
* Di Apartement Melda*
" Citra dan Melda, Baru selesai makan malam, citra sama sekali tidak mengeluarkan satu kata pun.
" Melda yang memperhatikan citra begitu berbeda hari ini. "Kenpa citra tiba tiba jadi pendiam yah, padahal kan dia yang paling cerewet dan gidak pernh diam, batin melda begitu heran dengan sikap citra hari in.
"Setelah membersihkan piring piring kotor, Citra langsung mesuk ke dalam kamar dan langsung tidur tanpa memperdulikan Melda. "Melda yang melihat sangat cemas kepda sahabat nya itu. lalu melda menghampiri Citra di dalam kamar.
" Ada apa sih cit, sikap kamu sangat berbeda hari ini, Tanya melda dengan nada cemas.
"Ngak apa apa mel, aku hanya lelah bekerja seharian, Besok aku ngak masuk kerja dulu, jawab Citra dengan suara serak menahan tangis nya.
Melda yang mendegar suara citra berbeda, Langsung membalikkan badan citra, melda pun heran kenpa citra menagis. " Kamu kenpa sih Cit, cerita aja, sapa tau aku bisa bantu, ucap melda begtu cemas.
" Citra yang tidak tahan lagi langsung memeluk melda begitu erat dan menagis sejadi jadi nya.
Melda tambah binggung ada apa dengan Citra. melda hanya membalas pelukan citra sambil menenangkan nya sambil mengelus elus punggung citra. " Ayo cerita aja cit, aku akan mendengarkan mu, ngak baik kalo kamu memendam nya sendiri ucap melda setelah melepaskan pelukan nya dan memengangi pundak Citra.
" Citra yang masih menagis tersedu sedu. " Ngak apa apa mel, aku hanya lelah saja, aku baru merasakan betapa lelah nya bekerja, ucap citra berbohong.
"Bukan itu kan alasan nya cit, aku tau, mata mu tidak bisa berbohong. ucap melda serius.
"Serius mel, sudah lah aku ingin beristirahat ucap Citra yang enggan memberitahu kan masalah nya itu bersma Rangga. ia merasa sangat tidak pantas jika aib kita sendiri di beritau kan ke orang.
__ADS_1
"Melda hanya diam dan tidak ingin lagi melanjutkan pertanyaan, lalu keluar dari kamar dan menuju wastafel untuk mencuci piring kotor.
*Di kediaman Rangga.
"Rangga terduduk termenung di balkon rumah nya di lantai 3 tatkala mengingat kejadian yang terjadi waktu di ruang pribadi nya.
Lalu rangga mengambil ponsel nya dan langsung menghubungi Citra, ia ingin meminta maaf ke kepada Citra.. Tentapi Ponsel citra tidak bisa di hubungi, ia mencoba beberapa kali menghubungi citra tetapi sama saja ponsel citra tidak bisa di hubungi. Rangga yang hawatir langsung mengambil jaket dan kunci mobil nya.
Lalu ia berjalan menuju ke kmar Cika untuk memeriksa keadaan cika. Setelah sampai di kamar cika, Rangga membuka pintu cika perlahan dan mendapati cika sudah tertidur. Lalu Rangga menutup kembali pintu kamar cika. Lalu ia turun dan berjalan menuju mobil. Rangga mengendarai mobil nya melaju sangat tinggi., menuju ke apartemen Melda.
" Apa yang terjadi pada mu cit, batin Rangga sangat Cemas. " 30 menit kemudian, Rangga telah tiba di apartement Melda ia berjalan sangat cepat menuju Kamar 14A, di mana Melda dan Citra berada. Setiba di depan kamar Melda. Rangga langsung membuyikan bell yang berada di hadapan nya berulang kali.
"Siapa sih, tengah malam begini, apa ngak ada pekerjaan lain apa, lirih Melda sangat kesal. Lalu melda membuka pintu nya, ia langsung terkejut dengan apa yang di lihat di depan nya. Mata melda membulat sempurna dan mulut sedikit terbuka.
" Apa citra sudah pulang tanya Rangga dengan wajah serius dan cemas.
" o...oo..oh... iya a...a..ada di da...lam., jawab Melda terbata bata sambil menujuk ke dalam.
"Rangga tidak menunggu lama lagi, dia langsung masuk tanpa permisi lalu berjalan cepat, Ke arah Kamar Melda. dan langsung membuka pintu dengan sedkit gugup.
" Melda yang melihat hanya diam dengan muka syok mulut sedkit terbuka.
__ADS_1
"Rangga langsung berjalan menuju tempt tidur Melda, ia mendapati Citra tertidur dengan mata sembab, Rangga merasa sangat kasian melihat ke keadaan Citra seperti itu, ia tidak sadar air mata nya menetes tatkala melihat citra tertidur dengan mata sembab.
" Melda hanya memperhatikan mereka dari depan pintu kamar, sesekali melda binggung. " Ada apa sebenar nya, apa yang telah terjadi pada Citra dan Pak Rangga batin Melda sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Rangga langsung duduk di tepi ranjang dan memperhatikan Citra yang tertidur,
" Maafkan aku citra, aku sungguh menyesali nya, maafkan aku, batin Rangga menyesali perbuatan nya, Lalu Rangga menyelipkan anak rambut citra ke belakang.
" Melda yang melihat tambah Syok"
"Citra yang merasa wajah nya ada yang menyentuh, lalu membuka mata nya perlahan, Citra sangt kanget melihat Rangga yang berada di hadapan nya. Seketika Citra langsung bangun dan mendorong Rangga begitu kencang.
*Brrruukk...
"Melda yang melihat, Sangat keget dan tidak percya, citra begitu kasar ke pada Orang yang di segani se indonesia itu bahkan Di luar negri sekali pun. "Melda hanya terdiam seperti patung, ia tidak ingin mengikut campur masalh Citra dan Rangga.
" Kenpa kamu disni, keluar... teriak Citra kepada Rangga.
" Citra, tolong dengar kan aku, sekali saja., ucap Rangga sambil memohon kepada citra.
"Ngakkk... aku ngak mau.... aku mohon keluar lah dari sini, teriak Citra lagi sambil menagis histeris sambil menutup telinga nya..
"Melda yang sangat syok, ia memilih untuk ke ruang tamu, ia tidak ingin ikut campur dalam masalah Citra dan Rangga.
__ADS_1
*Terimakasih kepada teman teman yang sudah ikuti cerita ku. jangan lupa like,vote dan tambahkan ke daftar favorit.❤❤❤