Pacar Antik

Pacar Antik
Part 21 : Dimana-mana, Mama Itu Bawel


__ADS_3

Thalita baru saja mengakhiri panggilan dengan Deasy, dan memasukkan ponsel ke dalam ransel, ketika Mama tiba-tiba muncul di teras.


"Hayo, abis nelpon siapa tuh?" tanya Mama.


"Ini emak-emak ngagetin aja sih? Muncul tak diundang, pulang tak diantar."


"Kamu kira Mama jailangkung, hah? Bisa kualat kamu lho! Tar jadi jambu monyet, kepalamu di bawah."


"Abis Mama bikin kaget Thalita, tiba-tiba muncul terus bawel, tanpa peringatan."


Thalita masuk ke dalam rumah, dan sang Mama mengikuti di belakangnya. Demikian juga saat Thalita ke dapur dan mengambil air dingin dari dalam kulkas, Mama masih setia mengekor.


"Kenapa sih, Ma? Kok ngikuti Thalita mulu?"


"Kamu kan belum jawab pertanyaan Mama, ya Mama ikuti aja."


"Pertanyaan yang mana sih, Ma?"


"Yang kamu abis nelpon sama siapa?"


"Oh itu, Thalita abis nelpon sama Deasy. Tadi kita janjian mau ke mall, Deasy udah berangkat duluan, dan Thalita males nyusul. Jadinya, pulang deh."


"Kok males nyusul? Lha Deasy di mall sama siapa? Kasihan kan, kalau sendiri?"


"Dia udah sama Karin kok."


"Lho? Kalau Deasy sama Karin, terus kamu disuruh nyusul, lha kamu sama siapa?"


"Tadinya disuruh sama Bang Gideon."


"Oh gitu, kirain kamu disuruh nyusul sendirian. Kalau ada yang nyulik kan gimana, Mama jadi gak punya anak lagi dong."


Mama meninggalkan Thalita yang minum sambil garuk-garuk kepala. Tapi, tak lama wanita paruh baya itu balik lagi ke dapur.


"Eh, Tha! Kok Mama lama gak lihat Gideon main kesini?"


"Lha ngapain? Kan Thalita udah putus sama dia."


"Hah? Serius? Kok bisa, sih? Bukannya kalian udah lama pacaran?"

__ADS_1


"Bisa aja. Bang Gideon suka sama cewek lain, jadi Thalita ditinggal sama dia."


"Wah, kurang ajar nih, Gideon. Bisa-bisanya dia ninggalin anak Mama. Perlu dikasih pelajaran nih cowok," kata Mama sambil mengepalkan tangannya.


"Pelajaran apa, Ma?"


"Matematika, kimia, fisika. Biar aja dia pusing!"


"Good! Tambahin aja akuntansi sama ekonomi, biar makin pusing."


Thalita meninggalkan Mama, dan masuk ke dalam kamarnya. Thalita merasa sangat lelah, dan ingin beristirahat barang sejenak. Gadis itu merebahkan diri di kasur, dan terlelap.


Di rumah Gideon, sang Mama sedang sibuk memasak di dapur ketika cowok itu masuk. Gideon duduk di meja makan sambil memperhatikan mamanya, ketika wanita itu menoleh.


"Kusut amat, Yon?" tanya Mama.


"Lagi kesal, Ma. Abis dikerjai sama dua mahluk yang di luar itu."


"Deasy dan Karin?" tanya Mama lagi.


"Iya! Siapa lagi yang ngerjain Gideon kalau bukan mereka. Gara-gara mereka berdua tuh, Thalita jadi ngambek sama aku."


"Lha kok bisa?"


"Hmm, kalau begitu mereka harus diberi pelajaran nih, biar kapok," kata Mama.


"Nah bener, Ma! Kasih aja pelajaran yang sulit ya, biar mereka tau rasa!" Gideon nyengir.


"Baiklah, tunggu disini!"


Mama menggulung lengan bajunya dan segera berderap ke arah teras. Dua cewek itu tampak sedang cekakak-cekikik ketika Mama sampai. Gideon yang melihatnya dari jauh, nyengir makin lebar.


"Ini berdua, ketawa ketiwi mulu. Gara-gara kalian, Thalita jadi ngambek sama Dion dan gak mau diajak ke sini, kan?"


"Lho lho lho, fitnah itu, Ma! Justru kami berdua ini membantu Abang buat dekat lagi sama Thalita kok. Ya kan, Des?"


"Iya, Tante. Malah tadi aku sengaja perginya sama Karin, biar Bang Gideon bisa boncengan berdua sama Thalita."


"Kok kata Gideon, kalian membuat Thalita ngambek?" Mama menggaruk leher tak mengerti.

__ADS_1


"Ya itu karena Abang aja yang beg*. Jadinya Thalita kesal dan ngambek sama Abang. Malah Abang tuh gak ngantar Thalita pulang lho, Ma. Thalita jadi pulang naik ojek, kalau diculik, gimana tuh?"


Karin mencoba membela diri, agar omelan mamanya beralih pada sang Abang. Bukan Karin namanya, kalau gak jago bersilat lidah.


"Hem gitu? Jadi Gideon nih, yang harusnya Mama omeli?"


"Iya, Tante! Masa Tante ngomel ke kami berdua sih? Kan kami sudah berusaha membantu, lho. Kami tau, Tante itu sayang banget sama Thalita, dan berharap dia jadi mantu Tante. Tapi Bang Gideon malah bikin Thalita ngambek dan gak mau ke sini," kata Deasy dengan wajah memelas.


"Oh, jadi gitu ceritanya? Bener-bener deh, Gideon ini harus Tante kasih pelajaran. Bisa-bisanya dia bikin mantu kesayangan Tante ngambek."


Mama Gideon kembali ke dapur, dan mencari anak lelakinya yang sudah ngibrit masuk ke kamar. Bisa senewen Gideon kalau harus meladeni tiga cewek bawel sekaligus. Apalagi, sang Mama tampaknya ada di pihak Deasy dan Karin. Lebih baik mengamankan diri ke dalam kamar dan pura-pura tidur.


"GIDEON! SINI KAMU! JELASIN SAMA MAMA, KENAPA THALITA BISA NGAMBEK!!"


Mama berteriak dari luar kamar Gideon, suaranya sangat keras, sampai terdengar ke teras. Karin dan Deasy ber-tos ria, karena bisa menghasut sang Mama agar mengomeli Gideon.


"GIDEON!!! JANGAN PURA-PURA BUDEG YA KAMU!! KELUAR CEPAT!"


"Gideon ngantuk, Ma! Besok aja kita bahas ya! Atau Mama mau Dion ajak ke rumah Thalita sekarang?" jawab Gideon tanpa membuka pintu.


"Ngapain ke rumah Thalita?"


"Ngelamar dia buat jadi menantu Mama."


"Ayo deh kalau gitu. Kalau bisa, kalian langsung nikah aja, daripada nanti dia berubah pikiran. Karena cuma dia yang mau nerima kamu jadi pacar. Yang lain mah ogah."


"HIHIHIHI."


Karin dan Deasy tertawa sambil menutup mulut, agar tawa itu tak sampai terdengar Mama, apalagi Gideon. Bisa-bisa ketahuan kalau mereka berdua cuma berniat ngerjain Gideon.


Gideon membuka pintu kamarnya, cowok itu keluar dengan wajah sangat kusut, membuat sang Mama merasa heran.


"Kamu itu kenapa? Bukannya kamu senang, Mama mau melamar Thalita buat jadi istri kamu?" tanya Mama.


"Gideon sih senang, ngarep malah. Tapi ... tapi Gideon sama Thalita itu sudah putus. Bahkan sekarang Thalita udah punya pacar. Makanya tadi Thalita ngambek, waktu dua Kutil di depan itu, nyuruh Dion buat bonceng dia," akhirnya Gideon mengaku.


"APA? PUTUS SAMA THALITA? KOK BISA SIH, YON?"


"Ya bisalah, Ma. Kan Abang selingk*h sama si Mak Lampir. Ya Thalita minta putus lah," celetuk Karin.

__ADS_1


"POKOKNYA MAMA GAK MAU TAU! KAMU HARUS BALIKAN SAMA THALITA. KALAU PERLU, BULAN DEPAN KALIAN NIKAH! MAMA GAK MAU DENGAR ALASAN!!"


Mama pergi ke kamarnya, pasti mau konfirmasi sama mamanya Thalita. Karin nyengir lebar, karena itu Gideon mengacungkan bog*m ke arah gadis itu. Deasy malah ngakak sambil memegang perutnya.


__ADS_2