Orang Tua Sambung

Orang Tua Sambung
Eps 29


__ADS_3

Lalu citra duduk di sofa, sesekali citra mengerjakan tugas pelatihan dari rangga.


"Kenpa ngak masuk masuk yah, batin citra degan lesu, ia merasa bersalah dengn ucapan nya tdi ke rangga.


"Maaf kan aku pak rangga, aku ngak bermaksud untuk menyakiti perasaan mu, aku tuh cuman kesel aja sma bpak, ucap citra sambil menitikan air mata nya.


1 jam kemudian Rangga tak kunjung masuk ke ruang nya, Akhir nya citra pun memejamkan mata nya lalu tertidur.


"Sedangkan rangga berada di Balkon sebelah, tepat nya berdampingan dengan ruang kerja nya.



"Kenpa dia selalu memanggil ku degan sebutan bapk tua, apa aku kelihatn seperti tua, ucap rangga dengan emosi. " lalu ia duduk termenung.


*Di ruang kerja rangga


Citra terlihat tertidur, dengn mata sembab. Rendi yang masuk ke dalam, ia berniat menemui rangga untuk tanda tangani berkas berkas penting.


" Permisi tuan, ucap rendi yang masuk ke dlam ruang rangga sambil menutup pintu, Pas rendi berbalik ia tidak menemui ramgga, ketika rendi melihat ke arah sofa ia terkejut tatkala melihat citra tertidur pulas degan mata sembab, terlihat di ujung mata citra mengeluarkan air mata, Rendi sangat kaget melihat citra dengan ke adaan seperti itu.


Lalu ia mencari rangga di dalam ruang ganti nya, tetapi tdk menemukan rangga, lalu ia ingat, Rangga selalu pergi ke balkon ketika pikiran nya kacau.


Lalu rendi segera keluar dari ruangan itu lalu berjalan menuju ke balkon di seblah ruangan rangga. Rendi segera masuk tanpa mengetuk pintu, lalu Rendi mencari keberadaan rangga.,


" Rangga... di mana lo, sambil berjalan cepat menuju ke arah luar, teriak Rendi yang emosi. Rangga yang terkejut dengn teriak kan Rendi langsung membuka mata nya dan berdiri.


"Sopan lah sedikit, ini masih jam kerja, ucap Rangga emosi dengan sorot mata tajam.


" Ngak peduli gue, Lo apain Citra hah, tanya Rendi dengn lentang.


Rangga yang heran dan terkejut dengan pertanyaan Rendi, langsung pergi meninggalkan Rendi tanpa menjawab pertayaan Manager nya itu.


Rangga berjalan sangat cepat keluar dari balkon itu menuju ke ruang kerja nya. Lalu Rangga membuka pintu ruangan dengan sangt kecang, Tatapan nya tertuju ke arah sofa yang di tiduri Citra.


Rangga langsung menghampiri Citra yang tertidur sangat pulas, Rangga terkejut tatkala melihat mata citra begtu Sembab karena menagis. ia merasa sangat bersalah telah mengabaikan citra begitu saja.

__ADS_1


Lalu Rangga mengendong citra masuk ke dalam ruang pribadi nya, Disana ada Tempat istiraht rangga. di sana terlihat sangat lengkap.



Lalu rangga membaringkan citra di atas tempat tidur, lalu menyelimuti badan citra. Lalu Rangga berjalan keluar dan menemui Rendi yang sudah duduk di sofa, ia memandangi Rangga begitu tajam.


"Rangga tidak memperdulikan nya. "Ada apa, tanya Rangga cuek.


" Tanda tangani berkas berkas itu. jawab Rendi lalu merebahkan badan nya ke belkang dan merentangkan tangan nya lalu memejam kan mata nya.


" Lalu rangga mengambil berkas berkas yang ada di hadapn nya lalu menanda tangani semua berkas berkas yang di bawa Rendi tadi.


" Kamu cuman slah paham aja Ren, ngak seperti yang kamu kira, ucap rangga tanpa menoleh, sambil membca berkas berkas lalu menanda tangani.


"Kalo nga terjadi apa apa, kenpa mata nya begitu sembab, ucap Rendi tanpa mengubah posisi nya, Bagaimna bisa kau tidk tergoda dengan citra, sambung Rendi degan nada mengejek.


"Rangga yang mendgar cuamn menggelengkan kepla nya, Astga Ren, pikiran mu sangat sempit, ucap Rangga sambil melirik ke arah Rendi, yang begitu cuek menghadapi Rangga.


" Sudah selsai, ambil lah lalu keluar dari ruangan ku, ucap Rangga Dingin.


" Ingat Rangga jangan macam macam, dia masih di bawah Umur, Rendi memperigati Rangga lalu menutup keras pintu Atasan nya itu.


"Rangga hanya mengelah nafas sambil mencegkram kepala nya. Lalu ia berjalan menuju ruang pribadi nya, Ia melihat ke arah Citra yang masih tertidur pulas.


"Maafakan aku cit, sudah mengabaikan mu batin Rangga lalu merapikan anak rambut citra. Lalu Rangga duduk di kursi yang tak jauh dari Citra.


" Citra yang merasa badan nya di sentuh, Citra mengeliat dan memerjamkan mata nya, lalu ia membuka mata nya perlahan. Ia mendapati diri nya berada di suatu ruangan yang asing bagi nya, Lalu citra langsung bangun dan duduk, Pandangan nya langsung tertuju ke arah rangga yang tidk jauh dari tempt nya.


Citra langsung turun dari tempat tidur dan berlari ke arah rangga.


"Rangga yang mendegar langkah kaki, Langsung menoleh ke arah Citra, ia terkejut tatkala Citra berlari ke arah nya , Spontan Rangga lansgung berdiri dan "Citra langsung memeluk rangga sangat erat.


"Rangga yang binggung dengan sikap Citra, hanya membalas pelukan citra.


"Pak, saya minta maaf dengan ucapan saya tadi, sya sangt menyesali nya pak, maaf kan saya, ucap Citra dengan di sertai Isak tangis.

__ADS_1


" Saya menunggu bapak sedari tadi, Sambung citra dengan suara sangt berat.


Rangga yang mendegar ucapan citra sangt terpukul dengan perbuatan nya sendri.


" Aku minta maaf , sudah mengabaikan mu tadi. Ucap rangga sambil mengelus lembut kepla citra.


Lalu citra melepaskan pelukan nya dan memandagi Rangga Dengan tatapan sayup.


" Rangga menyentuh pipi citra degan lembut lalu menghapus air mata citra. "Aku minta maaf yah, Apa kamu mau memafaakan ku tanya Rangga dengan mengangkat wajah citra.


"Citra meangguk dan memeluk Rangga. "Citra sangat nyaman berada di pelukan Rangga, " Rangga pun sama seperti Citra.


"Ayo kita makan, pasti kamu lapar kan, ucap Rangga tersenyum sambil menatap Citra dengan tatapan tidak bisa di artikan.


" Apa Beby udah pulang, tanya Citra sambil menghapus air mata nya.


" Rangga yang melihat jam di tangan nya, sudah menjukan jam 11:50 , sudah palingan lagi di jalan menuju ke kantor jawab Rangga dengan lembut.


" Kamu mau keliling kantor, ayo aku antar, tanya Rangga ke citra.


" Citra ingin sekali melihat sekeliling Kantor ranggaa, tali ia malu dengan mata nya yang terkihat sembab. " Ngak usah pak, saya malu, jawab Citra dengan suara berat dan menunudk.


" Rangga yang melihat citra tertunduk lesu, mencoba menenangkan citra.


" Tiba tiba pintu nya terbuka, mereka berdua menoleh ke arah pintu. Dan " Bunda..... teriak Cika sambil berlari ke arah citra dan Citra menangkap Cika lalu merka berdua berpelukan.


"Aduh sayang, bunda baru saja menanyakan mu, ucap citra sambil melepas pelukan nya.


"Maaf yah bunda, tadi jalanan nya macet. ucap cika lalu menyentuh wajah citra dengan lembut.


"Kenapa mata bunda merah, bunda habis nangis yah tanya cika dengan cemas,


" Citra langsung menoleh ke arah Rangga, Rangga pun sma, mereka berdua bertatapan.


Dukung author terus yah teman teman. Kasih saran, like dan vote nya, suoya author lebih semngat lagi update nya.❤🤗🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2