
" Gak harus jawab sekarang kok Vir.. " ucap Atha yang melihat Vira masih terdiam.
Vira menatap wajah Atha yang tampak kecewa, namun mau bagaimana lagi ia harus meyakin kan perasaan nya juga pada Atha. Ia tak mau karena perkara hati persahabatan nya akan rusak.
" Maaf ya Ta... " ucap Vira merasa bersalah.
" Gak papa.. setidak nya lo udah tau perasaan gue ke lo kayak gimana.. " jawab Atha tersenyum tipis sembari mengacak pelan pucuk kepala Vira.
Setelah selesai, mereka berdua kembali pulang karena hari pun sudah semakin malam. Di sepanjang jalan tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka. Pengakuan Atha tadi membuat Vira sedikit merasa canggung.
" Makasih ya Ta.. gak mau mampir dulu " ucap Vira saat mereka sudah berada di depan rumah Vira.
" Sama- sama.. gak usah deh salam aja sama tante, lagian ngapain juga mampir kan rumah kita sebelahan.. " jawab Atha.
" Hehe..iya sih.. ya udah pulang gih udah malem.."
Vira langsung masuk ke dalam dengan sedikit terburu- buru. Setelah menutup pintu nya, Vira bersandar di belakang pintu sambim memegangi dada nya.
" Astaga..!! Kenapa gue jadi gugup gini sih..?? " ujar Vira.
" Vira kamu ngapain berdiri di sana terus? " tegur mami nya yang sedari tadi memeperhati kan tingkah Vira.
" Eh mami belum tidur? "
__ADS_1
" Kamu gak liat sekrang aja baru jam setengah sembilan..ngapain cepet- cepet tidur. Kamu belom jawab pertanyaan mami..ngapain berdiri di sana dari tadi hah?? "
" Gak papa kok mi.. ya udah kalo gitu Vira ke kamar dulu ya.." jawab Vira langsung berlari menuju kamar nya.
Saat ia melewati ruang tengah ternyata ada papi nya yang sedang menonton televisi.
" Loh baru pulang sayang...?? " tanya papi Vira.
" Iya.. " jawab Vira dingin.
Vira bergegas masuk ke dalam kamar nya. Semenjak Vira mengetahui papi nya memiliki keluarga lain, ia sering bersikap dingin dengan papi nya bahkan beberapa kali Vira mencoba menghindar bertatap muka dengan sang papi.
" Mi.. apa Vira udah mengetahui semua nya? belakangan ini dia bersikap acuh dan dingin sama papi.. "
Sebenar nya mami Vira pun baru mengetahui hubungan suami nya dengan istri sirih nya itu setahun ini.
Dan sejak saat itu hubungan di antara kedua nya mulai retak, mami Vira sudah mengurus surat cerai pada suami nya namun tak kunjung di tanda tangani. Mereka bersikap harmonis hanya saat di depan Vira saja.
" Jika Vira memang sudah mengetahui nya.. serah kan keputusan nya pada Vira " ujar sang mami kemudian beranjak pergi kekamar nya.
Menyesal, mungkin itu lah yang kini papi Vira rasa kan. Karena satu kesalahan fatal yang ia buat lima tahun lalu, kini berujung pada kehancuran di keluarga kecil nya.
Namun nasi sudah menjadi bubur, ia pun tak bisa berbuat banyak. Karena di satu sisi papi Vira juga memiliki anak yang masih kecil, tentu saja ia tak tega jika harus meninggal kan nya.
__ADS_1
Keesokan hari nya..
Hari minggu yang biasa Vira habis kan untuk bangun siang dan malas- malasan. Pagi ini Vira sudah bersiap memakai baju olah raga nya untuk berjoging. Tak lupa ia mampir terlebih dahulu ke rumah Atha.
" Wiihh... giliran hari minggu aja bangun nya pagi banget... " ucap Adit yang telah berada di rumah Atha.
" Bodo amat.. " jawab Vira.
Tak lama Atha pun muncul dari dalam, entah kenapa Atha hari ini terlihat begitu keren. Ia memakai celana training dan kaos oblong putih pendek yang menampak kan tubuh nya yang cukup atletis.
" Gue baru tau ternyata badan Atha sebagus ini.. " gumam Vira memuji.
" Mingkem Vir.. tuh air liur lo mulai netes.. " tegur Adit yang melihat Vira tak berkedip menatap Atha.
" Jangan ngeliatin gue kayak gitu Vir.. ntar lo jatuh cinta sama gue " sahut Atha.
Vira langsung memaling kan wajah nya yang memerah dan ia pun berlari mendahului mereka.
Membuat Atha dan Adit menertawa kan Vira.
" Woii... Vir.. tungguin..!! " teriak kedua nya berlari mengejar Vira.
to be continued..
__ADS_1