Orang Tua Sambung

Orang Tua Sambung
Eps 35


__ADS_3

"It's ok mel, it's ok, ucap Citra sambil berusaha untuk tersenyum.


Melda hanya membumkam mulut nya tatkala ia malu menagis histeris.


" Ikut dengn ku dulu ,cit ada maslah besar yang terjadi, ucap melda berbohong.


" Masalah apa mel, apa yang terjadi.. Tanya citra Hawatir, dengan mata membulat tatkala terkejut.


" Ayo ikut ke mobil ku dlu, aku akan mwnyelaskan nya di sana, bujuk Melda.


"Ngak bisa mel, aku sudah chek-in bentar lagi yang aku tumpangin take off mel, aku ngak bisa, ucap Citra kepada melda.


" Bentar aja cit, ucap melda lalu menarik tangan citra.


Akhir nya Citra pun pergi bersama melda ke depan loby Bandara.


Setiba di dekat mobil Melda membuka pintu depan mobil nya lalu mendorong pelan Citra masuk. "Pergi lah aku akan pulang naik taxi, ucap melda kepada Rangga.


"Citra spontan menoleh ke sebelah nya, Begitu kaget melihat keberadaan Rangga yang wajah Marah. Lalu citra membuang muka nya dari Rangga. Dan ingin membuka pintu mobil hendak turun, tetapi tidak bisa terbuka, Citra hanya Diam dan


Lalu Rangga Segera menekan central look di dekat pintu. Dan Rangga membawa pergi Mobil melda bersama Citra.


Sepanjang Perjalanan Citra dan Rangga tidak ada yang saling berbicara. Hanya Diam membisu.


" Terlihat Rangga, sesekali menarik nafas nya dan membuang nya secara kasar. Rangga berusaha untuk menahan Amarah nya.


Rangga melajukan mobil melda ke tempat Apartemen nya, di mana ia menginap kemarin malam.


Citra Hanya terdiam sambil melihat ke arah keluar jendela. Lalu mengambil ponsel nya lalu menelpon Melda. Tiba tiba Rangga yang melihat citra memainkan Ponsel nya Seketika merempas kasar di tangan citra lalu membuang nya ke luar di jalanan.


Citra sangat terkejut sambil membulatkan mata nya sempurna, tatkala melihat ponsel di rebut kasar oleh Rangga lalu membuang nya ke luar di jalanan.


" Haiiiii, apa lamu sudah kehilangan akal, teriak Citra emosi.


Rangga yang mendengar ucapan Citra, spontan menoleh ke arah Citra, dengan wajah menahan amarah, mata memerah Rahang mengeras. Lalu ia kembali fokus menyetir.Dan menambah kecepatan mobil nya.


Citra hanya menangis tanpa mengekuarkan suara.


Tiba tiba ponsel Rangga berbunyi, ia memeriksa ponsel nya, ia melihat panghilan dari, MANGER RENDI. Rangga pun segera mengangkat nya.


" Heemm, ada apa, tanya Rangga sangat dingin.


"Kenapa kamu ngak ke kantor, Ini ada meeting dadakan, jam 1 siang, dan jam stegah 3 sore Jawab Rendi serius.


"Aku ngak bisa, ada hal yang lebih serius sedang ku kerjakan. Ucap Rangga cuek.


"Tapi ini lebih Penting, Client kita dari 2 negara tiba tiba ingin mengajak perusahaan kita kerja sama Ran, Kan aku ngak enak kalo ngak ada kamu,dan aku ngak bisa menagani nya sendirian. Mereka semua ingin bertemu langsung dengan mu. Pokok nya kamu harus ke kantor, 20 menit lagi client kita dari Perusahaan xxxxxx akan tiba di kantor. Kata Rendi tanpa jeda.


"Tapi aku ngak bisa, kamu dengar kan, ucap Rangga sedkit membentak. Urus saja, buat apa aku mengaji mu tinghi kalo ngak bisa menagani client sambung Rangga.

__ADS_1


" Bukan nya aku ngak bisa Ran, tapi client kita ini berbeda dari yang lain, Ucap Rendi Serius.


" Kalo gitu ngak ush ke kantor, aku ingin pulang ke apartemen ku beristirahat saja. Biarkan client kita membatalkan kerja sama nya . aku pusing mikirin Client. Ucap Rendi menggeretak Rangga.


Rangga terdiam sejenak lalu memutuskan Sambungan nya secara sepihak.


"Kurang aj*r , berani sekali dia mengancam ku. Batin Rangga kesel lalu meletakan Ponsel nya kasar.


Lalu Rangga menoleh ke arah citra yang sedari tadi mengis tanpa mengeluarkan suara, tetapi Rangga mengetahui nya lalu membiarkan citra menagis, ia masih kesal dengan kelakuan Citra.


Rangga pun berbelok ke arah Kantor nya.


*Di Lain tempat.


Melda yang baru tiba di kantor nya dan duduk di Kursi kerja nya.


"Huufftt , untung saja aku bisa membujuk Citra.


kalo tidak, entah apa yang terjadi dengan hidup ku,, Batin Melda lalu merebahkan kepala nya ke meja kerja nya.


Tiba tiba Atasan nya berdiri di samping nya.


"Dari mana saja kamu, Apa kau tidak tau kalo ini masih jam kerja. Tanya Atasan nya sedkit menaikan Suara nya.


Melda pun spontan bangun dan menoleh ke samping. ia sangat terkejut mendapati atasan nya sekaligus CEO. sambil berdiri dan menundukan kepala nya


". Eeemmm, sa...sa..saya ta..tau pak, tadi saya ada urusan. Jawab melda terbata bata kelihatn melda sangt takut.


" Yaa ampun,, hari ini aku si*l banget, Lirih Melda dengan memengangi dada nya. Sabar mel sabar sambung melda, lalu ia kembali bekerja.


15 Menit kemudian


Rangga telah sampai di depan kantor nya , ia mematikan mesin mobil melda, lalu menoleh ke arah Citra, yang sedari tdi tidak ingin melihat nya. Rangga yang melihat hanya membuang nafas nya begtu kasar, lalu keluar dari mobil ia berjalan memutari mobil nya laku membuka kan pintu buat Citra.


Citra yang melihat langsung membuang muka nya dari Rangga dan tidak menghiraukan Rangga.


"Keluar.. Ucap Rangga Cuek sambil memandangi Citra yang tak kunjung keluar.


"Huuufftt Anak ini, betul betul menguji ku, Lirih Rangga kesel, lalu ia membuka pengaman yang di pakai citra dan langsung mengendong nya keluar lalu memakaikan Topi nya kepada Citra dan membawa nya masuk ke kantor.


"Citra yang terkejut, memberotakn badan nya.


"Turun kan aku, aku ngak mau masuk... Teriak Citra kesal.


Rangga tidak memperdulikan teriakan Citra, ia mempererat tangan nya. Dan masuk ke dalam Kantor.


Seketika Semua karyawan berdiri dan memperhatikan Rangga yang berjalan begitu tegas dengan tampang menahan amarah.


" Siapa yang di gendong pak Direktur itu, ucap slah satu karyawan wanita.

__ADS_1


"Entah lah, Wajah pak Direktur sangat menakutkan sekali, kelihatan berbeda dari biasa nya. jwab teman nya itu.


"Semua karyawan di sana saling berbisik bisik.


"Kenpa pak di rektur memakai baju seperti itu ke kantor, tanya karyawan perempuan di sana dengan ekpresi tidak bisa di artikan


"Kelihan Pak Direktur sangt tampan, dan lebih cool jika memakai baju seperti itu, jawab teman di samping nya itu dengan tatapan menyukai.


Lalu Rangga memberhentikan langkah nya.


"APA YANG KALIAN LIHAT HAAAA !!!!! teriak Rangga sangat keras tanpa menoleh.


"JIKA KALIAN TIDAK INGIN LAGI BEKERJA DI PERUSAHAAN KU , SILAHKAN KELUAR DARI SINI..!!!! Teriak Rangga lagi sangat Emosi. Suara Rangga Menggeleggar di dalam Gendung itu. Lalu melanjutkan langkah nya menuju lift.


Citra hanya mencengkram kuat baju Rangga karena ia sanagt ketakutan, terlihat sedari tadi Citra hanya terdiam dan menyembuyikan wajah nya di dada bidang Rangga dan menutupi kepla nya pakai topi milik Rangga.


style Rangga.


Topi nya di pakai Citra untuk menutupi wajah nya.



Semua Karyawan langsung ketakutan dengan teriakan Rangga lalu mereka semua langsung duduk dan kemabli bekerja dengan keringat dingin yang mengalir di kening nya., meraka masih ingin bekerja di perusahaan itu.


"Rangga sudah sampai di depan pintu Ruangan nya, kelihatan ia kesussahan membuka pintu nya. Tiba tiba


"Brrrraaaakkk....!!!


"Rangga menendang keras pintu ruangan nya itu.


"Citra yang mendengar terkejut, ia mempererat cengkraman nya di dada Rangga.


Lalu Rangga berjalan masuk ke dalam Ruang Pribadi nya atau Ruang Peristirahatan Rangga. ia meletakan badan citra di atas Ranjang tanpa sepatah kata pun. dan berjalan ke dalam Bathroom untuk membersihkan diri nya dan bersiap siap unguk meeting.


Rendi berjalan menuju Keruangan Rangga untuk memberitahukan bawah 5 menit kagi meeting segera di mulai, ia mendengar pembicaraan dua karyawan yang tak jauh dari nya.


"Siapa yang di bawa pak direktur tadi yah.. tanya karyawan satu nya.


"Enggak tau, aku tidam melihat wajah perempuan itu jawab teman nya lagi.


Rendi yang mendengar heran, lalu mempercepat langkah nya menuju ke ruangan rangga.


"Perempaun ?? yang di bawa Rangga?? Batin Rendi Bertanya tanya.


"Jangan jangan Sella, sambung Rendi.


Rendi yang sudah di dpan pintu ruangan rangga, terkjut dan heran.


"Kenpa pintu nya rusak seperti ini, batin rendi penasaran. Lalu ia berjalan masuk tetapi tidak menemukan rangga, ia berjaln ke arah ruang pribadi rangga. Dan membuka sedkit pintu nya.

__ADS_1


"Seketika Rendi terbelalak melihat Rangga dan citra beradu asmara, terlihat Rangga menekan tengkuk citra dan m*nci*m bib*r Citra sangat Rakus.


*Terimakasih kepada teman teman yang sudah ikuti cerita ku. jangan lupa like,vote dan tambahkan ke daftar favorit.❤❤❤


__ADS_2