OUR YOUTH

OUR YOUTH
Empat puluh dua


__ADS_3

Setelah upacara pernikahan yang di gelar sederhana kemarin, kini Vira telah resmi menyandang status sebagai istri dari Atha. Pancaran rona bahagia tampak dari wajah kedua nya.


Kini mereka tengah makan bersama.


" Ehemm...iya deh yang pengantin baru, tapi mesra- mesraan nya inget tempat dong.." sindir Adit yang jengah melihat kedua pasangan ini selalu mengumbar kemesraan mereka.


" Iri bilang bos " jawab Atha.


" Rese' lo.."


" Oh ya Dit kamu kok cepet banget sih pulang nya, belum juga seminggu di sini.." ucap Sovia.


" Iya mom..soal nya Adit banyak banget tugas, belum lagi ngurusin perusahaan..gak bisa libur lama- lama" jawab nya.


" Wih..salut daddy sama kamu Dit..sayang nya Atha gak kayak kamu..dia malahan lebih milih jadi dosen ketimbang jadi pebisnis.." sahut Marcel memuji.


" Aku tuh cuma pengen hidup tenang dan nyaman dad.. lagian gaji aku besar kok masih bisa memenuhi semua kebutuhan Vira.." jawab Atha.


Sedang kan Vira,Rio dan juga Lusi hanya diam menjadi penonton menyaksikan perdebatan mereka yang selalu membahas seputar bisnis dan pekerjaan.


" Dunia orang dewasa ribet ya.." ujar Rio.


" Ya bener kata mu.." ucap Lusi mengangguk setuju dengan ucapan Rio.


Vira sendiri tak memberi komentar apa pun mengenai perdebatan mereka, ia hanya fokus menyantap makanan nya.


Setelah selesai makan malam bersama, Vira lebih dulu kembali ke kamar nya. Sementara Atha kini tengah sibuk membantu Adit menyiap kan barang- barang nya karena besok Adit akan kembali ke Amerika.


Vira membuka pintu kamar nya menuju balkon kamar dan duduk dikursi santai sembari memandangi indah nya langit malam yang bertaburan akan bintang- bintang.


Terlintas kembali ingatan nya kemarin saat diri nya dan juga Atha telah resmi menjadi suami istri. Tanpa ia sadari bibir nya tersenyum tipis.

__ADS_1


" Ngapain senyum- senyum sendiri hmm..?? " tanya Atha seraya mengecup lembut pucuk kepala Vira lalu ia duduk di samping Vira.


" Gak papa..aku gak nyangka aja kita bisa secepat ini menikah.." jawab nya.


" Aku juga...aku pikir kita gak bakal ketemu lagi, tapi ternyata meskipun udah tujuh tahun kita gak ketemu pada akhir nya kamu kembali lagi kan" tutur Atha.


" Iya.. "


Tiba- tiba Atha menggendong tubuh Vira hingga membuat Vira terpekik karena terkejut. Ia langsung mengalung kan tangan nya di leher Atha takut- takut kalau nanti ia bisa terjatuh.


" Ngapain sih pake acara gendong- gendong segala bikin aku kaget aja.."


" Yang jelas aku mau melalui malam pertama yang tertunda.."


Glek


Vira menelan saliva nya kasar mendengar perkataan Atha. Ia baru teringat setelah pernikahan nya kemarin ia dan juga Atha belum melakukan ritual malam pertama mereka.


" Kamu gerogi? sampe blushing gitu muka nya.." tanya Atha yang melihat kedua pipi Vira merona.


Vira hanya mengangguk kecil yang membuat Atha terkekeh.


" Gak usah gerogi..nanti juga terbiasa " ucap nya.


Kemudian Atha mencium bibir Vira, malam itu kedua nya benar- benar telah melewati malam yang panjang dengan penuh cinta dan gairah yang telah lama terpendam. Tak ada rasa khawatir dan takut lagi karena kini mereka telah terikat dalam sebuah pernikahan dan bebas melaku kan apa pun yang mereka mau.


••


Di bandara,


Vira menangis tersedu- sedu sambil memeluk Adit yang sebentar lagi akan kembali pergi. Sikap Vira ke Adit begitu memancing emosi Atha, ia menatap sinis Adit yang dengan sengaja membalas pelukan Vira dan berpura-pura menenang kan nya.

__ADS_1


" Udah Vir.. dia bukan mau pergi ke alam baka kok, gak usah terlalu lebay.." ucap Atha segera menarik istri nya menjauhi Adit.


" Tapi Adit kan bakal lama di sana..tahun depan dia baru balik lagi ke Indonesia.."


" Gak lama dong sayang sekarang aja udah bulan juni.."


" Iya..dia juga pulang nya bulan juni tahun depan Atha..berarti setahun lagi gimana sih.."


Melihat Atha yang langsung terdiam setelah mendengar omelan dari Vira, Adit tersenyum tipis. Dalam hati nya ia begitu lega melihat kebahagiaan kedua nya, yah meski ia akui diri nya kalah cepat dengan Atha yang lebih dulu menyatakan perasaan nya ke Vira.


Meski begitu tetap menjadi sahabat mereka juga bukan hal yang buruk. Toh hubungan mereka tak kan ada beda nya seperti dulu.


Setelah Adit pergi kedua nya kembali pulang kerumah.


" Sayang..beneran kamu besok mau pulang nya? gak mau jalan- jalan lagi gitu.." ucap Atha yang kini tengah berbaring di pangkuan Vira.


" Iya..Rio gak bisa ijin terlalu lama sayang.."


" Ya udah...oh ya tapi mulai besok kamu tinggal di rumah aku aja ya..kamu tenang aja semua barang- barang penting kamu udah aku pindahin ke rumah baru kita "


" Rumah? bukan nya tempat tinggal mu apartemen ya.."


" Itu sewaktu aku masih sendiri sayang..kalau sekarang aku kan udah ada kamu, Rio dan juga calon anak- anak kita nanti nya..gak mungkin kan kita tinggal di apartemen terus.." jelas Atha.


" Iya juga sih.. terserah kamu lah.. aku mah ikut aja.." ucap Vira.


Atha tersenyum puas melihat istri nya begitu penurut dan patuh. Rasa nya jiwa ke tomboyan Vira sewaktu masih SMA kini benar- benar sudah hilang. Vira yang sekarang jauh lebih dewasa, penyabar dan selalu menghadapi segala permasalahan dengan kepala dingin.


" Aku gak sabar menantikan hari di mana kita akan menjalani hari- hari kita nanti nya.. " gumam Atha mendongak ke atas menatap Vira yang tengah fokus membaca buku novel milik nya.


to be continued..

__ADS_1


__ADS_2