
" Citra, tolong maafkan aku cit, Dengarin penjelasan ku dulu cit, aku mohon sama kamu, Ucap rangga yang memohan kepda Citra.
" Enggak, aku enaggak mauuuu.. pergi... dari sini aku mohon... Teriak Citra histeris.
Rangga sangat terpukul dengan perbuatan nya, Citra tidak mau mendengarkan nya.
"Cit, apa aku terlihat sangat buruk di mata mu, tanya Rangga berlutut di hadapan Citra sambil memandangi Citra dengan Derai air mata.
"Citra, aku khilaf cit, aku ngak bisa mengendalikan na*su ku, aku minta maaf, tolong dengarkan aku dulu cit aku mohon, ucap Rangga dengan suara serak karna menagis.
"Aku mohon, keluar lah dari sini, aku ngak mau melihat mu lagi... lirih citra dengan derai air mata.
"Apa aku tidak pantas, mendaptkan maaf mu cit. aku sangat menyesali nya, tolong maafkan aku, aku janji kalo aku sudah mendapatkan maaf mu, aku akan pergi meninggalkan mu, aku tidak akan mencul lagi di hadapan mu, ucap Rangga dengan suara berat.
"Keluar lah sekarang, aku belm bisa bertemu dengan mu teriak Citra sangat kencang.
"Melda yang mendagar oertengkaran meraka, tidak tahan lagi, lalu ia berjaln menuju kamar nya. Lalu..
"Sudah lah Cit, ada baik nya kalian harus menyelesaikan masalah kalian secepat nya, Jangan Egois cit, ingat, hidup mu tidak akan tenang jika kamu menolak maaf seseorang. ucap Melda. "Bukan nya aku ingin ikut campur dengan masalah kalian, tapi aku sebagai sahabt mu, hanya ingin terbaik untuk mu cit. jangan sampai kau menyesali nya ke depan. sambung Melda memperingati Citra.
"Citra berusaha menenangkan pikiran nya, menarik nafas nya laku menghembusakan perlahan.
" Rangga yang melihat citra, sedikit tenang lalu, menoleh ke arah Melda dan me angguk.
"Melda yang mengerti, langsung pergi dari sana.
"Rangga berdiri menghampiri Citra dan berlutut di hadapn citra sambil menundukan kepala nya.
"Tolong dengarkan penjelasan ku dulu cit, aku mohon, jika aku sudah mendapatkan maaf mu, aku akan pergi darinhadapn mu dan aku janji tidak akan muncul lagi di hadapn mu, ucap Rangga dengan suara berat. Sebenar nya ia tidak ingin jauh dari Citra, tapi apa boleh buat mungkin ini hukum alam untuk nya.
"Citra yang mendengar hanya terdiam. ia tidak tega melihat rangga berlutut. Lalu citra merenungkan dan mengingat kejadian yang telah terjadi sebelm nya.
" ia teringat, Jika diri nya lah yang salah sebenar nya, Citra spontan menoleh ke arah Rangga lalu beranjak dari tempat tidur nya dan menghampiri Rangga lalu ikut berlutut di hadapn rangga.
"Rangga yabg melihat citra berlutut, Merasa heran apa yang di lakukan Citra.
__ADS_1
"Melda yang kepo, berjalan pelan ke arah pintu lalu mengintip mereka dari luar. Melda merasa sedkit tenang tatkala melihat Citra dan Rangga saling berlutut. Melda terus memperhatikan mereka dari luar.
"Berdiri lah, kamu tidak pantas berlutut di hadapn ku cit, ucap rangga lalu membantu citra untuk berdiri di hadapan nya,
"Tetapi citra menolak ia menagis sejadi jadi nya di hadapn Rangga, ia merasa bo*oh, ia tidak menyadari kesalahan nya..
"Rangga yang ingin menghapus air mata citra, tetapi mengurungkan niat nya, ia takut citra salh paham lagi pada nya.
"Citra langsung memeluk nya, Lalu..
"Aku minta maaf Ran, aku...a..ku minta maaf, ucap Citra dengan terbata bata lalu menagis sejadi jadi nya di pelukan rangga.
"Rangga terdiam , lalu membalas pelukan citra, mereka berdua menagis bersma.
"Melda yang melihat, ikut mengis. "Siapa yang menaruh bawang di sini sih, sedih banget jadi nya, batin melda ikut sedih. lalu ia kembali memperhatikan mereka berdua.
" Jangan meminta maaf cit, kamu tidak salah, aku yang salah disni. ucap rangga memeluk citra sambil mengelus elus kepala citra.
" Citra hanya meangguk sambil memandangi Rangga dengan mata sembab nya.
" Rangga yang melihat citra meangguk, lalu Rangga Meminta izin untuk menyentuh nya.
"Apa aku bisa memeluk mu untuk terakhir kali nya, ucap Rangga memandangi citra dengan suara sangat berat sambil menahan Tangis nya.
"Citra yang mendengar ucap Rangga, sangat kanget, Citra berusaha menahan air mata nya sambil memandangi Rangga dengan tatapan sangat sedih.
"Rangga menunggu persetujuan dari citra, tetapi citra tidak menjawab ucapan Rangga.
" Rangga yang melihat citra tak kunjung menjawab pertanyaan nya. "Istirahatlah, jika kamu tidak ingin bekerja lagi ngak apa apa aku ngak akan memaksamu cit , sambil mengelus pucuk kepala citra. Lalu, Rangga beranjak dari hadapan Citra dan hendak berjalan keluar meninggalkan citra.
"Baiklah kalo kamu mengingan ka itu, aku akan berhenti bekerja di perusahaan mu Ran. Aku minta maaf atas ke egoisan ku, kata citra dengan sedikit keras. Dan aku juga tidak akan lagi muncul di hadapan mu. sambung Citra sambil menahan Tangis nya.
"Rangga yang mendengar ucapan Citra, langsung berhenti dan menoleh ke belkang sekilas dan berusaha keras tersenyum ke arah citra, walaupun sebenar nya hati rangga sangat tidak menerima ucapan Citra. Lalu Rangga Meninggalkan Apartemen Melda tanpa berpamitan ke pada melda.
__ADS_1
"Citra langsung menagis histeris, tatkala melihat Rangga yang pergi meninggalkan nya.
"Melda langsung berlari masuk ke arah kamar nya dan melihat citra menagis sejadi jadi nya.
"Sudah cit sudah, tenangkan diri mu dulu, ucap melda menenagkan Citra dalam pelukan nya.
"Lalu citra melepaskan pelukan nya, Di mana ponsel ku mel, tanya citra keoada melda.
"Ada di luar aku mencharger nya cit, ponsel mu kehabisan daya tadi tapi aku sudah menghidupkan nya kok, jawab melda.
"Lalu citra, bergegas keluar mencari ponsel nya, dan citra langsung menelfon nomer Rangga.
"Panggilan bergetar...
...Deeerrtt...Deeerrtt.Deerrtt..
"Ponsel Rangga bergetar, Lalu rangga melihat panggilan masuk dari Citra, tetapi ia tidak mengangkat nya. "Kenpa kau menghubungi ku cit, aku tidak kuat lagi mendengar suara mu, batin Rangga, lalu mematikan ponsel nya.
Terlihat Rangga masih di dlam mobil nya yang berada di depan Apartemen Melda.
Citra yang merasa berslah kepada Rangga, ia mencoba terus menerus menghubungi nomor Rangga.
"Ayo Ran anggat.. aku mohon .. ucap Citra sangat cemas. panggilan nya tak kunjung di anggkat oleh Rangga.
Lalu Citra mengambil ponsel nya, dan masuk ke dalam kamar untuk mengambil jaket rajut nya yang tergantung lalu bergegas keluar dari apartemen melda.. Melda yang melihat citra mengambil jaket nya dan sangat tergesa gesa
"Cit kamu mau kemana ini sudah malam cit bahaya, lihat jam di ponsel mu, sudah jam 11 malam, ini sangat berbahaya di luar cit, ucap Melda memperingati citra.
Tetapi Citra tidak menghiraukan nya. Melda yang ingin menahan citra untuk tidak keluar dari apartemen nya, tiba tiba perut nya sakit karena kebayakan makan lombok. Melda langsung berlari ke kamar mandi.
"Di parkiran Rangga terlihat sesekali memukul stir mobil nya, tiba tiba ia sekilas menoleh ke arah loby apartemen Melda. Rangga terkejut mendapati Citra berlari keluar dari sana tanpa memakai alas kaki. citra berlari tergonta gantai dan citra melihat taxi dari arah depan lalu memberhentikan taxi itu.
"Rangga yang melihat sangat terkejut tatkala mendapati Citra menaiki Taxi dengan ke adaan kacau, Pikiran Rangga langsung kacau tak karuan.
*Terimakasih kepada teman teman yang sudah ikuti cerita ku. jangan lupa like,vote dan tambahkan ke daftar favorit.❤❤❤
__ADS_1