
Kevin kini sudah berada disekolah. Seperti biasanya Kevin, Rendi, dan Tio telat datang kesekolah. Tapi hukuman yang mereka terima hanya push up sepuluh kali. Mungkin itu karena semua orang sudah tahu bahwa Kevin anak dari Durant Atmaja.
Saat mereka sampai dikelas pun semua orang melihat takut kepada Kevin. Semua orang tahu bahwa Kevin anak dari Durant semenjak kejadian itu dan membuat semua orang tidak ada yang berani melawan ataupun mendekati Kevin.
"Semua orang ini kenapa melihat takut kepada ku?" tanya Kevin.
"Mungkin karena sekarang mereka tahu kalau kah ini anak dari om Durant." ucap Tio.
"Sejak kapan mereka tahu?" tanya Kevin kaget.
"Semenjak kamu terjebur. Om Durant saat itu sangat marah dan mengancam semua orang jika kau tidak ditemukan" ucap Rendi.
"Benarkah? aku tidak percaya papa melakukan itu."ucap Kevin.
"Biar bagaimanapun dia kan papa kamu tetap saja merasa khawatir saat anak satu-satunya tenggelam" ucap Tio.
Kevin tidak memperdulikan ucapan Tio. Sekarang mereka sudah berada di dalam kelas. Untung saja gurunya saat ini tidak bisa hadir jadi mereka tidak mendapatkan ceramah lagi.
"Oh yah Vin bagaimana keadaan gadis itu? tidak kamu apa-apain kan?" tanya Rendi.
"memangnya kau pikir aku akan berbuat apa?" tanya kevin kesal.
"Yah kirain bakal berbuat hal-hal yang senonoh. Secara kalian kan Lawan jenis, berada di dalam satu rumah yang hanya ada kalian berdua. Siapa tahu saja kalian hilaf" ucap Rendi.
"Kamu gila!! mana mungkin aku melakukan hal seperti itu." ucap Kevin kesal.
"Yakin nih vin?" goda Tio.
"Iyalah. Jangankan seperti itu, ciuman dengan dia pun aku belum pernah" ucap Kevin. Dia belum tahu jika saat dia tenggelam Ara mencium Kevin untuk melupakan ingatannya.
__ADS_1
"Iya iya percaya." kata Rendi.
"Pulang sekolah kalian ke rumah. Antar pulang tuh orang, Bisa gila aku jika lama-lama dengannya" ucap Kevin.
"Iya-Iya siap" ucap Tio.
"Eh kalian tau tidak orang yang sudah bikin kamu terjebur dan tenggelam dilaut waktu itu?"ucap rendi
Kevin dan Tio menggeleng kepala.
"Ternyata itu perbuatan Bagas" Ucap Rendi serius.
"Apa!! Benar-benar cari mati tuh anak." ucap Tio yang merasa kesal dan ingin menghampiri Bagas tapi di tahan oleh Rendi dan Tio.
"Mau apa?" tanya Kevin.
"Tentu saja mau menghajarnya. Dia itu udah buat kamu hampir mati!!!" ucap Tio marah.
"Serius, Aku barusan tadi dikasih tau sama yoga. Katanya anak buah om Durant mengecek cctv kapal dan disitu terekam bahwa Bagas sengaja mendorong pelayan kapal hingga menmbuat kamu jatuh. Oh Iyah jika kamu masih tidak ingat disitu juga terdapat rekaman saat kamu bersama gadis itu dan gadis itu ikut terjebur, sepertinya dia ingin menyelamatkan mu" ucap Rendi.
"Udahlah Vin tunggu apalagi, sekarang saja kita hajar Bagas" ucap Tio.
"Percuma, Karena sekarang dia tidak ada. Dia sudah dibawa ke kantor polisi. Termasuk juga teman-temannya, karena direkaman itu juga ada kejadian saat mereka mengeroyok kevin." jelas Rendi lagi.
"Pasti Bagas melakukan ini karena dendamnya dulu" ucap Kevin.
"Yah tetap saja Vin dia itu sudah keterlaluan." ucap Tio.
"Sudahlah lagipula papa juga pasti tidak akan tinggal diam. Oh iya katanya ada rekaman saat aku sama gadis itu, Aku mau lihat rekaman itu" ucap Kevin.
__ADS_1
"Kamu tinggal minta saja dengan anak buah om Durant pasti dikasih" ucap Rendi.
Kevin pun semakin penasaran dengan Ara, Benarkah dia sudah mengenal Ara. Dan apakah Ara yang sudah menyelamatkan dia karena tidak mungkin seseorang yang tidak bisa berenang bisa selamat ditengah lautan. itulah yang ada dipikiran Kevin saat ini.
Ditempat lain.
Ara sekarang sudah keluar dari rumah Kevin, dia ingin mencari uang. Dia pun mulai berjalan menuju jalan raya. Dia merasa bingung, Dia harus apa agar mendapatkan uang. Dia mulai bertanya kepada orang yang sedang berjalan.
"Maaf bagaimana aku bisa mendapatkan uang?" tanya Ara pada salah satu orang.
"Kau harus bekerja" ucap orang tersebut dan langsung pergi.
"Bekerja? Apa itu bekerja?" Diapun bingung harus berbuat apa, ternyata mencari uang itu tidaklah mudah. Diapun mulai bertanya kepada seseorang lagi.
"Aku ingin bertanya apa itu bekerja?" tanya Ara kepada orang tersebut.
"Hah, Kau tidak tahu bekerja?" tanya orang itu.
"Aku ingin mendapatkan uang, saat aku tanya kepada seseorang, orang itu bilang aku harus bekerja" ucap Ara.
"Ah kau sedang butuh pekerjaan. Kalau begitu kau membantuku menjual koran-koran ini saja." ucap orang tersebut.
"Iya aku ingin kerja agar dapat uang. Bagaimana caranya?" tanya Ara senang.
"Kau hanya menawarkan koran ini kepada orang yang lewat. Tawarkan juga kepada kendaraan yang ada di lampu merah tersebut. Jika kau mendapatkan uang yang banyak aku akan memberikan separuh uang itu untuk mu. bagaimana?" tanya orang itu.
"Baiklah" ucap Ara.
Ara berusaha menawarkan koran kepada orang-orang tapi tetap tidak ada yang mau membelinya. Sudah berjam-jam Ara berjualan tapi hanya dua koran yang terjual. Diapun mengikuti perintah pemilik koran dengan berjualan dilampu merah. Kini koran Ara sudah banyak terjual dan hanya tersisa beberapa koran saja. Ara sangat senang karena Ara bisa menghasilkan uang. Jika uang itu sudah banyak dia akan memperlihatkannya kepada Kevin dan memberikan semua uangnya kepada Kevin.
__ADS_1
......
BERSAMBUNG.....