
Rangga yang sedari tadi terlihat gugup tatkala melihat citra yang memarahi nya.
Rangga melihat sisi lain dari citra yaitu penyayang dan jiwa keibuan, Iya kira citra hanya gadis cupu yang tdk bsa melakukan apa apa ( Enak aja perempuan itu bisa melakukan apa saja Rangga ingat itu heheheh author jadi greget π€£).
Rangga memandagi citra sedetail mungkin rangga terlihat pakai baju kasual warna hitam dan levis hitam disertai kacamata hitam pekat.
Citra yang berjalan menuju belanjaan nya yang terhambur ia tdk sadar tdi melapskan beljaan nya begtu saja,
" Aduhh jadi berantakan jadi nya ,citra bergegas membereskan beljaan nya dan berjalan ke arah rangga dan Chika.
" Bunda jangan pergi, aku ingin bersma mu, ucap cika yang berlari memeluk paha citra, citra yang terkejut dan heran degan ucapan cika yang selalu menyebutnya bunda
," Rangga yang sangt heran dan terkejut dengan apa yang ia lihat dan dengar dari putri nya ia syok tatkala mendgar sebutan BUNDA, kenapa beby menyebut nya Citra degan sebutan bunda batin rangga dengan oenuh pertanyaan.
" Haii anak pinter yang cantik, kaka bukan bunda kamu syang, panggil aku sebutan kaka yah, ucap citra dengan lembut dan tersenyum manis ke arah anak itu sambil mengusap kepla cika,
"Chika yang merasa mendapatkan kasih sayang seorang ibu merasa nyaman dan tidak ingin berpisah dengan citra,
__ADS_1
" Cika yang menanti selama bertahun tahun belaian kasih sayang seorang ibu, dan sekarng ia bisa mersakan belaian kasih sayang ibu dari Citra.
"Rangga mendekati ke cika dan citra, lalu membuka kaca mata nya,
"Spontan citra sangat kaget melihat laki laki yang berdiri di hadapan nya itu refleks citra langsung mundur dan menundukan kpla nya,
" Maaf tuan, saya tidk tau kalo anda.... belum selsai ucapan citra, Rangga langsung memotong pembicaraan citra smabil mengangkat tangan nya
," Hemm tdk apa apa, sya berterimakasih karna kamu sdh menyelamatkan anak sya,
"Cika yang melihat citra heran karna sedari tadi memandagi ayah dan diri nya secra bergantian.
"Apa bunda mau ikut bersama ku pulang ke rumh omah, ucap cika dengan penuh harpan dan mata yang berkaca kaca.
Apa aku bisa memanggilmu dengan sebutan Bunda tanya cika lagi dngan mata berkaca kaca dan bibir bergetar.
" Rangga yang melihat anak nya seprti menunggu harapan penuh, ia melihat ke arah citra, rangga kanget melihat citra menitikan air mata dan memandangi putri nya dengan mata sayup dan rangga merasa bahawa putri nya sudah menemukan berlian yang selama ini ia cari cari.
__ADS_1
"Citra ingin menolak tapi ia kasihan dengan anak itu,
"Kemana sayang, nanti ibu mu mencari keberadaan mu dsni. Ucap citra dengan sangat lembut.
Lalu buat apa kamu memanggilku dengn sebutan Bunda syang, kan kamu punya ibu, sambung citra lagi sambil memengangi kedua pipi cika dan mengusap nya pelan.
"Cika tidak bisa lagi menahan air mata nya ia menagis sejadi jadi nya dan berbakik memeluk ayah nya.
"Citra mersa bersalah telah mengecewakan anak yang berda di dpan nya, apa ada yang slah sma ucapan ku barusa, sperti nya tdk ada yang slah, kan tadi dia menyebut ibu..ibu..ibu.. batin citra yang heran, Lalu rangga memengang lengan citra ia mengisyaratkan ikut bersma nya,
" Citra yang tdk mengerti dan heran, apa yang di maksud rangga ( Disni Citra belm tau nama Rangga yah guys,citra cuman tau nama rendi dan pak aldi.),
" Nanti aku jelaskan, tapi kamu harus ikut dulu bersama ku ucap rangga pelan karna putti nya tdk berhnti mengis,
"Citra hanya mengangguk, yah mau bagaimna lagi ia kasiahan dengan anak itu. terpaksa ia harus ikut bersma rangga dan cika.
Gimna nih seru gak, Maaf yah kalo ada penulisan yang slah slah, mohon di maklumin, Dukung author terus yah teman temanπ€ππ»ππ»π
__ADS_1