OUR YOUTH

OUR YOUTH
Empat puluh empat


__ADS_3

Saat ini Vira dan juga Atha telah berada di Surabaya untuk menjenguk mami nya Vira. Karena memang sejak kepulangan mereka dan setelah pernikahan mereka. Kedua nya belum sempat meminta restu pada mami Vira.


" Rio beneran gak papa di tinggal..?? " tanya Vira lagi, sudah kelima kali nya Vira menanyakan hal yang sama dengan Rio sejak tadi.


Bagaimana pun ia sedikit khawatir meninggal kan Rio dirumah, meski di rumah nya ada pembantu dan juga supir.


" Iya kakak ku sayang...udah buruan sana berangkat ntar ketinggalan pesawat lagi " jawab Rio.


" Gak sweet banget sih kamu jadi adek... ya udah kakak tinggal ya " ucap Vira sambil mengacak rambut Rio.


Sedangkan Atha ia hanya tersenyum melihat sikap kedua kakak beradik itu, tak lagi memiliki kedua orang tua di usia muda membuat Rio tumbuh menjadi anak yang mandiri dan selalu bersikap layak nya orang dewasa. Di saat anak- anak seusia nya masih suka bermain- main ke sana kemari, justru ia lebih suka berada di rumah menghabis kan waktu nya dengan membaca buku- buku ilmiah kesayangan nya.


Sesampai nya mereka di Surabaya, kedua nya langsung menuju lapas tempat mami nya di penjara.


" Kamu kenapa kayak cemas gitu?? " tanya Atha melihat kecemasan Vira saat mereka menunggu mami nya di panggil.


" Aku takut mami gak mau nemuin aku kak.. soal nya selama mami di penjara dia jarang banget mau ketemu sama aku... "


" Udah tenang aja..pasti kali ini mami mau.." ucap Atha menggenggam tangan Vira.


Tak lama kemudian mami Vira meuncul bersama seorang penjaga lapas,dan mempersilah kan mereka untuk saling berbicara.


" Mami apa kabar? " tanya Vira tersenyum paksa, melihat mami nya membuat air mata nya ingin tumpah begitu saja.


" Baik...kalian kapan nikah nya? "


" Tiga bulan yang lalu mi..kami menikah di Singapore, maaf kami gak kasih tau mami dulu.." jawab Atha.


" Gak papa mami juga paham kok.."


Kemudian Vira memeluk mami nya sambil menangis tersedu- sedu membuat suasana menjadi haru.


" Kenapa malah nangis sih..." ucap mami nya menyeka air mata Vira.


" Vira kangen sama mami.. Vira juga mau kasih tau kalo sebentar lagi mami bakal punya cucu.."


" Ya ampun..beneran sayang?? syukur lah kalau begitu..kamu harus lebih hati- hati ngerawat dia.." ucap sang mami yang begitu senang sambil tangan nya mengelus pelan perut Vira.


Waktu berkunjung telah habis, Atha dan Vira pun segera pergi. Mereka pergi menuju hotel menggunakan taksi.

__ADS_1


" Sayang kenapa kita gak langsung pulang aja.. waktu nya juga masih keburu kok.." ucap Vira duduk kursi sambil menyandar kan kepala nya di bahu Atha.


" Aku gak mau sampe kamu kecapekan sayang.. sekalian nanti malam kita jalan- jalan sebentar.. mumpung di sini sayang dong kalo kita langsung pulang "


" Ya udah deh terserah kamu.."


Sementara itu dirumah..


Sudah seminggu sejak kedatangan Zara di rumah Vira yang membuat ketenangan Rio terganggu karena kebawelan nya.


Zara adalah keponakan dari bi Darni, pembantu Vira yang baru datang dari desa. Dia datang ke sini untuk membantu bi Darni sekaligus bersekolah karena di desa ia hanya tinggal bersama nenek nya.


Usia Zara sama dengan Rio,bahkan mereka di tempat kan di sekolah dan kelas yang sama.


" Rio main yuk..emang gak bosen apa baca terus kerjaan nya.."


" Gak..kalau mau main, main aja sendiri.." jawab Rio cuek.


" Tapi di rumah ini cuma ada kamu..kita main PS yuk.."


" Gak mau Zara.." tolak Rio lagi.


Zara hanya mengerucut kan bibir nya menatap kesal Rio, ia kembali duduk di dekat Rio dan mengambil salah satu buku untuk ia baca.


" Gak ada.."


" Terus.." ucap Atha menatap tajam Zara.


" Pelit banget sih..." Zara langsung berdiri dan duduk menjauhi Rio.


Rio kembali fokus membaca buku nya lagi.


" Susah banget sih akrab sama dia.. " gerutu Zara.


••


Malam hari nya di Surabaya,


Atha dan Vira jalan- jalan mengelilingi kota Surabaya dan menjajal berbagai jajanan khas di sana. Di kedua tangan Atha, ia membawa banyak makanan yang di beli oleh Vira. Ia memaklumi jika selera makan ibu hamil pasti lebih besar.

__ADS_1


Namun...


' Hoeekk..hoeekk...'


Vira memuntah kan kembali semua isi perut nya di watafel kamar hotel. Begitu lah kebiasaan nya semasa ia hamil muda saat ini, meski nafsu makan nya tak terganggu namun setelah ia mengisi perut nya pasti Vira akan muntah.


" Aku bilang juga apa..jangan berlebihan makan nya jadi muntah kan?? " ucap Atha memijit tengkuk Vira.


" Habis nya aku gak tahan lihat mereka..bikin ngiler tau..kamu mah gak ngerti banget sih.." ucap Vira kesal.


" Tapi akhir nya muntah kan? "


" Biasa nya juga begini..."


" Gimana udah enakan? masih mual? " tanya Atha yang di balas gelengan oleh Vira.


" Kak gendong ya..aku lemes banget " ucap Vira mengangkat kedua tangan nya.


Atha pun langsung menggendong Vira ala bride style menuju tempat tidur, lalu membaring kan Vira perlahan dan menyelimuti nya.


Atha pun turut berbaring di sebelah Vira sambil memeluk nya.


" Yang...??" panggil Vira.


" Hmm..."


" Udah tidur ya.."


" Emang bisa orang udah tidur jawab.."


" Hehe..iya sih "


" Ada apa? kamu mau sesuatu lagi..? "


" Gak kok..malem ini cuma pengen di peluk aja..kakak harum banget aku suka.." ucap Vira menempel kan wajah nya ke dada Atha sembari mencium aroma tubuh Atha.


Atha tersenyum tipis mendengar nya, ia pun mengerat kan pelukan nya.


" Ya udah buruan tidur gih..besok pagi kita harus berangkat ke bandara.." ucap Atha kemudian mencium pucuk kepala Vira.

__ADS_1


Vira mengangguk pelan, tak butuh waktu lama bagi mereka untuk tertidur. Rasa lelah setelah jalan- jalan tadi membuat kedua nya langsung terlelap.


to be continued..


__ADS_2