sembari memegang perutnya.
Luca tidak merasa kasihan sama sekali pada anak itu, justru ia tidak memberinya ampun.
"Ini belum berakhir, kau tahu entah kenapa hari ini kau cukup berani padaku, bahkan sampai memukul wajahku, kau pikir setelah semua ini aku akan melepaskan mu dengan mudah" Ucap luca sembari kedua matanya melotot.
"Sekarang giliran kalian, habisi ba***gan ini, " Perintah Luca pada tiga kawan nya yang sedari tadi hanya diam menonton. Mereka pun Menendangi tubuh Michael bertubi tubi.
__ADS_1
Michael sudah tidak berdaya lagi, ia hanya tertunduk membiarkan mereka Menendangi tubuhnya, anak itu malah memikirkan alasan apa yang akan ia katakan pada ibunya di rumah, agar tidak membuatnya khawatir.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN!!" Terdengar sebuah teriakan anak perempuan dari depan gang.
Sontak saja ke lima begundal itu melihat kearah anak perempuan yang berteriak tadi.
'Bodoh seharusnya kau tidak berteriak seperti itu, dan berjalan seperti tidak melihat apa-apa' ucap Michael dalam hati nya.
sekarang Michael khawatir kepada nasib anak itu, entah apa yang akan di lakukan lima begundal ini terhadapnya ditambah ia tidak akan mampu untuk melawan. Tapi kekhawatiran Michael memudar setelah melihat ekspresi geng Luca terlihat terkejut, dengan rasa penasaran Michael melihat kearah anak perempuan itu yang masih berdiri di sana.
Anak itu memakai pakaian yang "mahal" Sebuah stelan mantel Tailored berwarna coklat yang memiliki harga sekitar 400 dolar dengan topi appolo di kepalanya, rambut dengan warna campuran hitam pirang miliknya terurai sepinggang dan terlihat sangat terawat. Ya anak itu orang kaya.
"Hey tuan putri ini bukan urusan mu, lebih baik pergi dari sini dan bersikap tidak pernah melihat apa apa, ini adalah urusan kami" Ucap luca berharap anak itu enyah dari sini.
"Dasar pengecut, kalian mengeroyok nya bukan, sebagai laki laki kalian tidak jantan sama sekali" Ucap anak itu sembari menunjuk kearah michael.
"Bilang apa kau sialan" Luca mulai tersulut dengan omongan anak itu, tapi michael yakin Luca tidak akan berani bermain kekerasan, melihat status nya dari keluarga berada ia bisa dengan mudah di jebloskan ke penjara anak, kemungkinan dia hanya akan menggunakan intimidasi pada anak itu.
"Astrid di mana kamu?!!!! " Terdengar teriakan seorang perempuan yang kemungkinan ibu dari anak itu.
"Ibu, aku di sini!!!" Teriak anak perempuan itu.
"Astrid sedang apa kamu di sana? "
'TAP!! TAP!!!' terdengar langkah kaki dengan tempo cepat yang semakin dekat.
"Orang tuanya datang Luca" Ucap Alberto, Luca kemudian melihat kearah Michael.
__ADS_1
"Michael kali ini kau lolos aku akan melupakan apa yang kau perbuat tapi lain kali kau berani memukul ku lagi, mampus" Ucap luca sembari menunjuk kearah michael, kemudian ia melihat kearah 4 teman nya.
"Kita cabut" Setelah mengatakan itu ke lima begundal itu pergi dengan tergesa-Gesa. Meninggal kan michael yang tertunduk tak berdaya, sembari menahan sakit di perutnya.