
Pagi- pagi sekali Atha sudah memakir kan mobil nya di depan rumah Vira, menunggu nya keluar. Keberadaan Atha yang cukup mencolok, menarik perhatian beberapa tetangga Vira.
" Kak Vira..kak Vira...bangun..." Rio mengguncang tubuh Vira berusaha membangun kan Vira.
" Apaan sih dek...masih pagi... bentar lagi..." ujar Vira kembali menutupi tubuh nya dengan selimut.
" Kak Vira... di depan ada udah ada kak Atha...!! tuh liat dia lagi di wawancara sama ibu- ibu di sini.." teriak Rio yang langsung menyadar kan Vira.
Vira yang mendengar nama Atha langsung bangun dan berlari menuju jendela kamar nya. Ia membuka sedikit horden jendela nya dan benar saja apa yang di kata kan oleh Rio, Atha tengah di kerubungi oleh ibu- ibu rempong di tempat tinggal nya.
" Astaga tuh orang ngapain sih pagi- pagi udah ke sini.. bisa jadi bahan gosip gue kalo gini cerita nya.." ucap Vira begitu panik, ia langsung berlari keluar.
" Eh itu si Vira nya udah keluar..." ucap salah ibu- ibu menunjuk ke Vira.
Vira tersenyum ramah menyapa ibu- ibu itu sembari mengahampiri Atha. Para ibu- ibu yang tadi nya berkumpul pun langsung bubar.
" Pagi Vira....." sapa Atha tersenyum.
Tak membalas sapaan hangat Atha, justru Vira langsung menarik Atha masuk ke dalam rumah nya.
" Atha lo ngapain pagi- pagi udah di depan rumah gue.."
" Ya mau jemput pacar gue lah.. lo lupa kalo hari ini kita mau jalan berdua.."
" Siapa pacar lo? emang gue ada bilang nerima lo jadi pacar gue.."
" Tapi lo nerima ciuman dari gue waktu itu..dan itu pertanda kalo lo nerima gue.."
Vira langsung terdiam, wajah nya kini pun langsung memerah kala ia mengingat ciuman nya waktu itu bersama Atha.
Melihat wajah malu Vira membuat Atha semakin gemas.
Cup
Tanpa di duga Atha mencium singkat bibir Vira, membuat Vira diam mematung.
" Morning kiss.." ucap Atha dengan wajah tanpa bersalah.
__ADS_1
" Astaga..kenapa Atha jadi bucin banget kayak gini sih.. perasaan dia dulu cool banget deh waktu masih SMA.." gumam Vira.
" Kenapa diem..buruan ganti baju atau lo mau tambah lagi morning kiss nya?? " goda Atha.
" Dasar Atha mesum..." ucap Vira langsung berlari masuk kekamar nya.
Ia bergegas mandi dan mengganti pakaian nya. Beberapa saat kemudian Vira kembali keluar. Atha sempat terpukau dengan penampilan casual Vira hari ini, simpel namun terlihat begitu manis.
" Adek lo gak di ajak.."
" Gak mau dia...kata nya ada kerja kelompok di tempat temen nya "
" Oh..ya udah yuk berangkat.."
Mereka pun pergi. Di dalam mobil tak ada percakapan di antara mereka. Vira yang dulu begitu cerewet kini sangat lah pendiam dan sikap nya pun sangat lembut. Berbeda dengan diri nya yang dulu.
" Kita sarapan dulu yuk..."
" Di mana?"
" Emang penjual nya masih ada?"
" Masih..maka nya kita makan di sana aja sarapan nya.." ucap Atha yang di setujui oleh Vira.
" Oh ya..Adit masih di luar negeri ya?" tanya Vira.
" Iya.. dia lagi mau ambil gelar doctor di sana.."
" Wiihh..hebat ya si Adit...gue juga kangen sama dia.." ucap Vira.
" Dan lo kenapa malah jadi dosen di sini? lo gak mau gitu sekolah lagi kaya si Adit? " tanya Vira.
" Belom saat nya.. " jawab Atha.
" Gue gak akan kemana pun sebelum lo bener- bener udah jadi milik gue..." gumam Atha.
Tak lama kemudian mereka tiba di taman komplek dekat rumah nya dulu. Suasana nya kini tampak berubah, tiba- tiba ia jadi teringat akan masa- masa dulu saat ia masih tinggal di sini.
__ADS_1
Mereka pun duduk sambil menikmati bubur ayam kesukaan mereka dulu.
" Keluarga lo sekarang tinggal di mana Ta? "
" Singapore.."
" Terus lo di sini tinggal di mana?"
" Gue punya apartemen..nanti gue ajak lo mampir "
---------------
Vira benar- benar di ajak berkeliling di kota ini oleh Atha, hampir semua tempat mereka berdua kunjungi. Cuaca semakin terik, mereka memutus kan untuk kembali. Namun bukan pulang ke rumah Vira melain kan ke apartemen Atha.
" Wahhh...lo tinggal di sini Ta? " ujar Vira terpukau melihat gedung pencakar langit yang beridiri kokoh di hadapan nya kini.
Dengan membawa beberapa barang belanjaan mereka memasuki gedung itu.
" Lo sendirian aja tinggal di apartemen ini?," tanya Vira saat mereka masuk.
" Iya.. "
" Lo duduk aja dulu.. gue mau ke kamar bentar "
Vira mengangguk, ia pun duduk di sofa tangan nya meraih remot televisi dan menghidup kan nya.
Menunggu Atha yang tak kunjung keluar, tanpa terasa Vira merasakan kantuk yang amat berat. Hingga akhir nya ia pun tertidur di sofa.
" Yahhh... malah tidur..padahal mau minta di masakin lagi " ucap Atha saat melihat Vira sudah terlelap di sofa nya.
Atha berjongkok di depan wajah Vira, menatap wajah Vira dengan seksama. Kemudian Atha turut berbaring di sebelah Vira, karena ukuran sofa nya yang besar sehingga cukup untuk di tempati oleh mereka berdua.
" Lo makin cantik aja sih Vir... gue khawatir gue gak bisa nahan diri..." ucap Atha lirih.
Lalu Atha mengecup kening Vira dengan lembut dan ikut memejam kan kedua mata nya tidur di samping Vira.
to be continued....
__ADS_1