
Pengendalian hipnotis telah berhasil di lalukan putri anne, dia merasa bersyukur perang sudah usai.
Namun tiba tiba siuuut ada 1 tombak mengejar ngejar putri Anne.
"WuuAaaaahh tolong ...... kata putri anne sambil berlari lari.
Mahendra dan para prajuritnya saling terkejut dan mulut menggannga.
Putri anne bisa mengendalikan ribuan anak panah dan tombak tapi dia tidak bisa mengendalikan 1 tombak.
Putri anne masih berlari dan tombaknya ikut berlari, putri anne berjalan melambat tombakpun ikut melambat.
Hos hos napas putri anne ngos ngosan lalu dia terduduk di tanah.
" Udaaah aah cape, kamu jangan mengejarku lagi. Ucap putri anne ke tombak.
Si tombak seolah mengerti dia mengikuti ucapan putri anne . Tombak itu diam di udara sejajar dengan kepala putri anne yg lagi duduk, dia mengikuti kemanapun putri anne bergerak.
"Ahaa putri anne baru tersadar kalo tombak itu bukan untuk menyakitinya.
Lalu tangan putri anne mengambil tombak itu. "Baiklah karena kamu yang memilihku.
kamu akan ku beri nama,"
Lalu putri Anne bertanya ke tombak itu sambil melepas tombak,
"kamu hanya perlu memberitahuku kalo kamu tombak perempuan kamu kesisi tangan kanan, kalo kamu tombak laki laki kamu ke sisi tangan kiri."
Tombak itu melesat ke tangan sebelah kanan.
"Oooo kamu tombak perempuan, baiklah kamu ku beri nama mira, si tombak itu sangat senang dia sudah punya nama.
"Baiklah sekarang kamu pergilah, saat ku butuhkan kamu harus datang yaa?" Tanya putri pada tombaknya
Tombak itu seakan akan mengerti lalu dia menghilang.
Putri anne masih terduduk di tanah dia kelelahan setelah dari tadi kucar kacir.
Mahendra tersadar, dia bukan menolong istrinya yang lagi di kejar tombak, malah bengong bersama dengan prajuritnya.
"Sayang kamu dimana? " teriak Mahendra panik. Dia pun mencari istrinya, para prajurit pun ikut mencari putri anne.
Namun tak berapa lama mahendra menemukan istrinya, dia sedang terduduk di tanah lalu Mahendra menghampirinya.
__ADS_1
"Sayang maafkan aku tidak melindungimu, apakah ada yang terluka? Tanya Mahendra
Putri anne menggeleng, mahendra lalu mengendong putri anne ala bridal style menuju ke kediamannya.
Sepanjang perjalanan napas putri anne masih terdengar cepat, mahendra mencium pucuk kepala istrinya.
Karena kelelahan putri anne tertidur di gendongan Mahendra.
Mahendra tersenyum," sayang kamu memang jago tidur "
Putri Anne sudah mempunyai kegiatan baru yaitu belajar panah dan pedang.
Mahendra dengan sabar mengajari istrinya setiap hari.
"Ayo ubah posisimu di saat bermain panah ucap Mahendra.
Putri anne pun merubah posisi tubuhnya seperti Mahendra.
Baiklah tarik anak panahmu dan matamu fokus mellihat ke sasaran dan lepas ucap mahendra. Dan siiuuuuuut... traak anak panah tertancap di papan panah, tepat di bagian tengah lingkaran.
"Hebaat kamu cepat sekali belajar sayang, ucap mahendra sambil bertepuk tangan.
Putri anne sangat senang sampai lompat lompat lalu memeluk suaminya, " makasih sayang kamu sudah mengajariku.
Mahendra pun membalas pelukan istrinya.
Besok kita latihan pedang ya sayang ucap putri anne.
Maendra mengangguk lalu mereka kembali ke kamarnya.
Hari hari berlalu Mahendra selalu mengajari istrinya bermain pedang sampai istrinya menjadi seorang yang ahli dalam bermain pedang.
4 bulan sudah putri berada di camp perbatasan bersama Mahendra, semenjak mahendra terluka. Putri sudah menguasai ilmu panah dan ilmu pedang.
Mahendra sangat bahagia atas keberhasilan istrinya yang dengan cepat menguasai ilmu panah dan pedang dalam waktu singkat.
"Sayang kamu sangat pintar lalu memeluk putri anne.
Putri anne terseyum bahagia,
Cup
Cup
__ADS_1
Cup
Cup
Semua wajah putri anne di cium Mahendra.
"Jaga kesehatan sayang, aku tidak mau kamu jatuh sakit
Putri anne hanya mengangguk.
Dan dia berjannji akan menjaga kesehatannya sebaik baiknya.
Mahendra masih memeluk istrinya, dia lalu membawa istrinya keluar untuk menghirup udara.
Tiba tiba siiuuuuut mahendra mengajak terbang putri Anne keistana.
Putri anne sangat senang di ajak terbang lagi. Kali ini putri anne menikmatinya dengan penuh romantis. Dia memeluk erat suaminya, kepalanya bersandar di dada lapang berotot suaminya.
Mahendra sangat bahagia menikmati kebersamaan dengan istrinya.
"Sayang kita sudah sampai, kita menghadap ibu suri.
Putri anne mengangguk, lalu mereka pun menghadap ibu suri.
"Neneeek sapa putri anne sambil memeluk putri anne.
"Ooo kamu sudah kembali sayang? Sambil memeluk dan membelai rambut putri Anne.
Mahendra tersenyum melihat adegan putri anne dan neneknya.
Harusnya neneknya lebih memihak padanya, karena aku adalah cucu kandungnya.
"Ayoo duduklah, angin apa yang membawa kalian kesini? Tanya ibu suri.
Mahendra : istriku sudah mengusai ilmu pedang dan ilmu panah.
Ibu suri : oow senengnya sambil memeluk putri anne. Oooh iya katanya musuh di perbatasan sudah menyerah ?
Mahendra : betul ibu suri. Itu semua berkat istri saya, sambil tersenyum pada istrinya.
Ibu suri : baiklah bulan depan kembalilah kalian ke istana.
Putri anne dan mahendra "baiklah" merekapun pamit undur diri.
__ADS_1
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa
Jangan lupa like dan coment nya yaaa ....