
Vira mengerjap kan kedua mata nya melihat ke arah jendela yang masih tertutup. Hanya pancaran sinar yang melewati ventilasi yang cukup menyilau kan mata Vira.
Namun begitu terkejut nya ia saat melihat di kedua sisi nya ada Atha dan juga Adit. Meski mereka sudah terbiasa tidur bersama namun ini yang pertama kali bagi nya di usia nya yang sekarang.
" Astaga! gue ketiduran di sini semalem? ck.. duh gimana nih...? " ucap Vira langsung bangun.
" Kita bertiga kan bukan anak kecil lagi.. gimana coba pandangan orang tua Atha ke gue ntar..seorang gadis tidur bersama dua orang pria.. aish.. malu banget gue.." gerutu Vira yang merutuki kebodohan nya.
" Dit bangun..!! Adit..." Vira memukul pelan lengan Adit namun ia tak kunjung membuke kedua mata nya.
" Ck dasar kebo.. "
Vira beralih membangun kan Atha yang juga masih terlihat begitu pulas.
" Atha bangun.. udah siang..Atha.."
Bukan nya bangun, justru Atha malah menarik tangan Vira hingga ia terjatuh di pelukan Atha.
Deg
Serasa detak jantung nya hendak berhenti saat wajah nya menempel di dada Atha. Kedua pipi nya pun langsung bersemu merah.
" Bentar lagi gue masih ngantuk..berisik banget sih.." ucap Atha mengerat kan pelukan nya.
" Atha.. lepas.. lo salah meluk orang.." ucap Vira memukul- mukul dada Atha.
Atha pun membuka kedua mata nya,
" Vira..." ucap nya saat ia sedikit menunduk kan kepala nya menatap Vira.
" Ish.. buruan Ta lepasin tangan lo, susah nafas gue.." sahut Vira.
Dengan terburu- buru Atha langsung melepas kan dekapan nya.
" Lo semalem tidur di sini..? " tanya Atha.
" Iya..gue ketiduran, udah ah gue mau keluar dulu.. " jawab nya langsung beranjak berdiri.
" Berarti semalem gue bukan mimpi dong.. " gumam Atha.
__ADS_1
" Astaga..kalau gitu.." ucap nya lagi sambil memegangi bibir nya.
Flashback on
Saat tengah malam Atha terbangun sejenak dari tidur nya, ia merasakan beban berat yang menimpa lengan nya. Saat ia menoleh ternyata kepala Vira yang berada di atas lengan nya.
Vira tidur meringkuk seperti seorang bayi menghadap Atha, bahkan kedua tangan nya memeluk tubuh Atha.
" Ini mimpi bukan sih? " tanya nya sendiri karena ia pun masih terasa begitu mengantuk.
" Bahkan saat tidur pun Vira terlihat begitu manis.." ucap nya tersenyum sambil membelai pipi Vira.
" Tidur yang nyenyak Vira ku.. " ucap Atha mencium bibir Vira, kemudian ia kembali memejam kan kedua mata nya.
flashback off
" Astaga Atha.. bodoh banget sih lo.. kalau dia sampe tau bisa gawat.. " ujar Atha menepuk bibir nya merutuki kebodohan nya tadi malam.
" Tapi pas gue cium bibir dia... terasa banget, lembut dan begitu manis.. " ujar nya lagi.
Sedang kan Adit yang telah bangun beberapa saat, ia tengah memperhati kan kelakuan aneh sepupu nya ini.
" Sehat lah.. " jawab nya tanpa melihat Adit.
" Astaga! lo udah bangun Dit? sejak kapan? " ujar Atha terkejut.
" Sejak lo nepuk tuh bibir lo lalu setelah itu lo senyum - senyum gak jelas.. " jawab Adit.
" Otak lo lagi gak bermasalah kan Ta? " tanya Adit.
" Otak gue gak pernah bermasalah.. mungkin lo belum terlalu sadar tadi pas liat gue.. cuci muka dulu gih biar mata lo kebuka sempurna..gue mau keluar dulu " ujar Atha beranjak berdiri kemudian keluar dari kamar nya.
" Beneran konslet tuh otak nya si Atha.. nyuruh orang cuci muka lah dia sendiri aja belom ngapa- ngapain.. " gerutu Adit.
Di dapur..
Vira tengah membantu Sovia dan juga Lusi menyiap kan makanan. Meski memiliki seorang pembantu namun untuk urusan makanan semua Sovia sendiri yang melaku kan nya.
" Kak Vira kok semalem gak tidur di kamar ku sih.. " tanya Lusi.
__ADS_1
" Nah loh.. akhir nya di tanya juga kan..? " gumam Vira.
" Kak Vira tidur bareng kak Atha sama kak Adit ya.. " tanya nya lagi.
" I- iya.. Lusi.. kakak ketiduran di sana maaf ya.. " jawab Vira merasa tak enak.
" jangan- jangan kalian tidur di bawah ya tadi malem.." sahut Sovia.
" Iya tante.. "
" Kebiasaan banget sih kalian itu.. dari kecil sampe sekarang suka banget ketiduran di lantai.. untung kamar Atha di lantai atas jadi gak terlalu dingin.. " ujar Sovia.
Melihat tak ada tanda- tanda kemarahan di wajah Sovia membuat Vira sedikit merasa lega.
" Pagi mom.. pagi adik ku yang cantik.. " sapa Atha sambil berlalu menuju kulkas , ia tak tau jika Vira juga tengah berada di sana.
Atha yang suka sekali meminum air dingin meski itu di pagi hari, ia langsung mengambil sebotol air mineral dan meneguk nya.
" Lo kebiasaan banget sih Ta pagi- pagi minum air es.. gak bagus tau untuk kesehatan.. " ucap Vira yang tiba- tiba muncul di hadapan.
Brufffttt....
Atha langsung menyembur kan air di mulut nya ke wajah Vira.
" Atha...!!! " teriak Vira saat merasakan dingin nya air yang mengenai wajah nya dan juga membuat baju bagian depan nya menjadi basah.
" Uhuukk...uhuukk.. sorry.. sorry Vir.. gue gak sengaja.. " ucap Atha langsung mengambil kain lap.
" Basah kan jadi nya baju gue, lo sih.. " sungut Vira.
" Ya maaf Vir.. lo nya juga sih tiba- tiba muncul di depan gue "
" Gue pulang aja deh.. dasar Atha rese.. " ucap Vira yang masih kesal.
" Tante Vira pulang dulu ya.. maaf gak bisa bantuin lagi.. " pamit Vira.
Kemudian ia melenggang pergi menuju ruang tamu. Sementara Sovia dan Lusi kini tengah menahan tawa nya melihat ekspresi bodoh dari Atha.
to be continued
__ADS_1