Pacar Antik

Pacar Antik
Part 34 : Strategi Gideon


__ADS_3

Pulang dari kampus, Gideon berwajah sangat cerah. Sambil bersiul-siul dan memutar-mutar kunci motor, cowok itu masuk ke rumahnya. Mama dan Karin yang sedang asik nonton sinetron, heran melihat ekspresi Gideon.


"Keliatannya seneng banget, Bang? Baru dapat arisan, ya?" tanya Karin.


"Ini lebih hebat daripada dapat arisan, Dek. Abang dapat jodoh."


Gideon duduk di antara mamanya dan Karin, kemudian memeluk kedua wanita itu bersamaan.


"Jodoh? Kamu punya pacar baru, Yon?" tanya Mama.


"Gak kok, Ma. Tapi Gideon mau balik lagi sama Thalita, calon mantu kesayangan Mama."


"Hah? Kok bisa, Bang? Bukankah Thalita itu udah punya pacar, ya? Apa pacar barunya dia putusin dan milih balik sama Abang?" tanya Karin.


"Nah, kabar gembiranya di situ, Dek. Ternyata, cowok itu bukan pacar baru Thalita, dia cuma sepupunya," jawab Gideon sambil tersenyum lebar.


"Darimana Abang tau?" tanya Karin penasaran.


Karin tak menyangka, kalau cowok yang katanya pacar baru Thalita itu ternyata cuma sepupunya. Selama ini Karin merasa dekat dengan Thalita, tapi tak berani bertanya. Deasy juga yang sahabat Thalita, tampaknya juga tak tau. Thalita berhasil menutup rapat rahasianya.


"Tadi Abang ngobrol sama cowok itu. Namanya, Moses. Dia anak pakdhe Thalita."


"Kalau begitu, bisa digebet nih. Kata Deasy, cowok itu keren banget. Emang bener, Bang?"


"Masih keren juga Abang kok."


Gideon menyibak rambutnya dan berlagak sok cakep, membuat Karin menjadi manyun.


"Jadi, masih ada kesempatan buat Mama punya mantu Thalita dong?" tanya Mama girang.


"Tentu saja, Ma. Dan, tak lama lagi, anak Mama yang ganteng ini bakal balikan sama Thalita lagi. Itu si Mas Moses sudah janji, bakal bantuin Gideon balik sama Thalita," kata Gideon sambil tertawa lebar.


"Yakin banget kamu, Bang?" tanya Karin.


"Yakin dong, Dek. Kan Mas Moses sendiri yang bilang mau bantu Abang. Dia juga bilang, kalau Thalita itu sebenarnya masih cinta sama Abang, cuma kesel, karena Abang pernah dekat sama Lily," kata Gideon berubah sedih.


"Yo sukurin! Lagian, bisa-bisanya Abang tergoda sama Mak Lampir, padahal udah punya Thalita. Mereka itu gak level buat dibandingkan, kayak berlian sama batu akik," gerutu Karin.


"Yang batu akik siapa?" tanya Mama.

__ADS_1


"Yo jelas Mak Lampir, masa Thalita yang batu akik?"


"Ya kirain aja, Rin. Buktinya abangmu ini kan sempat tergoda sama pesona batu akik, hahaha."


Gideon jadi sebal, karena Mama dan Karin menertawakan dia. Padahal Gideon sudah menyesal banget, atas perbuatannya itu. Meninggalkan Thalita si berlian, demi Lily si batu akik.


"Baguslah kalau gitu, Mama dukung kamu buat balikan lagi sama Thalita," ujar Mama.


Gideon mengecup pipi mamanya, mengelus kepala Karin, dan berlalu ke kamarnya sambil bersiul-siul.


*****


Lily tersenyum, melihat video yang dia ambil saat di kost Winny. Cowok yang sedang bermesraan dengan cewek di depan kost itu, pacar baru Thalita. Lebih tepatnya, yang dibilang sebagai pacar baru Thalita. Karena jelas-jelas cowok itu sudah punya pacar, terbukti dari video itu, bisa jadi Thalita cuma ngaku-ngaku pacaran dengan cowok itu. Atau lebih parah lagi, selingkuhan cowok itu.


"Gimana kalau video ini aku kirim ke Gideon ya? Pasti cowok itu bakal seneng, mantannya ternyata cuma korban dari biawak air tawar, yang suka selingkuh dan mainin anak gadis orang. Terus Gideon bakal berterima kasih sama aku deh, karena udah buat dia seneng."


Lily senyum-senyum sendiri, karena membayangkan Gideon yang sebentar lagi bakal jatuh lagi ke dalam pelukannya. Dulu memang Lily cuma berniat memanfaatkan keantikan Gideon untuk menambah followers akun toktiknya, tapi sekarang ini, ternyata Lily jatuh cinta beneran dengan cowok itu.


"Gideon sekarang memang sudah gak berpenampilan antik lagi, tapi dia sekarang ganteng banget, aku jadi makin kesengsem sama dia."


Sambil memejamkan mata, Lily membayangkan wajah Gideon, dan apa yang akan dilakukan cowok itu, kalau dia memperlihatkan video yang disimpannya.


"Duh, mau apa lagi sih ini Buntelan, ganggu orang lagi berkhayal saja," gerutu Lily.


Lily meletakkan ponselnya, dan mengabaikan panggilan Winny, sampai akhirnya ponselnya berhenti berdering.


"Menyerah juga akhirnya nih Buntelan," kata Lily sambil tertawa.


Cewek itu kemudian mengotak-atik ponselnya, mengirimkan video pada Gideon. Tertawa senang karena centang abu-abu segera berubah jadi biru, bahkan terlihat Gideon sedang mengetik.


"Wah, fast respon banget nih Gideon. Pasti dia sedang mengetik ucapan terima kasih buat aku nih," kata Lily girang.


Ting...


[Makasih buat kiriman videonya🙏] ~ from Gideon.


"Apa ku bilang, pasti Gideon seneng dapat kiriman video dari aku, jadi bisa mem buli mantannya, hihihi. Cerdas banget memang aku ini."


Lily segera mengetikkan pesan balasan untuk Gideon.

__ADS_1


[Sama-sama, Sayang. Love you]


Tak ada balasan lagi dari Gideon, bahkan chat Lily tak dibaca padahal Gideon sedang online. Mendapat kiriman video dari Lily, Gideon segera meneruskannya pada Thalita.


[Sayang, tuh pacar kamu selingkuh lho. Putusin aja deh, trus kamu balikan sama Abang, hahaha.] ~ from Gideon.


Thalita sewot mendapat kiriman video itu, juga chat Gideon yang mengajaknya balikan. Cewek itu segera membalasnya dengan sedikit kasar.


[Orang cakep mah bebas, mau selingkuh juga boleh kok. Beda sama Abang, udah wajah pas-pasan, selingkuh pula sama Mak Lampir.] ~ from Thalita.


[Gapapa wajah Abang pas-pasan, yang penting, Abang punya pacar cantik.] ~ from Gideon.


[Cantik ya? Iya sih, kan selebgram dengan ribuan followers ya? Lupa.] ~ from Thalita.


Tak sabar, Gideon menelepon Thalita, karena berbalas pesan chat membuatnya semakin kangen dengan cewek itu. Dengan menelepon, Gideon bisa mendengar suara Thalita dan sedikit mengobati rasa kangennya.


"Apa sih, Bang! Kok nelpon-nelpon?" tanya Thalita ketus.


"Abang nelpon karena Abang kangen, Sayang. Dengar suara Thalita, bisa ngobatin rasa kangennya Abang."


"Heleh, pret, gombal mukiyo. Lagi males digombali aku, Bang. Cepet bilang, apa mau Abang nelpon Thalita?"


"Abang mau ngajak kamu balikan," kata Gideon to the point.


"Ogah!"


"Ogah nolak kan? Wah makasih, Sayang. Kamu memang pacar Abang yang paling baik, paling cantik, paling pengertian juga. Pokoknya kamu itu is the best deh Sayang."


"Sehat, Bang?"


"Sehat dong, Sayang. Kan Abang ini selalu jaga kesehatan, biar gak sakit dan bikin kamu khawatir."


"Udah minum obat?"


"Dengar suara kamu aja udah mood booster banget buat Abang. Jadi Abang gak perlu minum obat lagi."


"Bye."


Thalita mematikan sambungan telepon, dan membuat Gideon terpingkal-pingkal. Pasti gadis itu sedang manyun, dan bibirnya maju beberapa senti. Ah, Gideon makin kangen saja sama Thalita.

__ADS_1


__ADS_2