
Beberapa bulan kemudian...
Di depan ruang operasi, seluruh keluarga Atha terlihat begitu cemas menanti kelahiran anggota baru mereka yang akan lahir.
Vira yang tak bisa melahir kan secara normal karena keadaan sang bayi yang melintang, mengharus kan ia untuk mejalani operasi caesar.
Setelah hampir dua jam mereka menunggu dengan gelisah, akhir nya terdengar juga suara tangis bayi dari dalam ruang operasi. Atha yang berada di sisi Vira tak terasa ia menitik kan air mata bahagia nya saat melihat putri pertama mereka yang tampak begitu cantik.
Setelah di bersih kan oleh para perawat, mereka menyerahkan bayi mungil itu ke pelukan Atha. Dengan penuh suka cita Atha menciumi seluruh wajah putri pertama mereka lalu ia menyerah kan kepada Vira untuk di beri ASI.
" Dia sangat cantik seperti kamu.." ucap Atha tersenyum sambil mengusap lembut pipi putri mereka.
" Iya mas.. " jawab Vira.
" Arabelle chalondra atmadja " ucap Atha tiba- tiba.
" Itu nama putri kita sayang.. beberapa waktu lalu aku sudah menyiap kan nya " ucap Atha.
" Nama yang bagus...apa arti nya? kok kamu gak pernah kasih tau aku? " tanya Vira.
" Arti nya wanita cantik yang cerdas.. aku liat sebelum kamu melahir kan kamu sering kecapekan sayang.." jawab Atha mengecup lembut kening Vira.
Tak lama kemudian Vira di pindah kan ke ruang rawat yang di ikuti oleh keluarga nya. Ara, bayi mungil yang sejak tadi tak lepas dari pangkuan Sovia selalu merebut perhatian semua orang yang berada di sana.
Melihat semua keluarga nya berkumpul membuat Vira merasa senang, terutama saat ia melihat sang mami yang kini telah kembali dan bisa melihat cucu pertama nya.
Ya, berkat bantuan dari Atha. Mami Vira berhasil di bebas kan, awal nya mami Vira menolak untuk di ajak kembali ke Jakarta. Namun karena Vira selalu memaksa nya, akhir nya ia pun menurut juga.
" Adit gak dateng ya...??" tanya Vira.
" Mungkin dia gak bisa sayang.. " jawab Atha.
Vira terlihat sedikit murung mendengar jawaban Atha. Kurang lengkap rasa nya jika Adit tidak berada di sini. Pucuk di cinta ulam pun tiba, orang yang baru saja di tanya kan oleh Vira akhir nya muncul juga.
__ADS_1
Braaakk...
Adit membuka pintu nya dengan kasar, terlihat wajah nya di penuhi oleh peluh keringat dan juga nafas nya yang ngos- ngosan.
Karena bantingan pintu yang cukup kuat membuat baby Ara terkejut dan langsung menangis.
" Adiitt....!!! kenapa gak sekalian aja kamu dobrak pintu nya hah..!!! " geram Nadira yang menjewer telinga Adit dengan kesal.
" Awwww...!! ampun mi..ampun..jangan tarik lagi bisa panjang telinga aku " ucap Adit yang berteriak kesakitan.
Puukk..' Nadira malah menepuk mulut Adit karena suara nya yang terlalu kencang.
" Nih anak..mulut nya toa banget sih.. heran deh, udah S2 di luar negeri tapi kelakuan gak berubah sama sekali.." oceh Nadira.
Adit hanya diam mengerucut kan bibir nya, habis sudah image nya karena sang mami. Ia pun langsung menghampiri Sovia yang tengah menggendong nya untuk menenangkan Ara yang menangis karena terkejut.
" Maaf ya uncle tadi terlalu bersemangat jadi kelepasan buka pintu nya.." ucap Adit mencium pipi gembul Ara.
" Sembarangan..nanti aja kalau mau gendong dia baru tenang gara- gara kamu tadi.." ujar Sovia.
" Gini banget nasib gue ya lord.. pangkat di luar sama di keluarga jauh banget beda nya..berasa jadi orang asing gue.." gerutu Adit.
Karena terlalu asik dengan baby Ara, membuat ia lupa untuk menyapa Atha dan juga Vira.
" Gimana keadaan lo Vir?? " tanya Adit.
" Gue udah baikan kok..? lo habis dari mana kok baru dateng..? "
" Dari bandara, ada kerjaan di luar kota. Terus gue dapet kabar dari mami kalau lo hari ini lahiran, buru- buru deh gue ke sini.." jelas Adit.
Vira hanya manggut- manggut mendengar cerita Adit.
" Mumpung semua pada ngumpul gimana kalau kita ambil foto aja..kebetulan aku bawa kamera " celetuk Lusi tiba- tiba membuat semua orang menoleh pada nya.
__ADS_1
" Ide bagus tuh.." ucap Marcel menyetujui nya.
" Tumben pinter otak lo.." ucap Atha mengacak rambut Lusi.
" Ishh..apaan sih..." Lusi langsung menepis tangan Atha.
Mereka pun mengatur posisi agar semua dapat terambil dengan pas di kamera. Dengan bantuan salah seorang perawat yang tak sengaja lewat di depan ruangan mereka, Lusi meminta tolong pada nya untuk memfoto keluarga besar itu.
cekrek
cekrek
Beberapa foto pun telah di ambil. Semua begitu antusias untuk melihat hasil nya. Atha duduk di sebelah Vira menatap keluarga nya yang begitu heboh melihat hasil foto mereka.
" Seneng nya bisa punya keluarga besar seperti ini..makasih ya sayang kamu udah bawa aku ke suasana bahagia seperti ini..semoga selama nya akan tetap seperti ini.." ucap Vira menitikkan air mata nya.
" Tentu saja sayang...aku akan selalu buat kamu dan juga anak kita bahagia..aku gak akan biar kan siapa pun berani mengusik keluarga kita.." jawab Atha merengkuh tubuh Vira.
" Aku mencintai mu suami ku.." ucap Vira lirih.
" Aku lebih mencintai mu istriku..kamu dan juga putri kita adalah anugerah terindah dari tuhan untuk ku.." ucap Atha seraya mengecup kening Vira.
Kedua nya pun saling bertukar senyuman.
" I will love you forever.. " gumam Atha menatap sendu wajah sang istri.
------ THE END------
Terima kasih sudah berkenan mampir di novel ini. Maaf ya jika cerita nya kurang menarik, harap maklum karena author masih pemula jadi belum terlalu mahir untuk merangkai kalimat dan kata- kata nya.
Salam manis dari Author..😊
terimakasih
__ADS_1