
Gideon benar-benar membulatkan tekad untuk kembali bersama Thalita. Kini cowok itu merubah penampilannya, tak lagi berpenampilan antik khas penampilan anak muda tempo dulu. Bahkan Gideon mewarnai rambutnya dengan warna pirang, agar mirip-mirip dengan para oppa dari Korea.
Pagi itu, Gideon berniat menjemput Thalita di rumahnya, untuk diajak berangkat bareng ke kampus. Kali ini, Gideon tak lagi bersembunyi dan mengintip Thalita dari balik pohon seperti kemarin-kemarin, tetapi dengan gentle Gideon mengetuk pintu rumah Thalita.
"Eh, Gideon? Ini Gideon kan?" tanya mama Thalita tak percaya.
Wanita setengah baya itu yang membuka pintu, saat Gideon mengetuknya. Tak lupa, Gideon mencium tangan calon mertuanya itu dengan takzim.
"Iya, Tante, ini Gideon. Gideon mau ijin ngajak Thalita bareng pergi ke kampus. Thalita belum berangkat kan, Tante?"
"Be ... belum, masih sarapan dia. Ayo masuk! Ikut sarapan bareng Thalita! Hari ini Tante masak bubur ayam."
"Terima kasih, Tante. Gideon sudah sarapan tadi di rumah, Mama masak nasi uduk kesukaan Gideon."
"Ya udah kalau gitu. Yuk masuk! Nunggu Thalita di dalam saja, yuk!"
"Gideon tunggu di sini saja, Tante. Motor Gideon di luar pagar, takut ilang," tolak Gideon sambil nyengir.
"Kalau gitu, Tante panggil dulu ya, Thalitanya."
Gideon mengangguk, kemudian duduk di kursi teras, setelah mama Thalita masuk ke dalam rumah. Tak lama, Thalita keluar, tapi wajahnya manyun.
"Pagi, Bang! Tumben pagi-pagi udah di sini?"
Thalita terpaksa menyapa Gideon, meski dengan nada jutek. Cewek itu sudah diwanti-wanti sang Mama, untuk bersikap sopan pada Gideon. Bagaimanapun, Gideon lebih tua dari Thalita.
"Pagi juga, Cantik. Abang sengaja ke sini, untuk mengajak Thalita berangkat bareng ke kampus, itu kalau Thalita gak keberatan, sih."
Thalita memindai penampilan Gideon dengan netranya, dari ujung rambut sampai ujung kaki, tak ada yang luput dari pengamatan Thalita.
"Abang gak lagi mabok, kan?" tanya Thalita sinis.
Mama Thalita yang sengaja menguping obrolan anaknya dan Gideon, merasa gemas. Ingin dicubitnya si Anak Gadis, karena tak menuruti perintahnya untuk bersikap sopan pada Gideon.
"Enggak kok, Cantik. Abang itu cuma mabok kalau naik angkot, karena aroma tubuh orang banyak yang bercampur jadi satu, membuat Abang mual. Karena sekarang Abang gak sedang naik angkot, jadi Abang gak mabok kok."
__ADS_1
Thalita mendengkus kesal. Hampir saja dia tertawa mendengar jawaban Gideon yang terdengar polos. Padahal Thalita tau, Gideon sengaja melucu untuk mencairkan suasana.
"Hem? Kok penampilan Abang berubah? Di suruh Lily ya?"
Thalita menopang dagunya dengan ibu jari dan telunjuk, sambil berpura-pura mengamati penampilan Gideon. Padahal dalam hati, Thalita mengagumi penampilan baru Gideon yang membuatnya terlihat makin tampan.
"Mana ada Lily berani nyuruh Abang merubah penampilan? Jujur saja, Abang merubah penampilan untuk membuat Thalita terkesan."
"Biar apa kayak gitu?"
"Biar Thalita mau Abang ajak balikan."
Wajah Thalita terasa panas, pasti saat ini wajah tak tau diri ini sudah memerah seperti buah strawberry. Thalita menunduk, agar wajahnya tertutup rambutnya yang panjang. Cewek itu tak mau membuat Gideon merasa senang, karena Thalita masih baper dengan gombalannya.
"Yuk, kita berangkat, takut kesiangan!"
Thalita mengekor di belakang Gideon, setelah keduanya pamit pada mama Thalita. Cewek itu terpaksa berangkat bareng dengan Gideon, selain karena ancaman sang Mama, juga karena udah hampir kesiangan.
Tiba di kampus, banyak pasang mata memandang pasangan Gideon dan Thalita dengan pandangan tak percaya. Termasuk Lily, cewek itu sampai tak berkedip melihat penampilan baru Gideon. Perfect.
"Woy, tutup itu mulut, tar ada lalat masuk, baru tau rasa lho."
Omongan Winny menyadarkan Lily dari rasa terpesona pada Gideon. Buru-buru cewek itu menutup mulutnya dengan tangan.
"Itu Gideon kan, Ly?" tanya Winny. Lily hanya mengangguk.
"Terus, yang sama dia itu siapa? Ceweknya?"
Lily hanya mengangkat bahu, kemudian berjalan tergesa menuju kelasnya. Winny yang masih penasaran, mencoba mengejar Lily.
"Kok bisa Gideon punya cewek? Bukankah kalian pacaran?"
"Udah putus."
"Kok putus sih, Ly? Padahal kalian itu pasangan paling serasi lho, di kampus ini. Sayang banget kalau kalian sampai putus, pasti banyak fans kalian yang kecewa. Secara, waktu kamu pacaran dengan Gideon dan bikin konten bareng, rating kamu di toktik langsung melonjak tuh. Apa kamu gak punya niat buat balikan dengan Gideon, Ly?"
__ADS_1
Winny yang sedari tadi nyerocos seperti kereta api, membuat kepala Lily semakin pusing. Cewek itu sudah merasa kepalanya berdenyut, ketika tadi melihat Gideon berboncengan dengan Thalita.
"Bisa diam gak sih kamu, Win? Kepalaku pusing nih, dengar kamu ngomel!"
"Aku bukan ngomel ini, Tha. Tapi aku kasih kamu saran. Kamu itu sahabat aku, jadi aku berusaha kasih saran yang terbaik buat kamu. Termasuk kasih saran agar kamu balikan aja sama Gideon. Kalian itu sebenarnya masih saling cinta, cuma malu-malu aja. Lagi pula, kamu itu lebih segalanya dari cewek yang dibonceng Gideon tadi, dia mah gak ada bagus-bagusnya."
Kalimat terakhir Winny membuat Lily berhenti melangkah, bahkan Lily membalikkan badan menghadap Winny. Lily yang berhenti tiba-tiba, membuat Winny yang sedang meleng menabraknya, keduanya kini jatuh terguling.
"Ah kamu, Ly! Kenapa berhenti gak ngasih tanda sih? Kalau di jalan raya, kamu bisa kena tilang nih," gerutu Winny kesal.
Lily sudah berdiri, cewek itu sedang mengebaskan debu dari pakaiannya, dan membersihkan tangan dengan tissue basah. Sedang badan Winny yang tambun, masih berguling-guling di lantai, rupanya kaki Winny terkilir.
"BANTUIN NAPA, LY!! AKU JATUH KAN GARA-GARA KAMU!!"
Winny mengulurkan tangan, agar Lily membantunya berdiri. Tanpa pikir panjang, Lily menarik tangan Winny, yang berakibat dia jatuh kembali, kali ini menimpa Winny. Para mahasiswa yang kebetulan ada di tempat itu, tidak ada yang berniat membantu, mereka cuma menonton dan menertawakan mereka berdua.
Kebetulan sekali, Deasy sedang melintas di tempat itu. Timbul niat usilnya untuk nyinyir pada Lily.
"Wah, ada yang cosplay jadi ikan duyung dan ikan julung-julung, nih," seru Deasy.
"HAHAHAHAHA."
Seketika suara tawa, memenuhi koridor tempat Lily terjatuh bersama Winny.
"Apa ini konten baru buat toktik? Niat banget nih seleb, sampai cosplay segala."
"HAHAHAHAHA."
Kembali suara tawa membahana, membuat Deasy semakin semangat mengejek Lily. Tapi belum sempat Deasy membuka mulutnya, ada yang menjewer telinga gadis itu.
"HEH! Mau show stand up comedy?"
"Aduh, Tha!! Sakit tau!! Kenapa sih kamu itu gak suka banget lihat teman seneng?"
Deasy cemberut, apalagi ketika kedua lengannya ditarik paksa oleh Thalita dan Gideon.
__ADS_1