
Aaaaawww, sakit Ran,, ringis citra merasakan sakit.
"Apa kau tidak memiliki perasaan padaku cit, tanya Rangga dengan mata sayup.
"Emmm, entahlah aku tidak bisa menjawab nya jawab Citra lalu turun dari pangkuan rangga.
Rangga yang mendengar merasa sedikit kecewa, lalu ia ingin beranjak dari sana.
Tiba tiba..
Citra meraih satu tangan Rangga
Dan..
"Aku mencintai mu Ran. Dan Aku menyanyangi Putri mu. Ucap Citra gugup sambil menundukan kepla nya.
Rangga menyerigai, lalu Duduk kembali di hadapan Citra.
" Dan langsung memeluk citra sesekali mengec*p kepla Citra berulang kali.
Mereka berdua saling berpelukan
"Apa hari ini ada meeting lagi, tanya Citra di sela sela hening nya berpelukan.
" iyaa, why? Tanya rangga sambil merapikan anak rambut Citra.
"Apa aku masih bisa kerja? ucap citra serius.
"Ngak. jawab Rangga cuek sambil mengelus elus pipi Citra lembut.
Citra yang mendengar langsung patah semangat dengan Wajah lesu.
"Eeemmm.. baiklah, aku bisa cari pekerjaan lain. lirih Citra lalu merebahkan tubuh nya ke kasur.
"Kenpa seperti itu ?? Tanya Rangga terkejut.
"Yaaa, aku ke sni untuk bekerja., Jawab Citra tanpa menoleh ke arah Rangga.
"Aku bisa memberi mu Uang semau mu. Ucap Rangga lalu memeluk tubuh Citra.
" Dan menjadikan mu istri ku, Bisik Rangga di telinga Citra.
" Citra terkejut dan binggung ucapan Rangga. Antara serius atau Candaa nya saja.
" Ee.ee.eem... A..a..aku. be...belum bisa.. Ucap Citra terbata bta sangking gugup nya dwngan mata terbulat sempurna.
" Why..??? Tanya Rangga serius sambil membalikan tubuh Citra ke hadapan nya.
" Y..y..yaa bagaimna mungkin kita menikah secepat itu.. jawab Citra terbat bata..
" Why?? Beri aku alasan yang masuk akal.. Tanya Rangga serius
"Atau kamu malu, punya suami seperti ku?? Sambung Rangga lagi dengan suara berat.
"Bu..bukan seperti itu Ran. Jawab Citra cepat sambil memengangi Wajah Rangga.
__ADS_1
" Aku belum siap aja Ran, lagian aku belum Satu bulan disni, sedangkan Orang tua ku sudah tau kalo aku sudah mulai bekerja kemrin. Dan apa kata orang tua ku, kakak juga, kalo kita mau nikah, bisa bisa orang tua ku salah paham nanti, aku ke jakarta bukan kerja ,malah jual di*i pasti ayah ku berfikir seperti itu. Jawab Citra dengan panjang lebar ke Rangga.
Rangga yang mendengarkan penjelasan Citra, ada baik nya juga.
" Baiklah, alasan mu masuk akal juga Cit, ucao Rangga dengan terseyum bahagia, sambil mencium kening Citra.
Cup...
Cup...
" Mulai besok kamu bisa kerja lagi kalo kamu mau. Ucap Rangga lalu memeluk Citra sangat Erat.
"Benarkah ?? Ucap Citra dengan mata berbinar binar sambil memeluk tubuh Rangga tak kalah erat nya.
"Aku ingin bekerja hari ini, bisakah, tanya Citra penuh semangat.
"Aku bilang besok sayang, hari ini kamu istirahat dulu, Ucap Rangga sangat lembut, lalu mendaktkan wajah nya ke gundukan Citra yang padat dan Berisi.
"Tapi aku mau nya sekarang Ran, renggek Citra kepada Rangga dengan manja nya.
Rangga yang mendengar hanya terseyum.
"Baiklah, tapi panggil aku Sayang dulu. Minta Rangga kepada Citra.
"Apaaan sih,, Ucap Citra malu.
"Kalo ngak mau, besok aja kerja nya., ucap Rangga sambil melihat citra dan sedikit menggeretak.
"Jangan..jangan.., Ehhmm baiklah SAYANG. Ucap Citra lalu mencium pipi Rangga sangat lembut.
Rangga terkejut dengan kec*pan Lembut citra sampai sampai mata nya membulat sempurna dan memengangi Pipi nya sendri.
Rangga tersenyum bahagia melihat mata Citra yang begitu dalam memandagi nya.
"Apa kamu mau ikut meeting bersama ku, tanya Rangga.
"Tapi aku ngak punya pakaian By. jawab Citra
"Itu ada di paperback. jawab Rangga sambil melepas Bathrope Citra dengan pelan, tanpa di ketahui Citra.
Setegah jam lagi kita akan Meeting sambung Rangga.
"Aku akan bersiap siap dulu, ucap Citra yang hendak beranjak dari atas kasur.
Tetapi Rangga menarik bathrope yang di pakai oleh Citra.
Rangga tersenyum
"Wooww, lirih Rangga.
Citra Yang terkejut langsung merebahkan Tubuh nya yang Sudah full naked, ke kasur lalu menyelimuti badan nya, dengan wajah sangat pucat.
"Rangga yang tidak bisa lagi menahan na*su nya, langsung mebuka selimut yang di pakai Citra.
Citra sangat terkejut selimut nya di tarik oleh Rangga sangat kasar.
__ADS_1
" Ini di kantor, jangan lakukan yang tidak tidak. mentap rangga sendu.
"Rangga tidak memperdulikan ucapan Citra.
Rangga langsung mer*m*s rem*s kuat gundukan Citra.
"Citra yang ingin melpaskan tangan Rangga, tetapi tidak bisa.
" Jangan lakukan itu pada ku, lirih Citra ketakutan.
"Rangga mel*mut bi*ir citra sangat Rakus dan tangan nya meyelusuri tubuh citra dengan rinci.
" Jangan.. lirih citra berat,
"Rangga menyelusuri ke g*a Citra yang sudah be*ek, Sekilas Rangga terseyum.
"Aku akan melakukan nya, tapi kalo sudah waktu nya, bisik Rangga di telinga Citra lalu menggigit lembut telinga Citra.
"Awww, de*ah Citra.
"Rangga menyelusuri Leher jenjang Citra dan menge*up nya sanagt dalam, hingga meninggalkan bekas beberapa kissmark.
"Aku menginginkan nya, lirih citra dengan suara Berat, citra yang terbawa permainan Rangga tidak bisa lagi menahan nya, *a*ina nya terus menerus mengeluarkan Cai*an be*ing
"Rangga Tersenyum mendengar bisikan Citra.
"Tidak. aku tidak bisa, lirih Rangga lalu mengi*ap gundukan Citra seperti anak bayi.
Rangga yang sedari tadi memainkan *a*ina Citra yang sudah be*ek se*ali. Stelah mendengar bisikan Citra, Rangga kangsung memesukan jari nya.
jleeepp...
Dua jari rangga masuk.
"Aaaaaaahhh, aawwww, desah Citra.
"Rangga yang mendengar de*ahan Citra, berusaha menahan na*su nya.
"Citra berusaha membuka kancing baju Rangga, tetapi Rangga menahan nya.
"Bersabarlah By. aku tidk ingin melakulan nya, suara berat Rangga.
"Tapi aku tidak bisa lagi menahan nya by. Lirih Citra sesekali be*de*ah.
Rangga menyudahi permainan nya, lalu mencium kening citra sangat lembut.
"Bersiap lah, ikut dengan ku ke ruang meeting nanti aku perkenalan rekan bisnis ku, kalau Citra Permata Sari Pernamana Wijaya adalah manager sekaligus asisten pribadi ku. Ucap Rangga menggoda Citra.
"Tapi.... kamu harus bertanggung jawab by. Lirih Citra yang na*su nya tidak bsa lagi di kendalikan nya.
"Rangga Hanya tertawa melihat citra seperti itu. Lalu Rangga menjentik pelan Kening Citra, dan langsung memeluk nya.
"Sabar sayang, kalo kamu ngak bisa lagi menahan nya kita akan secepat nya menikah. Bisik Rangga di telinga Citra.
Spontan Citra menoleh ke arah Rangga. Lalu beranjak dari kasur sambil mengambil paperback yang berada di nakas.
__ADS_1
"Aa...aku akan bersabar by. Ucap Citra ngeri.
*Terimakasih kepada teman teman yang sudah ikuti cerita ku. jangan lupa like,vote dan tambahkan ke daftar favorit.❤❤❤