
Vira dan kedua orang tua nya kini tengah duduk bersama di ruang tengah. Meski sebenar nya ia enggan untuk berhadapan dengan papi nya. Kedua orang tua nya tampak memasang wajah serius menatap Vira.
" Vira ada yang mau papi sama mami bicara kan sama kamu dan seperti nya kamu juga sudah tahu kan? " ucap papi nya membuka suara.
Vira langsung mengerti kemana arah tujuan pembicaraan mereka kali ini. Jujur sebenar nya ia sangat tak mengingin kan kebenaran nya, hati nya masih belum siap untuk menerima.
" Mami udah tau juga.. ? " tanya Vira menoleh ke arah mami nya.
" Iya sayang.. " jawab nya.
Susah payah Vira menahan air mata nya agar ia tak menangis saat itu.
" Vira ini semua adalah kesalahan papi.. papi mempunyai keluarga lain selain keluarga kita. Dan kamu juga sekarang mempunyai seorang adik.. kami berdua sengaja menyembunyi kan ini dari kamu, karena papi tau kamu lah yang paling terluka di tengah permasalahan mami dan papi.." jelas nya penuh penyesalan.
Papi Vira pun tak dapat membendung air mata nya. Vira hanya diam dan bersikap dingin menanggapi penjelasan dari papi nya. Dan hal itu yang membuat papi Vira semakin merasa bersalah.
" Sayang.. kalau kamu mau nangis..kamu mau marah.. keluar kan semua sayang papi siap menerima semua kemarahan kamu.. " ucap nya lagi.
" Percuma pi.. gak guna Vira melakukan semua itu.. toh semua gak bakal bisa kembali seperti semula kan..? keluarga kita udah hancur.. " jawab Vira.
Sementara mami nya hanya terisak dalam tangis nya di samping Vira. Vira menatap lekat wajah sang mami, membayang kan bagaimana hancur nya perasaan mami nya saat ia pertamakali mengetahui papi nya berselingkuh.
" Mami pasti saat itu sedih banget... aku merasa jadi anak yang gak berguna buat mami.. bagaimana bisa mami melalui nya sendiri... " gumam Vira.
" Tapi kita bertiga masih bisa seperti dulu kok sayang.. papi masih bisa tetap tinggal di sini dan menemani kalian berdua sama seperti sebelum nya " ucap papi nya.
Tak tahan lagi ia mendengar semua kenyataan, Vira beranjak dari tempat duduk nya.
__ADS_1
" Pi..mi...aku ke kamar dulu " ujar Vira langsung berlalu pergi menuju kamar nya.
Braakk..
Vira menutup pintu nya dengan kasar,bohong jika ia tidak sedih saat ini. Hati siapa yang tak sedih jika melihat hubungan kedua orang tua nya berada di ambang kehancuran.
Vira membenam kan wajah nya ke bantal, berharap suara deru tangis nya tak terdengar sampai keluar.
Vira meraih ponsel nya dan menelpon Atha, hanya nama itu yang kini terlintas di dalam pikiran nya yang mungkin bisa meringan kan sedikit beban di hati nya.
" Halo Vir...."
Vira tak menjawab justru Vira malah menangis, membuat Atha begitu khawatir.
" Lo kenapa Vir? kenapa nangis?? "
" Ta jemput gue.. " ucap nya sambil terisak.
Vira langsung menghapus air mata nya, kemudian ia keluar dari kamar menuju ruang tamu.
Di lihat nya papi dan mami nya masih berdebat di ruang tengah.
" Vir mau kemana? ini udah malem.. " tegur mami nya.
" Mau ke minimarket sebentar mi.. ada yang mau Vira beli. Gak lama kok " jawab Vira.
" Papi anter ya.. " sahut papi nya.
__ADS_1
" Gak usah.. ada Atha yang nganterin Vira.. " jawab nya.
Vira pun bergegas keluar, ia melihat Atha sudah berada di depan pagar nya. Vira langsung berlari menghampiri Atha dan membuka kan pintu nya.
" Vir lo gak kenapa- kenapa kan? " tanya Atha yang tampak begitu khawatir.
Vira hanya menggeleng pelan, justru ia malah memeluk Atha. Membenam kan wajah nya di dada Atha sambil menangis tersedu- sedu.
" Vir..."
" Ta biarin gue peluk lo kayak gini sebentar.. " ucap nya mengerat kan pelukan nya.
Atha menepuk- nepuk pelan punggung Vira, berusaha menenang kan nya.
" Dari pada tegak di sini mending kerumah gue aja Vir.. " ucap Atha.
Vira langsung menggeleng kan kepala nya.
" Gue gak mau...Ta ke minimarket depan sana yuk.. gue lagi pengen makan es krim.. " ucap nya.
" Udah malem Vir.. makan yang anget- anget kek, malah makan es krim " jawab nya.
" Ish..gak bisa banget sih lo hibur sahabat yang lagi sedih. Hati gue tuh lagi mendidih jadi butuh yang dingin- dingin dan manis.. " sungut Vira memukul dada Atha.
" Ya udah.. tunggu bentar gue ambil motor dulu " ucap Atha.
Atha bergegas berlari ke rumah nya, tak berapa lama ia datang kembali dengan memakai motor sport nya.
__ADS_1
Vira pun langsung naik ke atas motor. Saat ini Atha tak bertanya apa pun pada Vira, karena ia tau Vira belum bisa mencerita kan nya.
To be continued..