
Didepan pintu gerbang sekolah Kevin Gadis duyung itu menatap bingung bangunan besar itu. Saat dia ingin melangkah masuk tiba-tiba seorang penjaga sekolah melarangnya.
"Maaf nona, anda mencari siapa?" tanya satpam tersebut.
"Apakah ini rumah Kevin?" tanya Ara bingung.
"Maaf sepertinya anda salah alamat" ucap satpam itu lagi. Satpam itu langsung menutup pintu gerbang karena dia mengira Ara adalah orang gila karena penampilan Ara Sangat aneh.
Gadis duyung itu tidak tahu harus berbuat apa. Dia terus berdiri didepan gerbang itu Hingga jam sekolah selesai. Saat semua murid keluar dari sekolah dia nampak kebingungan karena banyak sekali orang yang keluar. Semua orang menatapnya dengan tatapan aneh saat melihat Ara. Dan saat itu juga Tio dan Rendi keluar dari sekolah, kevin tidak masuk karena dilarang oleh dua sahabatnya dengan alasan belum pulih.
"ehh tunggu Ren, itu bukannya gadis aneh yang di kapal waktu itu yah" ucap Tio sambil menghentikan langkahnya.
"Iya sepertinya kamu benar" ucap Rendi yang juga melihatnya. Merekapun ingin bertanya kepada pak satpam karena mungkin saja dia anak baru, begitu pikirnya.
"pak, Dia siapa?" tanya Tio kepada satpam sekolah sambil menunjuk kearah Ara.
"saya juga tidak tahu, saat saya tanya dia hanya menjawab 'apakah ini rumah kevin' begitu" jawab satpam.
"ohh saya kira dia anak baru, yah mungkin saja bapak tahu" ucap Tio lagi.
"Lagian mana mungkin anak seperti dia sekolah disini. lihat penampilannya seperti orang aneh, dan lihat dia saja tidak pakai alas kaki" ucap satpam itu lagi sambil menunjuk kearah Ara yang sedang kebingungan.
Tanpa mengatakan apa-apa Rendi langsung berjalan menghampiri Ara, dan disusul Tio.
"Hai. Kau wanita yang bersama Kevin waktu dikapal kan?" tanya Rendi tanpa basa-basi.
Ara hanya mengangguk pelan menjawab pertanyaan Rendi.
"Ahh benarkan dugaanku. Ada apa kau kemari?" tanya Rendi lagi.
__ADS_1
"mencari Kevin" Jawabnya pelan.
"Ah kau mencarinya. kebetulan sekali kita juga ingin memastikan sesuatu" ucap Tio.
"Dimana Kevin?" Tanyanya lagi.
"Jika kau ingin tahu dimana Kevin ayo ikut dengan kita" jawab Rendi. kemudian mereka membawa Ara masuk kedalam mobil menuju rumah Kevin.
Didalam perjalanan Ara diam tanpa mengatakan apa-apa, dia juga nampak seperti orang kebingungan. Dia melirik kesana-kemari seperti sedang mencari sesuatu.
"Kau kenapa" tanya Tio yang penasaran.
"Benda apa ini? kenapa bisa bergerak?" tanyanya penasaran.
Sontak saja membuat Tio dan Rendi tertawa mendengar pertanyaan Ara.
"Kau ini hidup di jaman apa? Kau serius tidak tahu?" tanya Tio sambil tertawa. Dan gadis itu hanya mengangguk.
"Ini adalah mobil, kendaraan yang sering digunakan untuk bepergian. Ahh sepertinya kau juga lupa ingatan seperti Kevin" ucap Rendi.
Setelah melakukan perjalanan menaiki mobil mereka sampai di perumahan mewah. Ara dibuat takjub dengan bangunan- bangunan mewah itu karena baru pertama kali dia melihat bangunan yang tersusun rapi dan sangat besar-besar. Kini mereka sudah berada didepan pintu rumah Kevin. Rendi menekan tombol password rumah Kevin, itu sudah menjadi kebiasaan mereka.
"apa itu?" tanya gadis duyung itu.
"Ini adalah alat untuk menekan password untuk masuk kedalam rumah" jelas Rendi.
"apa itu pass,,,pass,,, pass,,," ucap Ara sambil mengingat-ingat yang Rendi ucapkan.
"Password!!!" kata Tio gemas.
__ADS_1
"Password itu kata sandi" jawab Rendi lagi.
"Apa itu kata sandi?" tanya Ara lagi, membuat Tio semakin geram dibuatnya.
"Ah sudahlah Jika memang kau tidak tahu tidak usah banyak tanya!!! jika terus meladeni orang seperti mu aku rasa aku akan gila!!" jawab Tio kesal dan langsung masuk kedalam.
"kau tidak usah dengarkan ucapan Tio tadi, dia memang orangnya seperti itu. ayo masuk" ucap Rendi lembut sambil melangkah masuk.
...
"Ehh ada apa kau kesini" Tanya Kevin yang melihat kedatangan Tio.
"Ada tamu untukmu" jawab Tio malas, sambil merebahkan dirinya ke sofa.
"Siapa?" tanya Kevin lagi.
"Tuh" jawab Tio sambil menunjuk kearah Ara dan Rendi.
Kevin dibuat bingung dengan kedatangan Ara. Kevin menatap arah dari atas hingga bawah, dia merasa aneh saat melihat ara. Sedangkan Ara tersenyum manis kepada Kevin.
"Siapa dia?" tanya Kevin sambil menatap tajam kearah Ara.
"Kau benar-benar tidak ingat dia?. Ah ayo duduk dulu". Ucap Rendi sambil menyuruh Ara duduk.
Kini mereka sedang beradu pandang, Kevin selalu menatap Ara karena posisi mereka sekarang sedang berhadapan. Ara juga membalas tatapan Kevin tanpa ragu.
"Heii kau benar-benar tidak ingat dia?" ucap Tio memecahkan keheningan.
"Siapa dia sehingga aku harus mengingatnya?" tanya Kevin Dingin. Sikap Dingin Kevin kembali muncul karena dia bingung dengan seseorang yang ada dihadapannya, dia merasa heran dengan penampilan Ara yang sangat aneh. Ara saat ini hanya memakai kaos pendek dengan celana laki-laki dan tidak memakai alas kaki, sehingga Kevin bisa melihat kakinya yang penuh dengan luka, tidak hanya itu tangan gadis itu juga penuh dengan luka, seperti dia habis mengalami kecelakaan.
__ADS_1
.....
BERSAMBUNG.....