
Kevin selalu saja dibuat kesal dengan tingkah Ara. Tapi entah kenapa Kevin seakan-akan nyaman saat bersama Ara. Dia merasa wajah Ara sangat tidak asing dengannya.
Kini mereka Duduk diruang tamu, Kevin semakin penasaran dengan Ara. Dia selalu saja berusaha berpikir tapi tidak bisa.
"Hei kau ini siapa sebenarnya?" tanya Kevin serius.
"Aku Ara" jawabnya santai.
"Aku tahu!! maksud ku kau ini sebenarnya siapa, dan apakah kita benar-benar kenal? kenapa aku tidak bisa mengingatmu sedangkan kau bisa" ucap Kevin.
"Aku tidak bisa memberi tahu mu sekarang" ucap Ara pelan.
"kenapa?" tanya Kevin.
"Jika kamu tahu siapa aku, Kamu pasti mengusirku" ucapnya.
"Hei!! walaupun kau tidak memberi tahu aku siapa dirimu, aku akan tetap mengusirmu" kata Kevin.
"Jangan" ucap Ara lirih.
"kenapa?" tanya Kevin
"aku tidak mau meninggalkan mu" kata Ara.
"aku tidak butuh kau" ucap Kevin cuek.
"kau butuh aku" kata Ara tegas.
"Kenapa? apa kau seseorang yang bisa memberikan apa saja yang aku mau?" ucap Kevin menyindir.
"Tidak." Ucap Ara sambil menunduk.
"Terus" lanjut kevin.
"itu karena kau kesepian, kau butuh seseorang yang membuatmu tertawa dan tersenyum." kata Ara.
"Kau tahu apa tentangku?" ucap Kevin tidak suka.
"Semua orang juga tahu kalau kau orang yang sangat kesepian" kata Ara.
Saat Mereka Sedang ngobrol handphone Kevin Berbunyi.
"Hallo, ada apa" tanya Kevin pada seseorang yang ada disebrang telefon.
__ADS_1
"Vin maaf banget yah hari ini aku ga bisa datang ke rumah" ucap dia dalam telfon, dia adalah Rendi.
"Kenapa? terus ini perempuan gimana?" tanya Kevin mulai kesal.
"Ayahku menyuruh aku buat datang ke acara bisnisnya. kalau masalah perempuan itu, kamu urus dia dulu yah" ucap Rendi.
"tidak bisa begitulah. Kan kalian yang bawa dia kesini, kenapa harus aku yang urus!!" ucap Kevin kesal.
"Yaelah Vin, masalah begitu saja itung-itungan. Sudahlah hanya sementara saja kok. Lagipula dia tidak ngapa-ngapain kamu kan" ucap Rendi.
"ga ngapa-ngapain gimana!! dia itu sudah bikin kepalaku meledak, Jika aku dengannya berhari-hari bisa-bisa aku beneran gila. Kalau Tio gimana, dia kesini kan?" tanya Kevin
"Tio juga tadi beritahu aku, katanya dia ga bisa kesitu. Kamu Taukan ayah Tio" ucap Rendi.
"terus kalian benar-benar ingin aku mengurusnya?!!" kata Kevin marah.
"Udah yah Vin, aku sibuk nih" ucap Rendi dan langsung mematikan sambungan telfon.
Tut.
"Halo!!. Ishhh Sialan berani-beraninya dia mengatur dan mematikan telfon seenaknya." gumam Kevin kesal.
Ara yang dari tadi hanya melihat Kevin saja bingung dan heran. Dia bingung karena Kevin marah-marah dengan benda kecil itu.
"Ara hanya bingung, kenapa kamu marah-marah dengan benda kecil itu" ucap Ara sambil menunjuk kearah handphone.
"Aku lebih bingung dengan kau yang tidak tahu apa-apa!!!" ucap Kevin kesal.
Ara hanya diam saja tidak berani menjawab. Karena dia tahu Kevin saat ini sedang marah.
"Apa kau sejorok itu?!!" tanya Kevin kesal.
"apa?" tanya Ara pelan.
"memangnya kau tidak ingin mandi?! Jangan bilang kau juga tidak tahu apa itu mandi." Ucap Kevin kesal sambil membuang muka.
"Aku memang tidak tahu" jawab Ara, Kevin benar-benar kaget mendengarnya. mata dia terbelalak tidak percaya.
"Astaga!!! Bunuh saja aku sekarang!! apa seumur hidupmu kau tidak pernah mandi" kata Kevin sangat kesal.
Kevin memikirkan bagaimana cara menjelaskannya, tidak mungkin dia memandikan Ara. Bisa gawat urusannya.
"Haa kau lihat ini yah" Kevin menunjukkan Vidio dari ponselnya tentang caranya mandi. Dia juga heran kenapa ada orang yang membuat video tentang cara mandi, tapi untung saja ada jika tidak mungkin dia akan benar-benar memandikannya.
__ADS_1
"Kau mengerti kan" ucap Kevin setelah menunjukkan Vidio mandi ke Ara. Dan hanya dijawab anggukan oleh Ara.
Kevin membawa Ara kedalam kamarnya untuk mandi dikamar mandi pribadinya. Tapi saat sampai dipintu kamar Ara berhenti dan tidak berani melanjutkan langkahnya.
"Kau kenapa" Kevin yang melihat Ara diam.
"Waktu itu Kevin bilang aku tidak boleh masuk keruangan ini. Kenapa Kevin ingin mengajak aku kedalam" ucap Ara.
"Yah sekarang kau boleh masuk kedalam" ucap Kevin malas. Ara hanya tersenyum mendengarnya.
Setelah masuk kedalam, Kevin menunjukkan kamar mandi dan kamar ganti.
"Jika kau sudah selesai mandi kau masuk keruangan ini. Dan pakai salah satu jaket ku saja. Tapi ingat jangan pakai yang ini." sambil menunjuk ke salah satu jaket Hoodie miliknya.
"Aku tahu, itu adalah benda kesayanganmu" ucap Ara sambil tersenyum.
"Baguslah jika kau tahu. Habis ini aku akan membelikan mu beberapa baju."
Ara hanya mengangguk saja, Setelah Kevin keluar kamar Ara masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tentu saja dia berubah menjadi duyung ketika kakinya terkena air.
Kevin menunggu Ara DiRuang tamu sambil menonton tv. Saat sedang asik menonton dia dikagetkan dengan kedatangan Ara yang tiba-tiba muncul dari belakang.
"Apa nama benda itu. Aku sangat bingung kenapa ada manusia didalamnya" ucap Ara tiba-tiba, dan langsung duduk disamping Kevin.
"Hei! Kau ini bikin jantung ku copot saja. Ini itu adalah tv, Didalam tidak ada manusia." ucap Kevin marah.
"lalu itu apa?" tanya Ara bingung.
"Itu hanya gambar. ahh sudahlah aku capek jika bicara dengan mu" kata Kevin.
Kevin Sungguh terpana melihat Ara. Bagaimana tidak, Ara kini hanya memakai jaket Hoodie diatas lutut. walaupun itu kebesaran saat dipakai Ara, Tapi tetap saja itu terlalu pendek untuknya. Hingga membuat kaki mulus Ara hampir terlihat semua. Kevin yang melihatnya hingga menelan air liurnya.
"Apa tidak ada pakaian lain lagi. Kau ini berusaha menggoda ku yah" ucap Kevin.
"Tidak, Aku hanya menuruti apa yang Kevin katakan" ucap Ara polos.
"Ah sudahlah. kau mau ikut atau tidak aku ingin keluar membeli sesuatu, sekalian membeli baju untukmu." ucap Kevin, membuang muka.
"Tentu saja, aku akan ikut kemanapun Kevin pergi" ucap Ara sambil tersenyum manis.
.......
BERSAMBUNG.....
__ADS_1