
Dikantor guru
Saat pak Budi datang semua guru melihatnya ada yang berbisik dan ada juga yang menahan tawa seperti muridnya. Dia jadi semakin heran, karena penasaran dia bertanya kepada pak Harto teman gurunya.
"Pak apa penampilan saya hari ini ada yang salah? kenapa semua orang melihat saya seperti itu?" tanya pak Budi.
"hmm mohon maaf pak Budi penampilan bapak tidak ada yang salah hanya saja gaya rambut bapak sedikit aneh. kenapa bapak tidak dibotakin saja seperti saya jika seperti itu" pak Harto sedikit tidak enak mengatakannya.
"Apa maksud pak Harto? rambut saya seperti biasanya kok" jawab pak Budi.
"coba bapak lihat ini... tunggu sebentar" pak Harto kemudian memfoto rambut pak Budi, dan memberikan fotonya kepada pak Budi.
"Hah!! kenapa rambutku jadi seperti ini!!!" pak Budi tidak menyangka bahwa dia dari tadi menjadi bahan tawa muridnya. Karena mendengar sedikit kerusuhan pak Dandi penasaran.
"mohon maaf ada apa ini pak ribut-ribut?" tanya pak Dandi.
"bapak lihat ini. ini pasti ulah Tiga anak nakal itu!! saya jadi dipermalukan!!" jawab pak Budi berapi-api.
"saya mohon bapak untuk tenang, karena tidak baik jika didengar oleh para murid" pak Dandi menenangkan.
"iya pak kita akan bicarakan ini baik-baik" pak Harto ikut menenangkan.
"lihat saja akan saya beri pelajaran anak-anak nakal itu!!!" ucap pak Budi dengan emosi.
"Bapak sebaiknya keruangan Saya dulu nanti saya akan panggil mereka" ucap pak Harto selaku guru BK.
...
Saat Sedang asik ngobrol dikelas kevin, Tio, dan Rendi dikejutkan dengan kedatangan pak Harto.
__ADS_1
"kalian bertiga ikut saya" ucapnya tegas sambil menunjuk kearah Kevin,Tio,Rendi.
"apa salah kami pak?"tanya Tio yang pura-pura tidak tahu.
"cihh masih tanya apa salah kalian?" tanya pak Harto dengan sinis.
Karena tidak mau berdebat lama-lama akhirnya mereka mengikuti pak Harto. Dikelas mereka banyak yang bertanya-tanya kenapa mereka sampai dibawa pak Harto, karena jika masalah sudah sampai ke pak Harto itu mungkin masalah besar bagi mereka.
...
DiRuang BK tampak tegang bagi mereka bertiga. Bagaimana tidak pak Budi menatap mereka dengan tajam seakan-akan ingin memakan mereka hidup-hidup.
"kalian sudah tahu kan apa salah kalian?" pak Harto memecahkan keheningan.
"....." mereka bertiga hanya diam.
"Kenapa kalian melakukan itu?". tanya pak Harto lagi.
"SUDAH SALAH TAPI MALAH MENYALAHKAN SAYA HAH!" ucap pak Budi berapi-api.
*ternyata seram juga kalau sedang marah* (Kevin)
*Habislah aku....*(Tio)
*dasar Kevin tidak seharusnya dia berkata seperti itu* (Rendi)
"Baiklah Sesuai peraturan sekolah kalian akan dihukum. Hukuman itu tergantung pak Budi" ucap pak Harto
"Saya mau tiga anak nakal ini dikeluarkan dari sekolah!! saya sudah tidak tahan!" jawab pak Budi berapi-api.
__ADS_1
"Bapak tidak bisa seenaknya dong. Rambut bapak kan juga nanti bisa tumbuh lagi, kenapa hukumannya harus dikeluarkan. lagian juga Kevin melakukannya tanpa sengaja" jawab Tio tidak terima.
"Memangnya kenapa kalau saya Seenaknya?! perbuatan kalian itu sungguh keterlaluan!" ucap pak Budi.
"Sabar pak" pak Harto menenangkan.
"Memangnya Sekolah ini punya bapak?" tanya Kevin sinis.
"Walaupun sekolah ini bukan punya saya tapi saya punya hak untuk mengeluarkan kalian!" jawabnya ketus.
"Jika Saya Keluar Maka bapak juga harus keluar. ahh,,tidak. Mungkin saja sekolah ini akan tutup. benarkan Ren, Tio ?" tanya Kevin sambil melihat tajam kearah pak Budi.
"hah! memangnya siapa kau hingga berani menutup sekolah ini?!" tanya pak Harto yang juga mulai kesal.
"Sebenarnya Saya Juga Tidak mau memberi tahu kalian tapi karena ini menyangkut masa depan teman-teman saya, akan saya beritahu rahasia terbesar saya. Saya adalah anak Pak Durant Pemilik Sekolah ini" Tegas Kevin.
pak Budi bukannya kaget dia malah tertawa dengan penjelasan Kevin begitu juga pak Harto.
"hahahaha kau ini bicara ngawur saja mana mungkin pak Durant memiliki anak seperti mu" ucap pak Budi
"Itu Benar pak Budi, pak Harto" ucap salah satu orang di pintu hingga membuat pak Harto dan pak Budi berhenti tertawa.
yah dia adalah kepala sekolah. Saat mengetahui dari pak Dandi bahwa Kevin membuat masalah pak Herman selaku kepala sekolah turun tangan karena itu juga perintah dari pak Durant, dia tidak mau anaknya kena masalah jadi dia menitipkan amanah kepada kepala sekolah. Walaupun dia sangat sibuk tapi dia tetap saja tidak bisa membiarkan anaknya tanpa pengawasan.
"Jadi yang dikatakan anak ini benar?" tanya pak Budi tidak percaya.
"iya. Jadi saya mohon jangan membesar-besarkan masalah ini. karena ini juga menyangkut masa depan sekolah kita" ucap kepala sekolah serius.
Kevin juga tidak menyangka bahwa akan ada dewa penyelamat untuk nya.
__ADS_1
Karena Diberi pengertian oleh kepala sekolah akhirnya pak Budi juga memaafkan masalah ini dan tidak membesarkan masalah ini. Dia juga tidak mau gara-gara masalah ini masa depannya akan tidak karuan. karena menjadi seorang guru disekolah ini adalah pencapaian yang luar biasa baginya.