OUR YOUTH

OUR YOUTH
Tiga puluh delapan


__ADS_3

" Atha kita mau kemana sih...?? " tanya Vira.


Bukan sekali Vira bertanya, bahkan sejak Atha datang menjemput Vira tiba- tiba di tempat kerja nya menyisakan banyak pertanyaan untuk Atha.


" Ihh..Atha dari tanyain kok gak di jawab sih?? kita mau kemana? dan juga motor aku masih di hotel.." oceh Vira kesal dengan Atha yang masih belum menjawab pertanyaan nya.


" Nanti juga kamu bakal tau.." jawab Atha.


Vira kembali bungkam, percuma saja bertanya jika jawaban nya selalu seperti itu. Vira memilih memaling kan wajah nya menghadap ke luar jendela mobil. Sejak sebulan mereka kembali bertemu Atha selalu saja muncul di mana pun ia berada seolah Atha memasang GPS di tubuh Vira untuk mengetahui dimana pun keberadaan Vira.


Seperti nya perjalanan mereka cukup menyita cukup banyak waktu, sehingga tanpa sadar Vira sudah terlelap. Ternyata Atha membawa Vira ke pantai Anyer, ia bermaksud untuk mengajak Vira melihat sunset serta dinner romantis bersama wanita pujaan nya itu.


Atha melirik ke tempat duduk yang di tempati Vira, memandang wajah damai Vira yang masih tertidur pulas. Tampak sekali di wajah nya bahwa ia begitu lelah, membuat Marcel sedikit menyesal karena tiba- tiba mengajak nya pergi.


" Makin hari makin cantik aja sih lo Vir..gue jadi takut ntar lo di embat cowok lain.." ucap Atha sembari merapikan rambut Vira yang sedikit terurai menutupi wajah nya.


Pergerakan tangan Atha di wajah nya membuat Vira terbangun, ia sedikit terkejut karena saat pertama membuka kedua mata nya wajah Atha lah yang pertama ia lihat.


" Ngapain lo liatin gue? awas kalo lo berani macem- macem sama gue.." ancam Vira.


" Ngeliatin doang Vir..pelit banget, gue lagi mengagumi keindahan ciptaan dari tuhan di hadapan gue ini " ujar Atha yang mulai menggombal.


" Cihh..gak mempan gombalan lo ke gue Ta.." jawab Vira.


Kemudian Vira melihat ke sekeliling nya yang tampak ramai dan juga ia mendengar suara deru ombak yang begitu jelas.


" Kita ke pantai Ta??"


" Hmm.."

__ADS_1


Kemudian Vira melihat jam tangan nya.


" Astaga Atha..udah jam lima lewat, adek gue sendirian di rumah.." ucap Vira yang terlihat panik.


" Lo tenang aja..adek lo udah gue titipin ke rumah temen nya, kebetulan papa nya temen adek lo itu saudara jauh gue.." jawab Atha.


" Gue masih gak tenang juga Ta.. apa lagi dia nginep di rumah orang, takut ngerepotin.." ucap Vira.


Atha menghembus kan nafas nya kasar melihat Vira yang begitu gelisah. Kemudian ia memegang kedua lengan Vira dan menatap nya lekat membuat Vira langsung terdiam.


" Vir..dengerin gue, gue kesini sengaja mau ngajak lo liat sunset. Sekalian lo bisa nikmatin pemandangan bagus, lo juga harus mikirin diri lo sendiri Vir..." tutur Atha.


" Gue tau hidup lo sekarang gak seperti dulu..tapi setidak nya sesekali lo butuh refreshing Vir.." sambung Atha.


Vira hanya terdiam membenar kan ucapan Atha. Ia bahkan lupa kapan terkahir kali diri nya pergi bersenang- senang seperti dulu kala kehidupan nya masih sangat sempurna.


" Hidup itu emang penuh teka- teki ya..gue nyangka kenapa hidup gue jadi gini. Bahkan impian gue yang mau jadi seorang seniman lukis pun berubah jadi seorang chef.." ucap Vira tersenyum kecut.


" Lo jangan khawatir gue janji gue bakal akhiri semua penderitaan lo dan gue bakal ngembaliin senyum ceria lo kayak dulu lagi.." ujar Atha seraya mengecup lembut pucuk kepala Vira.


Cukup lama mereka berpelukan, akhir nya mereka pun turun dari mobil dan berjalan menuju pantai. Karena matahari pun sudah semakin menurun. Atha dan Vira duduk di tepi pantai menikmati keindahan langit senja sambil berfoto- foto. Kedua nya tampak begitu menikmati momen ini, momen di mana yang dulu hanya bisa di khayal kan oleh Atha.


Atha menggandeng erat tangan Vira berjalan menyusuri bibir pantai merasakan dingin nya air laut yang menyentuh kaki mereka.


" Ngomong- ngomong gue kan belum nerima cinta lo Ta..kok lo sering banget sih main nyosor aja cium gue.." ujar Vira yang membuat Atha terkekeh.


" Gue gak peduli sama jawaban lo..karena gue yakin lo pasti gak bakal nolak gue " jawab Atha dengan percaya diri nya.


" Pede banget lo...siapa tau aja kan gue nolak cinta lo.."

__ADS_1


" Kalau pun lo tolak..lo tetep milik gue, dan gue pastiin gak ada satu pria manapun yang bakal deketin lo "


" Wiihh..serem banget anceman lo, jadi perawan tua dong gue entar.." ucap Vira tertawa.


Atha menghentikan langkah nya, kemudian ia berdiri berhadapan dengan Vira sambil memegangi kedua tangan nya menatap kedua bola mata Vira dengan lembut.


" Jadi apa jawaban lo? gue udah nungguin jawaban ini selama tujuh tahun loh Vir.." ucap Atha dengan serius.


Vira masih terdiam tanpa melepas pandangan nya ke Atha, kemudian ia langsung tersenyum sambil mengangguk kan kepala nya perlahan. Yang seketika membuat Atha langsung tersenyum.


" Thank' s Vir..... " ucap Atha memeluk Vira dengan perasaan yang begitu bahagia.


Saking bahagia nya Atha mengangkat tubuh Vira dan berputar- putar membuat Vira sedikit merasa malu karena mereka jadi pusat perhatian orang- orang di sana.


" Ihh.. Atha lo malu- maluin banget sih..tuh mereka pada liatin kita.." sungut Vira terlihat kesal.


" Biarin..mereka cuma iri sama kita.." ucap Atha.


" Yuk kita cari makan dulu..sekalian kita ngedate malam ini " ucap nya lagi.


" Kan bukan malem minggu Ta.."


" Emang harus malem minggu..semua malem sama aja Vir asal itu sama kamu.."


" Astaga Atha..receh banget gombalan lo..garing tau gak, udah ah kita balik yuk..makin lama di sini makin dingin " ucap Vira menggosok- gosok kan tangan nya ke lengan nya.


Dengan sigap Atha membuka jaket milik nya dan memasang kan nya ke tubuh Vira. Mereka pun berjalan kembali ke mobil mereka. Sore itu di tepi pantai Anyer menjadi saksi akan peresmian hubungan mereka berdua.


to be continued..

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen nya..😊


__ADS_2