Orang Tua Sambung

Orang Tua Sambung
Eps 42


__ADS_3

waktu menunjukkan pukul 7 : 25.


Citra masih saja tertidur pulas, alaram sejak pukul 05:00 sudah berbunyi, tetapi tidak berhasil membangunkan gadis yang sedqng tertidur kebo itu.


Waktu terus berjalan menunjukkan pukul 07:35.. Citra mengeliat karna mata nya silau dengan cahaya yang meyela di sela sela jendela kaca besar itu.


"Hooumm, jam berapa ini, gumam citra sambil meraba mencari hp nya.


Citra yang melihat jak itu langsung membelalakan mata nya betapa terkejut nya, ia tidak langsung bangun dan lari ke kamar mandi, ia tidak menghiraukan lagi ia harus berdandan atau tidak yang penting ia segera sampai ke kantor dengan secepat mungkin.


Beberapa menit kemudian Citra keluar dengan bergesa gesa, terlihat citra sudah rapi dan berlari kecil ke meja rias untuk mengoles tipis cushion dan sedkit lip balm di bibir imut imut nya itu. citra langsung berangkat ke kantor dengan menggunakan ojek online, ia tahu jam segini jalanan pasti macet, kalo ia menggunakan mobil pasti saja ia akan terlambat.


Rendi beberapa kali menghubungi citra tetapi tidak ada respon sama sekali.


" Bagaimana Ren, apa citra sudah mengangkat telpon mu. Tanya Rangga Hawatir. ia tidak mau Citra kenapa kenapa.


Rendi sang asisten hanya menggeleng kan kepala nya .


" Padahal aku sudah memberitahu nya semalam bahwa besok akan ada meeting pagi. Batin Rendi kesel.


Tok tok tok


"Masuk" ucap Rendi.


" Maaf tuan, Meeting nya sebentar lagi sudah mau di mulai, semua pemengang saham sudah berkumpul di Ruang meeting 02. Ucap Sekretaris Rangga.


" Ada baik nya tuan rangga dan tuan rendi segera ke ruang rapat. sambung Sekretaris Rangga.


Mereka berdua tidak tidak menanggapi pembicaraan sekretaris itu, meraka hanya berjalan keluar begitu saja.


" Bos sama asisten sama saja. Gumam Sekretaris itu kesal.


Sementara Citra baru saja sampai ke kantor dengan menggunakan ojek.

__ADS_1


" Ini pak, ambil saja kembalian nya, ucap Citra sambil memberi tukang ojek itu uang berwarna merah. Dan lngsung lari masuk ke kantor.


......................


...Di Ruang Meeting....


" Rangga sesekali melihat jam yang ia pakai, beberapa menit lagi Meeting akan segera di mulai.


Rendi yang begitu gelisah, sesekali melihat ke arah pintu, ia ingin sekali ada keajaiban datang.


"Kita akan mu... " Ucapan Rangga terhenti ketika mendengar suara ketukan pintu yang agak keras.


Ceklek.. Genggang pintu terbuka


Terlihat wanita yang berpakaian agak formal sambil membwa beberapa teh dan kopi tak lupa juga ia membawa cemilan seperti kerupuk dan cake, yang ia beli tadi di kedai pinggiran jalan. ia tau pasti ia akan terlambat, maka dari itu citra membeli untuk sedikit sogokan ke klient klient nya salah satu nya ia lah Rendi.



" sorry i'm a bit late." ucap Citra sedkit gugup. Lalu meletakakn nampan yang ia bawa tadi.


Rangga yang melihat sedikit berdecak kesel.


" Cihh.. berani nyaa mereka memandangi calon istri ku seperti itu.


" Khemm.. kita akan mulai meeting nya, kata Rangga yang lantang dan tegas. membuat semua pemengang saham sedikit ngeri dan kaget.


...Meeting pun Di mulai.....


Waktu telah menunjukkan Pukul 11:30. Yang menandakan akan tiba istirahat dan makan siang .


Meeting pun berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan.


" Terimakasih Tuan Rangga saya sangat puas dan saya tertarik ingin berkerja sama dengan anda. Lalu berjabat tangan dengan Rangga.

__ADS_1


"Terimakasih tuan Brado, ucap Rangga sambil terseyum puas.


Semua Klient sudah bubar, kini tinggal lah Rangga ,Rendi dan Citra.


Rendi sedari tadi menahan emosi nya terhadap Citra.


" Kenapa terlambat, Ucap Rangga dan rendi bersamaan. Lalu mereka berdua saling milirik satu sama lain.


" Kenapa kau bertanya seperti itu?. tanya Rangga penuh selidik.


" Apaan sih bos bucin banget deh, jawab Rendi tanpa sadar.


" Apa kau bil...." Ucapan rangga terpotong


" Aku keluar dulu yah tuan saya lapar." ucap Citra lalu hendak berbalik dan berjlan.


Rangga yang melihat citra hendak pergi, langusng berdiri.


Tangan citra di cekal oleh Rangga, lalu menarik ke dalam pelukan nya.


" Aku sangat merindukan mu by, lirih Rangga tanpa memperdulikan Rendi yang ada di samping nya.


Rendi yang melihat memutarkan bola mata nya melas.


" Lagi dan Lagi. entah kenapa Rendi sangat emosi melihat rangga memeluk Citra di hadapan nya.


Entah ia menyukai Citra atau ia sedang marah karna melihat kemesraan bos nya itu.


" Sekali lagi kau membuat ku terpanah atas kepintaran mu sayang. Ucap Rangga bangga sambil mengecup beberapa kalai kening citra.


Citra yang mendengar hanya tersenyum malu, ia malu di puji seperti itu oleh rangga.


" Hanya kebetulan saja bos. Lirih Rendi lqlu berjalan keluar meninggalkan sepsang kekasih itu.

__ADS_1


Rangga yang mendagar tidak mengubris lirihkan Rendi.


__ADS_2