
" Nay lo tadi habis dari mana? " tanya Vira saat Nayla kembali duduk di dekat nya.
" Dari toilet.. " jawab nya berbohong.
" Kenapa lo gak ajak gue sih.. gue juga kebelet nih tapi gak berani.. " ucap Vira lirih.
" Yah.. aku juga gak berani, tadi kebetulan aja ada barengan . Nah sekarang udah pada di sini semua pasti sepi di sana sekarang.... " jawab Nayla.
Vira yang sudah tak tahan lagi akhir nya ia pergi sendiri ke toilet, meski rasa takut kini telah menyelimuti diri nya.
" Semoga gak ada yang nongol deh di sana ... " gumam Vira yang sedikit gemetar saat ia melewati beberapa ruangan menuju toilet.
Setelah menuntas kan semua nya, Vira buru- buru keluar dari toilet. Saking tergesa- gesa nya Vira sampai menabrak seseorang.
Bruukk...
Vira langsung jatuh, bukan nya kembali bangkit dan segera berlari Vira malah berteriak ketakutan.
" Vir..Vira.. ini gue Adit.. " ujar Adit menyentuh bahu Vira.
Vira langsung membuka kedua matanya.
" Adit.." ucap nya.
" Hiks..hiks..lo ngagetin aja sih Dit.. gue kira hantu penunggu sekolah ini.. " ucap nya memeluk Adit dengan erat.
" Udah tau penakut masih aja pergi sendiri..kenapa lo gak minta temenin gue tadi.. "
" Gue gak enak sama yang lain.. ntar mereka mikir macem- macem lagi kalo gue ngajak lo ke sini.. "
" Dan akhir nya lo ketakutan kayak gini kan? kalo ada apa- apa ntar gimana? "
" Adit.."
" Apaan..? "
" Bisa lo gendong gue.. "
" Ogah.. lo tuh berat "
__ADS_1
" Buruan Dit.. kaki gue gemeteran nih "
Akhir nya Adit menggendong Vira di belakang punggung nya.
" Lo tau kan.. kalo gue bisa liat apa yang orang lain gak liat.. ? " ujar Vira.
" Vir.. lo kalau mau nakutin orang liat situasi dong.. " ucap Adit yang merasa tak nyaman, bulu kuduk nya pun tiba- tiba berdiri.
" Dit.. lari... " pekik Vira memukul bahu Adit.
Adit yang mengerti maksud Vira pun menuruti nya, ia berlari sambil menggendong Vira menuju ke lapangan. Dengan nafas yang tersengal- sengal akhir nya mereka sampai juga ke tempat perkemahan.
" Kalian habis dari mana? dan lo Vir kenapa lo di gendong sama Adit? lo sakit? " tanya Atha khawatir.
" Dari toilet.. " jawab Adit ngos- ngosan.
" Vir.. lo beneran ngeliat penampakan tadi? " tanya Adit.
" Gak sih.. " jawab Vira.
" Lah terus kenapa lo nyuruh lari Vira... " ujar Adit kesal.
" Astaga Vira... jadi lo ngerjain gue? "
" Gak Adit.. kan udah gue bilang karena gue takut.. "
" Sama aja..Terserah deh.. males gue dengerin nya.. "ucap Adit kesal.
Adit yang merasa kesal memilih pergi ikut gabung dengan kelompok yang lain nya.
" Ihh.. Adit kok malah pergi sih. . " ucap Vira menghentak kan kaki nya merasa kesal juga.
Atha yang melihat kedua sahabat nya tengah bertengkar hanya menggaruk tengkuk nya yang tak gatal. Adit dan Vira sama- sama keras kepala, jika sudah marahan pasti akan berlangsung lama. Melerai perdebatan mereka saat ini pun percuma saja pikir Atha.
Pukul 01.00 dini hari
Tampak dari seluruh anggota pramuka tengah berbaris rapi di lapangan dengan wajah bantal mereka, karena di bangun kan tiba- tiba.
Kak Fahri dan beberapa pembina lain nya telah berada di depan barisan memberi sebuah penjelasan.
__ADS_1
" Nah temen- temen...hari ini kita akan membuat permainan sederhana. Yaitu mencari huruf- huruf sudah di letak kan di tempat rahasia di sekitar sekolah ini. Siapa yang lebih dulu menemukan dan mengumpul kan huruf- huruf itu menjadi sebuah kalimat maka regu itu lah yang akan menang. Untuk regu nya masing- masing tiga orang ya.. ini sekaligus untuk mengasah mental kalian.. " jelas kak Fahri yang berdiri di tengah- tengah.
" Jika tidak ada pertanyaan sekarang kita mulai mengacak nama untuk menentukan kelompok " sahut pembina lain nya.
Beberapa saat kemudian..
Vira bersama dua orang lain nya yang merupakan kelompok nya kini tengah berjalan melewati lorong sekolah. Sungguh sial nasib Vira, ia mendapat kelompok yang berasal dari sekolah lain.
" Siapa nih di antara kita yang megang petunjuk dari pembina tadi..? " tanya Sonya.
" Gue yang megang.. " jawab Vira.
" Kalian berani masuk ke ruangan lab itu? " tanya Resti merasa ragu.
" Emang kenapa? " tanya Sonya.
" Denger- denger di sana agak angker loh.. dulu aja pernah berapa kali ada siswa di sini yang kesurupan.. " jelas Resti.
" Ck.. jangan cerita sekarang lah.. masih malem nih, mana kita cuma bertiga lagi.. " sahut Vira yang sudah membayang kan hal- hal seram di pikiran nya.
" Gue kan cuma mau kasih tau.. secara gue sekolah di sini.." jawab Resti.
Saat mereka tiba di depan ruangan laboratorium , langkah mereka terhenti dan saling menaut kan jari mereka.
" Selama gue ikut pramuka ini pertama kali nya gue ikutan games uji nyali kayak gini.. " ucap Vira.
" Gue juga pernah sih.. tapi gak kayak gini.. mana lampu nya kedap- kedip lagi.. makin horor aja nih tempat " sahut Sonya menoleh kesana kemari.
" Dalam hitungan ke tiga kita masuk.. jangan sampe ada yang ngelepasin pegangan kita oke.. jangan teralih kan sama yang lain nya fokus aja.. " ucap Vira memberi aba- aba.
Kedua teman kelompok nya hanya mengangguk secara bersamaan. Sonya membuka pintu nya perlahan, tampak seisi ruangan begitu gelap. Hanya lampu teras yang kedap- kedip sejak tadi yang menerangi ruangan itu. Setelah mencari ke seluruh tempat akhir nya mereka menemukan satu huruf, langsung saja sesudah itu mereka lari keluar dari ruangan laboratorium.
Vira yang tak sengaja menendang bak sampah di dekat pintu, ia jatuh tersungkur.
" Woyyy... tungguin..gue ketinggalan nih.. " teriak Vira memanggil mereka berdua. Namun tak ada yang mendengar.
" Aishh.. sial di tinggal.. " ucap Vira bergegas berdiri.
to be continued..
__ADS_1