OUR YOUTH

OUR YOUTH
Dua puluh dua


__ADS_3

Atha dan Vira kini telah berada di bandara menunggu Adit dan juga kedua orang tua nya.


" Kok kayak mirip papi ya.. eh tapi kan papi lagi di kantor nya, mungkin perasaan aku aja kali ya.. " ucap Vira dalam hati saat ia tak sengaja melihat seorang lelaki yang mirip dengan papi nya di bandara.


" Vir.. lo ngeliatin apaan? " tanya Atha menyadar kan lamunan Vira.


" Eh nggak.. bukan apa- apa kok.." jawab Vira.


Beberapa saat kemudian, Adit dan kedua orang tua nya akhir nya tiba juga.


" Adit..!! " teriak Vira melambai- lambaikan tangan nya sambil tersenyum.


" Jangan lebay.. biasa aja manggil nya, udah kaya nyambut pacar aja lo.. " ujar Atha merasa taj senang dengan sikap Vira.


" Apaan sih lo.. Adit kan baru pulang wajar lah harus di sambut dengan hangat. Siapa tau di kasih oleh- oleh lebih nanti nya.. " jawab Vira terkekeh.


" Lo pikir dia habis liburan.. " balas Atha sambil menoyor kepala Vira.


Atha dan Vira langsung menyalami tangan kedua orang tua Adit bergantian. Nadira yang sejak dulu begitu menyukai Vira, ia begitu antusias memeluk nya dengan gemas.


" Kamu makin lama makin cantik aja sih Vir.. gemes deh tante jadi nya.. kenapa jarang main ke rumah hmm " ucap Nadira.


" Biasa tante jadwal Vira agak padat jadi gak sempet mau main ke sana.. " jawab Vira.


" Gaya lo jadwal padat Vir..Vir.. belajar aja jarang " sahut Adit mencebik kan bibir nya.


" Udah..udah ngobrol nya di lanjut nanti aja.. sekarang kita pulang dulu " ujar Bima.


Mereka pun berjalan keluar bandara.


◇◇◇◇◇◇


Semakin lama Vira semakin mencurigai papi nya, terutama dengan sikap nya beberapa tahun belakangan ini. Hubungan kedua orang tua nya memang bisa di bilang sudah tak seharmonis dulu, mereka labih bersikap dingin dan saling acuh. Hanya jika ada Vira saja sikap mereka berubah.


Hari ini Vira berniat mengikuti papi nya, ia bahkan sampai tak sekolah karena rasa penasaran nya yang begitu besar dengan sikap papi nya.


Vira mengikuti papi nya yang hendak dinas keluar kota saat itu, dan ternyata dugaan nya benar. Bukan nya ke bandara atau mengarah ke jalan tol, justru sang papi pergi menuju ke perumahan elite membuat kecurigaan Vira semakin besar.

__ADS_1


Berhenti lah mobil sang papi di sebuah rumah yang cukup mewah.


" Pa..papi.." ucap nya dengan bibir bergetar.


Kedua mata nya membulat sempurna saat melihat papi nya di sambut oleh seorang anak lelaki berusia empat tahun dan ibu nya yang berpenampilan sederhana namun tetap cantik.


Mereka tampak begitu hangat dan bahagia, bahkan senyuman papi nya saat itu tak pernah di tunjuk kan saat berada di rumah.


" Neng.. masih mau berhenti di sini atau lanjut lagi.. ? " tanya sopir taksi itu.


Vira tak menjawab, air mata nya saat itu langsung tumpah tak dapat lagi ia bendung.


" Loh..loh kok malah nangis sih neng.. " ucap sopir taksi itu bingung.


" Jalan aja pak.. " jawab Vira langsung memaling kan wajah nya.


Sopir taksi pun segera melajukan mobil nya menuju rumah Vira. Cukup jauh jarak nya dengan rumah Vira hingga baru sore hari ia sampai di rumah nya. Saat ia membuka pintu rumah nya terlihat sunyi, pasti mami nya belum pulang dan pembantu nya juga sudah pergi.


Bruukk..


" Apa papi punya wanita simpanan? " tanya Vira.


" Bahkan papi gak sebahagia itu saat kami bertiga berkumpul bersama.."


" Apa aku hanya bermimpi..?? tapi hati ku terasa begitu sakit..... "


Vira langsung menangis dengan kencang, bahkan semua foto diri nya bersama sang papi ia sobek. Pecahan kaca dari bingkai foto yang ia banting berserakan di lantai nya, hingga tanpa sadar melukai telapak kaki Vira.


" Tuhan!! kenapa dunia ini tidak adil pada ku... hati ku sakit melihat papi yang begitu bahagia saat bersama dengan mereka.. sangat sakit tuhann..." teriak Vira begitu pilu menangisi kisah hidup nya.


Hampir dua jam Vira menangis tanpa henti membuat kedua mata nya membengkak. Ia meringkuk tertidur di atas kasur nya yang sudah begitu berantakan.


Namun saat ia membuka kedua mata nya ada yang aneh dengan suasana kamar nya yang tampak berbeda.


" Vir.. lo udah sadar..?? " tanya Atha menggenggam tangan Vira dengan khawatir.


" Lo kenapa sampe kayak gini sih Vir.. " sahut Adit .

__ADS_1


Vira melihat di sekeliling nya yang ternyata ada kedua orang tua Atha dan juga Lusi, mereka tampak begitu cemas.


Sovia langsung duduk di sebelah Vira dan memeluk nya erat, membuat Vira kembali menangis.


" Lebih baik kita keluar dulu.. biar mami yang nenangin Vira " ucap Marcel.


Atha, Adit dan juga Lusi. Mereka akhir nya keluar memberi ruang untuk Vira dan Sovia berbicara.


" Vira sebener nya kamu kenapa? " tanya Sovia lembut.


" Hiks..hikss.. tante papi ku punya istri lain selain mami.. " jawab nya.


" Hah... istri lain? maksud mu papi mu selingkuh? "


" Iya.. "


" Kamu tau dari mana? emang ada bukti nya kalau papi kamu beneran punya wanita lain di luaran sana.. "


" Vira tadi ngikutin papi tan, Vira ngeliat sendiri papi di sambut sama anak laki- laki berusia sekitar umur empat tahun.. dan ibu anak itu. Mereka bahagia banget tan, bahkan papi gak sehangat itu kalau di rumah..meski pun kami bertiga suka saling bercanda.. " jelas nya.


Sovia yang mendengar cerita Vira, hati nya sedikit terenyuh menatap gadis malang di hadapan nya ini.


" Ck..kasihan sekali kamu Vir.. selama ini kamu kurang perhatian dari mereka.. malah sekarang kamu harus mengetahui hal menyakit kan ini.. " ujar Sovia dalam hati.


" Apa mami mu gak tau..? "


" Vira juga gak yakin.. apa perlu Vira tanya papi ya tan.. Vira bingung sekarang.. "


" Sudah lah.. jangan terlalu di pikir kan lebih dalam.. setelah papi mu kembali kamu tanya dia baik- baik " ucap Sovia. Vira hanya mengangguk pelan.


Di depan pintu, Atha dan Adit yang mendengar pembicaraan Vira dan juga Sovia hanya saling terdiam. Tenggelam dalam fikiran nya masing- masing.


" Jadi itu masalah yang buat Vira akhir- akhir ini suka melamun..bodoh banget sih gue sampai gak tau kalau sahabat gue lagi sedih begitu.." gumam Atha.


" Selama gue temenan sama Vira.. baru kali ini gue denger dia nangis kayak gitu.. hati gue sakit ngeliat dia begitu.." ucap Adit dalam hati.


to be continued..

__ADS_1


__ADS_2