Orang Tua Sambung

Orang Tua Sambung
Eps 41


__ADS_3

Rangga dan Chika berjalan menuju Ruang makan, dimana disana sudah ada kedua orang tua nya sedang menunggu kedatangan putra satu satu nya itu.


" Ayo sayang, kita makan dulu. Ucap Bu bella kepada anak dan cucu nya itu.


Meraka pun makan malam bersama dengan sangat bahagia.


Setelah makan malam selesai, ia kembali berkumpul di ruang keluarga.


Chika yang sibuk membuka hadiah pemberian ayah nya dan omah opah nya, dengan penuh semangat, tak lupa senyum bahagia yang terlihat terus menerus terukir di bibir indah nya itu.


" Apa kamu senang sayang? tanya Rangga kepada anak nya itu.


Chika hanya meanggukan kepala nya dan terseyum bahagia ke arah ayah nya.


" Rangga kenapa tidak mengajak Citra kesini untuk makan malam bersama. Tanya Pak Hendra kepada anak nya itu.


" Iya kenpa kamu tidak mngajak nya sayang, sambung bu Bella lagi.


" Aku tidak ada waktu untuk berbicara kepada citra ayah, pekerjaan rangga banyak sekali.


Jawab rangga dengan alasan nya. ia tidak mau menceritakan apa yang telah terjadi kepada nya dan Citra.


" Besok aku akan memberitahu Rendi buat mengajak nya makan malam disini, Sambung Rangga lagi.


" Kenapa bukan ayah aja yang mengajak bunda kesini, Pinta Cika ke sang ayah.


" Sayang, kenapa kamu selalu menyebutnya Bunda terus?. Tanya Pak hendra ke sang cucu.


Chika hanya tertunduk sedih, ia tidak tau harus menjawab pertayaan sang opah nya.


" Sayang, kalo opah lagi bertaya kepada mu, Beby harus menjawab nya. Pinta rangga ke pada cika sambil mengenggam tangan cika lembut.


Lalu cika meniloh ke arah Pak Hendra.

__ADS_1


" Opah.. Panggil Cika dengan suara berat.


" Hemmm ada apa sayang,, tanya pak hendra lembut.


" Beby ingin punya ibu seperti bunda Citra, beby ingin bunda citra menjadi ibu beby opah, jawab cika dengan mata berkaca kaca, ia berusaha menahan tangis nya.


Bu bella, Rangga, dan Pak Hendra hanya saling melirik satu sama lain, ia terkejut apa yang di katakan sang cucu nya itu.


" Kenapa begitu nak, tanya Bu bella sambil memeluk cucu nya.


" Karna beby merasakan belaian seorang ibu dari bunda Citra, beby tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu omah. Ucap Cika ia tidak bisa lagi menahan air mata nya.


Chika berjalan ke arah ayah nya dan langsung memeluk ayah nya.


Bu bella dan pak Rangga hanya memandagi nya ia merasakan apa yang di rasakan oleh sang cucu nya itu. ia pun menagis di pelukan sang suami.


Rangga membalas pelukan anak nya dan membelai rambut anak nya itu, ia tidak bisa lagi berkata kata. ia berusaha menenagkan anak nya itu.


" Memang ayah omah dan opah menyayangi beby, tapi kata teman beby, kasi sayang seorang ibu itu tidak akan pernah sama ayah, teman beby bilang kalo kita punya ibu, dunia kita akan lebih terang dan bersemangat, kata cika dengan sesegukkan, ia menagis di pelukan ayah nya.


Rangga dan kedua orang tua nya sangat teriris apa yang di katakan cika.


" Selama ini beby tidak pernah merasakan kasi sayang seorang ibu, beby juga ingin punya ibu sama dengan teman teman beby, ketika ia ke sekolah ibu nya selelu mengatar nya, sedangkan beby tidak pernah ayah. Lirih Cika degan suara sesegukkan.


Rangga mempererat pelukan nya ke tubuh anak nya, ia tau begaimana rasa sakit yang ia rasa. bagaikan pisau beribu ribu tertancap di tubuh Rangga, mendengar keluh kesah anak nya.


Baru kali ini Cika mengeluarkan keluhan nya.


" Beby yakin ayah, bunda citra pasti mau menjadi ibu beby, ucap cika sambil melepaskan pelukan nya dari sang ayah.


Cika menghapus air mata nya lalu sedkit tersenyum ke arah Rangga.


" Beby sangat bahagia dan senang jikalau bunda citra menjadi ibu beby, beby tidak akan meminta satu pun lagi kepada ayah, beby hanya meminta sekali ini kepada ayah, Beby mau punya ibu kali ini ayah.

__ADS_1


Pinta Cika kepada sang ayah.


" Rangga hanya meanggukan kepala nya tanda setuju lalu tersenyum.


Cika yang melihat nya kegirangan


" Yeeeee beby akan punya ibu..


teriak cika begitu senang nya.


" Terimakasih ayah, beby sangat menyayagimu, sambung cika lalu mencium pipi dan dahi ayah nya.


...****************...


Di Apartemen Citra.


Citra sudah menerima hadiah yang di berikan Rangga kepada nya.


" Hooouumm... aku sudah mengatuk, tapi pak Rendi masih saja mengirikan laporan untuk persiapan meeting besok.


Citra terus mempelajari dan mengerjakan laporan yang telah di kirimkan oleh Rendi.


tidak terasa Waktu sudah menunjukan pukul 23 : 45 .


Citra yang mengambil ponsel nya dan melihat jam yang tertera di layar ponsel nya, begitu terkejut.


" Astga, sudah larut malam, sebaik nya aku menyelesaikan di kantor saja besok pagi.


Lalu citra merapikan berkas berkas yang telah ia kerjakan dan pelajari.


Citra pun langsung tertidur pulas.


jangan lupa like dan komemtar beri kan saran buat author pemula yah..

__ADS_1


__ADS_2