
Vira mengerjap kan mata nya, ia merasa begitu panas dan seperti ada beban berat yang menimpa perut nya. Namun betapa terkejut nya ia saat melihat Atha yang tengah terlelap di samping nya.
Sontak saja Vira langsung berteriak dan secara tak sengaja ia mendorong Atha hingga jatuh ke bawah.
Gedebughh...
" Awww....!! " pekik nya.
Kemudian ia langsung berdiri sambil memegangi pinggang nya yang terasa sakit.
" Ya ampun Vir..kira- kira dong lo kalo bangunin orang..untung gak patah nih pinggang.." ujar Atha.
" Salah lo..ngapain tidur di samping gue, lo mau curi- curi kesempatan ya..."
" Tadi nya iseng- iseng aja gue tiduran di samping lo..eh gak tau nya kebablasan.." jelas Atha.
Vira hanya mendengus kesal, kemudian ia melirik jam dinding yang ada di depan nya. Ternyata hari semakin sore.
" Astaga gue kelamaan tidur nya... pasti Rio udah nungguin nih " ucap nya begitu panik.
" Biar gue anter.."
Mereka pun bergegas keluar apartemen. Sementara di rumah Vira, Rio yang sudah begitu jenuh menunggu kakak nya yang tak kunjung pulang akhir nya ia berinisiatif untuk memasak mi instan untuk mengganjal perut nya yang terasa lapar.
Saat Rio hendak mengambil mi instan yang berada di lemari atas, Rio mengambil kursi agar ia bisa menjangkau mi nya. Namun naas karena kurang berhati- hati Rio terpeleset jatuh dan pingsan.
__ADS_1
Vira yang baru tiba di rumah nya pun langsung menjerit ketika melihat sang adik tergeletak pingsan di lantai.
" Ada apa Vir..?? lo kenapa hah??? " tanya Atha yang kembali masuk kerumah Vira. Mendengar suara teriakan Vira membuat Atah bergegas menghampiri nya.
" Ta adek gue pingsan..... gimana nih, tolongin dia Ta.." ujar Vira menangis tersedu-sedu.
" Ya udah kita bawa ke rumah sakit aja... " ucap Atha langsung menggendong Rio.
Mereka segera membawa nya ke rumah sakit. Di sepanjang jalan tak henti- henti nya Vira menangis sambil memeluk Rio. Sesampai nya mereka di rumah sakit, Rio langsung di tangani oleh dokter.
" Udah Vir jangan nangis lagi.. Rio pasti baik- baik aja kok.." ucap Atha menenang kan Vira.
" Ini salah gue Ta...harus nya gue tadi cepet pulang, gue takut dia kenapa- kenapa..."
Beberapa saat kemudian dokter pun keluar dari ruangan Rio. Langsung saja Vira menghampiri dokter tersebut untuk menanyai keadaan adik nya.
" Dok gimana adek saya? gak ada masalah kan? dia tadi jatuh dan kepala nya pasti terbentur dok..dia gak papa kan" ujar Vira dengan segala rentetan pertanyaan nya.
Sementara Atha, ia hanya menggeleng kan kepala nya pelan melihat sikap Vira yang sedikit berlebihan.
" Adik anda baik- baik saja... dia hanya mengalami shock saja saat terjatuh tadi..tapi saya saran kan untuk lebih memperhati kan nya agar hal seperti ini tidak terjadi lagi... " jelas sang dokter.
" Baik dok..ini juga karena kelalaian saya..apa saya boleh masuk melihat nya? "
" Tentu saja silah kan.."
__ADS_1
Vira pun bergegas masuk melihat Rio yamg masih terbaring di ranjang rumah sakit. Ia menggenggam tangan Rio dan menciumi nya sambil menangis.
" Dek maaf ya kakak kelamaan pulang nya... gara- gara kakak kamu jadi jatuh " ujar nya merasa begitu menyesal.
" Vir... lo jangan kayak gini dong..dokter kan udah bilang dia bakal baik- baik aja...jangan nangis lagi " ucap Atha menyeka air mata Vira.
Atha sedikit terkejut melihat Vira yang sekarang, tak seperti dulu yang tak mudah menangis.
" Pasti banyak hal berat yang udah kamu lalui selama ini Vir..." batin Atha dalam hati.
Atha menemani Vira semalaman di rumah sakit, dan pagi ini Rio sudah di perboleh kan pulang. Atha pun mengantar mereka kembali ke rumah.
" Kakak kalau mau kerja berangkat aja Rio gak papa kok sendiri di rumah "
" Gak...kakak hari ini udah ijin sama bos kakak, kamu yang terpenting sekarang.." jawab Vira.
" Oh ya..makasih banget ya Ta udah nemenin gue di rumah sakit.." ucap Vira.
" Gak masalah.. untuk seterus nya kalo lo butuh sesuatu bilang aja ke gue "
" Sekali lagi makasih ya.."
Atha pun segera pergi, karena hari ini ia juga ada jam mengajar di kampus nya. Semenjak di pertemukan kembali dengan Vira membuat hari- hari Atha kini kembali berwarna. Meski baru beberapa saat berpisah dengan Vira, ia sudah merasa sangat rindu.
to be continued..
__ADS_1