OMG.... PUTRI

OMG.... PUTRI
Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan putri anne di kawal marendra dan marindra mereka saling bercanda ria , tiba tiba langkahnya terhenti melihat mahendra bersama kaila berjalan menuju istana ibu suri.


Mereka bertemu tepat di antara kolam yang besar.


Mahendra menatap kerinduan pada putri anne, dia ingin menarik dan memeluk putri anne. Sedangkan kaila menatap kebencian pada putri anne.


Mahendra : salam putri anne


Putri anne : salam juga pangeran mahendra dan kaila. sambil memberi hormat.


kaila menatap putri anne dari ujung rambut sampai ujung kaki, " wanita jalang ini apa bagusnya ucapnya dalam hati. lalu mendengus


Putri anne menatap mahendra, hatinya terasa sakit, bagaimana pun dia adalah cinta pertamanya yang kandas. Hatinya seolah di tusuk tusuk melihat mahendra dan kaila berjalan bersama, kamu harus kuat anne, harus kuat ucapnya dalam hati.


Putri anne melemparkan senyuman yang terbaik buat mantan suaminya, walau hatinya menangis.


Mahendra juga seolah mengerti perasaan putri anne, dirinya juga merasakan hal yang sama.


Saat putri anne lewat saling berhadapan dengan kaila, dengan niat jahat kaila, dia sengaja mendorong dengan kuat bahunya menyentuh putri anne.


Namun sayang dorongan itu tidak berhasil, karena marendra adik mahendra langsung menyelamatkan putri anne. Dan kaila tersungkur masuk kolam huaaaaaa dasar kamu jahat anneeee, kamu yang mendorongku sambil berteriak, menyalahkan putri anne.


Mahendra diam membatu tidak menolong kaila. Dia menatap putri anne, hatinya merasa senang putri anne selamat. Syukurlah kamu selamat sayang ucapnya dalam hati. Walau hatinya luka yang menyelamatkan putri anne bukan dirinya.


Marindra : heii kamu yang jahat, kamu yang mau mencelakai putri anne, tapi sayang karma menimpamu.

__ADS_1


Marendra : tolong jaga prilakumu selir kaila.


Mahendra tersadar akan apa yang telah kaila lakukan, dia sangat malu akan perbuatan kaila, dengan cepat dia memanggil pengawal untuk menolong kaila. Mahendra pun ingin secepatnya meninggalkan kaila " saya pamit menuju istana ibu suri " ucapnya pada kaila sambil berlalu


Kaila makin kesal, "aaaaah" sambil memukul mukul air di kolam, karena suaminya tidak menolong di depan putri anne. Dia semakin kesal akan sikap suaminya yang meninggalkannya.


Putri anne dan kedua adik mahendra meninggalkan kaila menuju istana putri anne.


Sepanjang perjalanan menuju istana ibu suri, mahendra merasa hatinya sakit, teringat masa masa indah bersama putri anne , dia kesal putri anne bisa bercanda ria bersama ke dua adiknya.


Saat sampai di istana ibu suri, mahendra tertegun melihat ibu suri yang sakit sedang bercanda dengan anak kecil. Tampak ibu suri sudah sedikit membaik dari sakitnya.


Mahendra : ibu suri siapa dia ?


Ibu suri : dia anaknya putri anne


Tiba tiba mahendra teringat saat memasak dengan putri anne yang masakannya tidak bisa di telan. Dia tersenyum lalu bersedih lagi.


Mahendra memijit kaki ibu suri. Wajahnya menunduk sedih dan malu.


Ibu suri : kamu sudah bertemu putri anne?


Mahendra : sudah


Ibu suri : sudahlah ... kamu jangan bersedih, mungkin ini awal pembelajaranmu. Mencintai itu tidak harus saling memiliki. Sambil mengusap kepala mahendra.

__ADS_1


Mahendra hanya terdiam dia sangat menyesalinya dan tampak mengeluarkan butiran bening di matanya.


Putri anne dan ke dua adik mahendra sampai di kediamanya. Yudista menyambutnya, karena putri anne pernah bercerita kalo kedua adik mantan suaminya sangat baik.


Marindra : salam pangeran, senang bisa bertemu.


Yudista dan wangki menyambut kedua pangeran itu.


Mereka sangat bersahabat sampai larut dalam obrolan.


Sementara 2 orang yang selalu memantau putri anne tidak bisa bergerak bebas, karena pengawal bayangan di negri kerajaan atas awan sangat banyak dan ketat, akhirnya mereka sementara kembali ke tempat asalnya.


Di kediaman kaila, dia yang sedang kesal seperti biasa menghancurkan barang yang ada di rumahnya " grrrrrr awas kamu anne akan ku buat kamu menderita ucapnya dalam hati. Para pelayan sibuk membereskan pecahan pecahan barang yang di lempar kaila.


Sebagian Para pelayan panik mereka sangat ketakutan biasanya setelah melempar barang kaila akan menyiksa mereka.


Dalam situasi seperti ini para dayang ingin berlari menuju kediaman putri anne untuk melayaninya.


Namun sayang putri anne hanya sementara tinggal di istana negri awan.


Mahendra mulai terhibur dengan adanya kenji yang lucu. Dia diam lebih lama di kediaman ibu suri menikmati kebersamaan dengan kenji dan ibu suri.


Kenji : paman kamu jangan bersedih sambil tangan mungilnya meraup wajah mahendra


Mahendra lalu mememeluk kenji, " terima kasih sayang , sudah mau menemani nenek"

__ADS_1


kenji mengangguk. Sekarang mahendra mengerti putri anne mengadopsi kenji karena ingin menghibur hatinya. Kenji merupakan obat buat kesedihan ucapnya dalam hati.


Jangan lupa like dan comentnya yaaa


__ADS_2