
Usai dari toilet, Anne berjalan menuju hidangan yang telah tersedia dia tampak kagum dengan hidangan yang beraneka ragam.
Dia punya rencana akan mencicipi semua hidangan yang tertata dengan pandangan yang mengiurkan.
" woow sepertinya aku harus mencicipi semua, ucapnya dalam hati.
Dari kejauhan Thomas Qin melihat Anne dengan wajah expresi lucu, karena Anne begitu semangat mencicipi hidangan. Hatinya mulai berdegup kencang lagi saat melihat Anne.
Dia mulai melangkah mendekat ke tempat Anne.
Thomas Qin : Halloo apa kabar ?
Anne : baiiik ucapnya sambil mulutnya masih penuh dengan makanan. Hatinya tiba tiba dag dig dug di saat melihat Thomas.
Thomas Qin terkekeh melihat mulut anne yg penuh makanan, Anne tidak merasa malu ato jaim di depan tamu lainnya.
" hmmmm wanita ini semakin menggemaskan, dan aku makin penasaran aja " ucapnya dalam hati.
Anne cepat cepat menghabiskan makanan yang ada di mulutnya lalu mulai berbincang dengan Thomas Qin. Hatinya sangat bahagia mendapatkan teman di pesta ini.
Anne : tuan maaf tadi saya kurang sopan.
Thomas Qin : hahaha tidak apa apa, kamu memang menggemaskan dengan mulut bundarmu.
Anne : hahaha terimakasih atas pujiannya, dengan wajah memerah lalu beranjak untuk menikmati hidangan lagi.
Thomas Qin : apa boleh saya menemani makan hidangan ini bersamamu ?
Anne : sungguh ? Kau mau menikmati hidangan sampai aku kenyang ?
Thomas Qin : tentu saja saya akan menemanimu sampai kau menghabiskan semua hidangan yang ada di sini.
__ADS_1
Anne : baiklah... ayoo anne mengambil piring kecil dan mengambil makanan satu persatu.
Thomas Qin ikut mengambil makanan yg berbeda dengan Anne. Setelah dirasa cukup mereka menuju meja untuk menikmatinya.
Thomas membuka pembicaraan lagi agar tidak ada kekakuan di antara mereka.
Thomas Qin : ooo iyaa kenapa kamu tidak pernah menghubungiku ?
Anne : maaf saya masih malu, kalo menghubungimu duluan.
Thomas Qin : baiklah saya akan mulai mengubungi mu duluan bagaimana?
Anne : baiklah ku tunggu chat dan tlpmu..
Thomas Qin : yeees, bagaimana kabar anakmu ?
Anne : maksudmu Kenzo ?
Thomas Qin : iyaa Kenzo, apa kabarnya?
Thomas Qin terkekeh melihat kepercayaan diri anne begitu tinggi.
Anne : dia makin pintar, lincah dan bicaranya sudah sangat lancar. Kapan kapan datanglah kerumahku biar kamu tahu begitu lucunya dia.
Thomas Qin : sungguh aku boleh ke tempatmu ?
Anne mengangguk dan menikmati makanannya lagi.
Thomas Qin : terimakasih, bila saya ke rumahmu saya akan beritahu.
Thomas Qin : bagaimana kalo kita jalan jalan menghirup angin sebentar ?
__ADS_1
Anne : baiklah, ayooo.
Mereka pun berjalan menuju taman namun langkah Anne terhenti karena sepatu high heel membuat kakinya terkilr saat akan terjatuh Thomas Qin menangkap bahu Anne dan kejadian buruk terjatuh pun dapat terhindari.
Anne menatap lekat wajah Thomas Qin, ini kali pertama dia menatap lekat ternyata wajah Thomas Qin mirip dengan pangeran Wangki.
Anne tersenyum dan berwajah merah mengingatnya. Hatinya dag dig dug. Karena jarak pandangnya semakin dekat dengan Thomas Qin.
Thomas Qin ; kamu tidak apa apa?
Anne : maaf tiba tiba kakiku terkilir.
Thomas Qin : bagaimana kalo ku gendong?
Thomas Qin akan menggendong ala bridal namun Anne menolaknya.
Anne : aku ingin di gendong di punggungmu saja.
Thomas Qin : baiklah, ayoo naik..
Anne mendekati dan di gendong di punggung Thomas Qin
Anne : apa aku berat ?
Thomas : tidak, kamu masih ringan..
Anne : terimakasih sudah mau menggendongku.
Thomas Qin : jangan sungkan, aku akan membawamu ke kamar hotel, biar kakimu di tangani dokter.
Anne : baiklah, terimakasih..
__ADS_1
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa
Jangan lupa like dan comentnya...