Orang Tua Sambung

Orang Tua Sambung
Eps 34


__ADS_3

Lalu Rangga, kembali menge*up kening citra sangat lembut. dan merapikan lagi kimono yang di pakai citra.


" Tidurlah.. Aku akan tidur di luar ucap rangga sambil mengelus elus pucuk kepala citra , lalu beranjak keluar menuju sofa.


"Citra yang mendengar perkataan Rangga hanya terdiam. ia meratapi punggung Rangga yang sudh keluar dari kamar nya.


" Aku ngak tau perasaan ku Ran, Perasaan ku mengatakan aku tidak ingin kehilangan mu. Di sisi lain mungkin kamu hanya menuruti na*su mu bukan perasaan mu. Batin Citra dengan mengeluarkan air mata nya, lalu tertidur.


" Di Sofa"


" Terlihat Rangga sedang merebahkan badan nya dengan tumpuan tangan nya menjdi ganjalan kepala nya. Sesekali ia menoleh ke arah pintu.


" Aku mencintai mu cit, tapi aku ngak tau perasaan mu, apakah kamu mencintai ku atau tidak. batin rangga dengan mata terpejam.


" Aku akan berusaha, menjaga perasaan ku ke pada mu cit mulai sekarang, Batin Rangga, terlihat di ujung pelupuk mata nya mengeluarkan air bening dan menetes ke arah telingan nya.


" Aku tidak ingin lagi tersakiti lebih dalam, sambung batin Rangga.


Lalu Rangga akhir nya tertidur.


*Di Pagi Hari.


Jam sudah menunjukkan jam 10:25


Rangga yang terbangun dengan sinar matahari yang terpantul dari jendela kaca. ia labgsung mencari ponsel nya dan ia sangt kaget tatkala melihat jam yang ada di pinsel nya sudah menunjukkan jam 10:25 pagi.


"Rangga langsung beranjak dari sofa lalu berjalan menuju kamar untuk melihat citra. Rangga yang sudah membuka pintu tiba tiba kaget ia tidak mendapati citra, ia hanya melihat tempat tidur nya sudah rapi. Lalu ia mencari citra di dalam kamar, ke bathroom tetapi tidak ada, Lalu rangga keluar dengan berlari ke arah Dapur dan ruang makan, tetapi tidak menemukan citra. Pandangan Rangga tertuju ke arah meja makan, ia mendapati sarapan yang sudah di siapkan oleh citra. Lalu Rangga berjalan cepat ke arah meja makan, ia melihat semua hidangan yang sudah di masak oleh Citra. Lalu pandangan nye tertuju ke selembar kertas yang tak jaub di tanga nya. Rangga pun mengambil nya lalu membaca isi surat Citra.


" Aku mengenalmu tanpa sengaja, dan Aku mencintaimu secara tiba tiba :')


" Dan Aku tidak ingin berharap Berlebihan, Karna Yang Hadir Belum Tentu Takdir :'( , Sedangkan Yang Takdir Pasti Tentu Hadir. :)


" Mungkin aku di lahirkan Hanya Untuk bertemu dengan mu Bukan untuk Bersatu :')


"See you next time Ran :)


Rangga Yang membaca nya seketika mencengkram kuat rambut nya frustasi, lalu ia berlari ke arah lift dan menuju ke arah parkiran. Dan melaju cepat ke apartemen Melda.


"Rangga yang tidak bisa lagi berfikir, ia sesekali memukul stir mobil nya itu dengan penuh emosi. Terlihat Rangga menitikan air mata nya.


Setiba di Apartemen Melda, Rangga langsung berjalan ke arah Resepsionis dan menanyakan Kunci Apartemen Melda,


"Apa ada kunci apartemen 14A. tanya Rangga ke pada resepsionis di sana.


"Oiya Pak ada, jawab resepsionis lalu menyerahkan Kunci apartemen melda.


Tetapi Rangga tidak mengambil nya, Lalu bertnya lagi.


"Siapa yang menitipakan kunci ini mba, tanya rangga dengan Serius.


" Oh tdi waktu jam setegah 9 , teman Nyoya Melda menitipakan kunci ini ke resepsionis pak, jawab Resepsionis itu. Mungkin dia sudah pulang pak, karna saya liat dia membawa tas pakaian nya.

__ADS_1


Rangga yang mendengar jawaban Resepsionis itu, Langsung mencengkram kuat rambut nya frustasi sambil menahan air mata nya.


"Apa ada nomor ponsel pemilik kamar 14A , tanya Rangga dengan serius, dengan sorot mata sangat tajam.


Seketika Resepsionis itu sangat ketakutan.


" iii...ya.. a...da pak.. jawab Resepionis dengan terbata bata.


" Cepat..!!! saya tidak memeliki waktu lagi., teriak Rangga ke pada Resepsionis itu.


". I...ni.. pak, maa...maaff. ucap Resepsionis itu dengan sangat ketakutan. Lalu Rangga mencatat nomor ponsel Melda. Lalu menepon nya.


Sambungan Terhubung...


....Deeerrtt...Deeerttt..Deeertt...


Getaran Ponsel Melda, Lalu Melda mengambil dan menjawab panggilan itu.


" Iya halo, ini dengan melda dari perusahaan CHOMPION. ada yang bisa saya bantu.


Ternyta Nomor melda yang di masukakn ke dalam buku telpon Pemilik Apartemen itu nomor khusus nomor Telpon Kantor.


" Rangga hanya Heran.


" Citra sma kamu ngak melda. tanya Rangga dengan serius


"Haaaa.. Citra... Bukan nya sama anda tuan, jawab melda binggung.


"Haaa, apa !!!!! dia tidak bilang sama saya Tuan. ucap Melda hawatir.


Lalu Rangga memutuskan panggilan telpon nya secara sepihak.


Tuuuutt.


" Kenapa di matiin, belm juga selesai udah di matiian aja. Lirih Melda kesal.


" Kemana kamu cit, Kamu dasar be*o citra batin Melda campur aduk.


Lalu melda pergi untuk mencari Citra.


Citra Sedang berada di Bandara melakukan Chek-in.


Lalu Citra lupa mengaktifkan ponsel nya yang ia matikan sebelum meninggalkan Apartemen Melda.


"Citra menelpon Melda, untuk berpamitan .


Suara ponsel melda berbunyi.. Melda langsung mengambil dan meangkat Telpn dari Citra.


"Halo Cit kamu di mna, ucap melda pura pura ngak tau. karna dia tidak ingin merusak rencana nya bersama Rangga.


" Iya mel,, emm aku mau pamit pulang mel, sekarang aku sudh di bandara, ucap Citra dengan suara menahan air mata nya.

__ADS_1


"Haaah, kok bisa cit, ucap melda pura pura kaget, Sebenarnya ia sangat hawati kepada Citra.


"Tunggu aku cit, aku ingin menemui mu uvap melda,, kamu kenapa sih tiba tiba mau pulang sambung melda lagi.


"Eeemm ngak apa apa mel ucap Citra dengan mata berkaca kaca. Oh iya mel kalau Pak Rangga mmencari ku, bilang aja ngak tau yah mel, sambung Citra.


Rangga dan melda saling melirik dengan tatapan tidak bisa di artikan. Ia dan Rangga sudah di jalan menuju ke bandara, memakai Mobil Melda.


"Ohh, i..iya cit, ucap melda terbata bata. Aku sudh di jlan cit menju bandara, 2 menit lagi sampai, tunggu aku yah cit, sambung melda.


Lalu memutuskan sambungan telpon nya.


Rangga dan Melda, hanya terdiam tidak ada perkataan.


"Kamu, langsung menemui citra di dalam aku menunggu di mobil saja, ucap Rangga kepada melda.


"Kenpa pak, apa bapak tidk mau menemui citra untuk terakhir kali nya, apa bapak membiarkan citra begitu saja. sambung melda tanpa jeda.


"Rangga spontan menoleh ke arah melda dengan sorot mata sangt tajam.


Melda yang melihat mata rangga langsung menutup matanya sambil membukkukan kepala nya.


"Ma..ma..kaaf tuan. Ucap melda ketakutan


"kamu usahain bujuk Citra keluar dari bandara, bagaiman pun cara nya, lalu bawa dia ke mobil mu. Aku tidak mau tau, kamu harus membatalkan penerbangan Citra. Kalo tidak Aku akan menghabisi mu. ucap rangga kepada melda dengan sedkit kretak.


"Citra yang mendengar, ketakutan, seluruh badan nya langsung bergetar seketika.


"Citra yang menunggu melda di loby bandara



" Aku di sini mel, kata citra lalu mengirimkan posisi nya nya .


"Melda yang melihat, sedkit tenang. Tatakala melhat posisi citra yang tidak jauh dari loby bandara. Melda langsung Tersenyum.


Rangga dan Melda sudah sampai di Depan Bandara. Lalu Melda langsung berjalan sesekali berlari masuk ke arah loby, Iya mencari ke beradaan citra, lalu pandangan nya tertuju ke seseorang yang tak jaih dari tempat nya berdiri.


Lalu melda berlari memeluk citra.


Melda memeluk Citra


Citra membalas pelukan melda.


"Cit kamu knapa sih jadi kek gini, tanya Melda dengan mata berkaca kaca.


"Ngak apa apa mel, jawab citra sambil menahan air mata nya.


" Rangga yang menunggu Di mobil sesekali menoleh ke arah loby, ia menunggu Citra dan melda. dengan Raut wajah sangat hawatir.


" Kalo ngak kenpa kenapa, terus kenapa kamu pulang secara tiba tiba, bukan nya kamu udah kerja Tanya melda tanpa jeda , terlihat pipi melda sudah basah akibat air mata nya.

__ADS_1


*Terimakasih kepada teman teman yang sudah ikuti cerita ku. jangan lupa like,vote dan tambahkan ke daftar favorit.❤❤❤


__ADS_2