OUR YOUTH

OUR YOUTH
Enam belas


__ADS_3

Di tempat lain..


" Vira baik- baik aja gak ya.. perasaan gue gak enak " gumam Atha.


Begitu pun dengan Adit, mereka berdua tau jika Vira sangat takut dengan hal- hal yang berbau mistis. Apa lagi di tempat seperti ini.


" Apa gue samperin aja ya dia.. ck. .tapi gue kan lagi ngambek sama dia.. " gerutu Adit.


Adit dan dua teman nya hendak menuju gedung aula, yang ternyata mereka melewati ruangan laboratorium.


" Eh.. kalian denger gak? " tanya Bayu.


" Iya...jelas banget.. " sahut Roby


" Eh.. kok makin lama makin kenceng.. " ucap Adit, kemudian mereka bertiga saling pandang.


Bagaimana tidak di situasi seperti mereka mendengar suara tangisan perempuan tak jauh dari tempat mereka berdiri.


Dalam hitungan ketiga, mereka langsung berlari melewati ruangan lab itu. Namun tiba- tiba Adit menghentikan langkah nya karena ia merasa mengenal suara tangisan itu.


" Dit ngapain lo berhenti.. " ujar Bayu.


" Gue kayak kenal sama nih suara.. " jawab Adit.


" Astaga lo kenal sama hantu Dit? " sahut Roby.


" Ya gak lah.. ini kayak suara temen gue, ya udah lo duluan aja gih gue mau liat ke sana bentar " ucap Adit.


" Wah gila lo Dit.. masa mau nyamperin hantu.. gak mungkin juga temen lo bisa di sana sendirian mana remang- remang gitu tempat nya.." ucap Bayu.


" Tapi gue yakin itu suara Vira.. " ucap Adit.


Tanpa basa- basi lagi Adit berlari kembali ke ruangan lab meninggal kan dua teman nya. Saat tiba di depan ruanga lab Adit mengarah kan senter nya ke berbagai sudut ruangan dan ia melihat seorang gadis yang tengah duduk sambil memeluk kedua kaki nya menyembunyikan kepala nya.


" Vira.. " panggil Adit agak ragu.

__ADS_1


" Itu lo bukan? jawab dong.. " tanya nya.


Vira yang mendengar nama nya di panggil langsung mendongak kan kepala nya.


" Adit..." ucap nya, Vira segera berlari menghampiri Adit yang tengah mengarah kan senter nya ke arah nya.


" Adit... ini beneran lo kan.." ujar Vira memeluk Adit.


" Iya ini gue.. lo ngapain sendirian di sini? temen lo di mana? " tanya Adit.


Vira tak menjawab, ia malah semakin mengerat kan pelukan nya membenam kan wajah nya ke dada Adit. Tubuh nya terasa gemetaran.


" Ada gue.. gak usah takut lagi.. " ucap Adit sambil menepuk pelan punggung Vira.


" Gue takut Dit.. " ujar Vira.


Akhir nya Adit membawa Vira bersama nya menyusul kedua teman nya yang telah mendahului nya tadi. Adit tak melepas kan genggaman tangan nya di jemari Vira.


" Lo kalo gak kuat jalan biar gue gendong aja ya.. " ucap Adit


" Lo ngomong apa sih.. udah tugas gue buat ngejagain lo.. gue gak mau terjadi apa- apa sama lo "


" Adit emang sahabat terbaik gue.. " ucap Vira tersenyum.


" Andai lo tau Vir.. gue gak mau jadi sekedar sahabat doang.. " ucap nya dalam hati.


Saat semua nya telah berkumpul hanya dua kelompok yang berhasil memenang kan game itu. Kelompok Atha dan kelompok Nayla, tetapi kelompok Vira dan kelompok Adit belum juga ada yang sampai. Padahal sudah hampir lima belas menit mereka menunggu.


" Kak.. kak.. " teriak Sonya saat kembali.


" Loh kalian hanya berdua? bukan nya tadi bertiga ya? " tanya kak Fahri.


" Nah itu dia kak.. Vira kayak nya ketinggalan deh di ruangan lab, tapi kita coba ke sana lagi lupa jalan nya.. jadi nya nyasar deh.. gelap juga suasana nya " jelas Resty.


" Terus Vira sekarang sendiri di sana? " tanya Atha yang menyela pembicaraan mereka.

__ADS_1


" Iya.. " jawab Resty.


" Semoga baru besok deh tuh anak di temuin.. " gumam Nayla tak suka melihat raut wajah Atha yang begitu khawatir.


Atha yang berencana hendak mencari nya, tiba- tiba keompok Adit dan juga ada Vira di sana datang.


" Vir.. lo kok bisa sama mereka? lo gak kenapa- kenapa kan? kata nya lo tadi ketinggalan.. " ucap Atha.


" Besok aja kalau mau wawancara nya..gak liat lo badan dia gemeter gitu " jawab Adit.


" Ya udah gue anter aja lo ke tenda ya.. " ucap Atha hendak meraih tangan Vira.


" Biar gue aja.. " ujar Adit menahan nya.


" Kak.. kayak nya dia gak bisa gabung lagi, gak papa kan dia istirahat di tenda.. " ujar Adit.


" Oh ya gak papa.. silah kan? " jawab Pembina.


" Dit gue gak mau.. ntar di sana gue sendirian lagi " bisik Vira.


" Gue temenin lo.. " sahut Atha.


" Gue aja.. Ta, lo kan lagi ada tugas bentar lagi.. " ujar Adit.


Kedua nya saling menatap tajam satu sama lain, seolah tak ada yang mau mengalah.


" Gue sama Nayla aja deh.. yuk Nay temenin gue.. " ucap Vira menengahi mereka berdua dan menarik tangan Nayla.


" Kenapa malah gue sih.. " gerutu Nayla.


Padahal ia ingin gunakan kesempatan ini untuk lebih dekat dengan Atha, tapi seperti nya semua itu hanya menjadi angan- angan nya saja.


Meski hati tak mau tetapi demi mendapat perhatian Atha, akhir nya Nayla mengikuti Vira. Sungguh sangat pintar Nayla menyimpan wajah asli nya itu di hadapan mereka, Nayla yang sebenar nya bukan lah Nayla yang polos seperti sekarang ini.


to be continued..

__ADS_1


__ADS_2