Pacar Ku MERMAID

Pacar Ku MERMAID
Ingat


__ADS_3

Bel sekolah sudah berbunyi itu artinya waktu belajar sudah berakhir. Kevin,Rendi dan Tio pulang ke rumah Kevin sesuai dengan perjanjian. Saat mereka sudah berada di dalam rumah Kevin, mereka bingung karena mereka tidak menemukan Ara. Mereka sudah mencari Ara keseluruh rumah Kevin tapi tetap saja tidak ketemu.


"Kemana dia?" gumam Kevin sambil terus mencari Ara.


"Mungkin dia sudah pergi" ucap Tio.


"Mana mungkin, aku sudah bilang padanya untuk tetap disini sampai aku pulang." Ucap Kevin kesal.


"Mungkin saja, secara kata-kata mu itu sedikit kasar. mungkin saja dia sakit hati jadi dia pergi". sambung Rendi.


"Lagipula dia juga pasti tidak tahu jalan pulang" ucap Kevin menyakinkan.


"Pasti tahu, Dia kesini untuk mencari mu. Dia saja tahu alamat mu apalagi alamat rumahnya sendiri." ucap Tio.


"Benar juga sih Vin. Mungkin saja dia sudah pergi" kata Rendi.


"Ahh yasudah, baguslah jika memang dia sudah pergi. Dan karena dia sudah pergi jadi kalian juga pergi saja, kalian sudah tidak berguna." ucap Kevin.


"Hei!! pantas saja dia pergi sebelum kau kembali kata-kata mu itu sangat menyakitkan."ucap Tio


"Ahh sudah-sudah sana pulanglah." usir Kevin.

__ADS_1


"Iya-iya kau tidak perlu mengusir kita, kita juga ingin pulang dari tadi" ucap Rendi.


Saat Rendi dan Tio sudah benar-benar pergi Kevin duduk di ruang tamu tempat dimana Ara tidur. Kevin merasa ada yang hilang dari rumahnya, Dia merasa kesepian.


"Ahh ngapain juga aku memikirkannya, bukannya bagus jika dia sudah pergi. Aku jadi tidak perlu repot-repot membeli banyak makanan untuknya" ucap Kevin.


"Oh iyah tadi aku kan meminta anak buah papa untuk mengirimkan video rekaman cctv dikapal" ucap Kevin dan langsung mengecek hpnya. Saat disekolah dia menyuruh anak buah papanya untuk mengirimkan video rekaman cctv. Dan benar saja dihpnya sudah ada kiriman video yang dikirim oleh anak buah Durant.


"Hah ternyata benar yang membuat ku terjebur adalah Bagas. Dan gadis yang bersama ku adalah Ara." ucap Kevin saat melihat video rekaman cctv tersebut. Dia sedikit terkejut saat melihat dirinya begitu akrab dengan Ara, bahkan dia sangat terlihat bahagia. Dia juga bingung kenapa dia tidak bisa mengingat Ara.


Saat dia berusaha mengingat kejadian itu kepalanya merasa sangat sakit. Bayangan-Bayangan muncul di kepalanya. Bayangan seorang pria dan gadis yang sedang kejar-kejaran dilantai yang tak lain adalah dirinya dan Ara. Dia juga melihat bayangan seorang yang sedang makan dengan sangat rakus Disebuah tempat makan. Perlahan tapi pasti, Dia bisa mengingat semua kejadian itu. Keringat mengucur di keningnya, dia merasa sangat pusing. Kevin menuju dapur, dan meminum air untuk menenangkan pikirannya.


"Tidak mungkin" Dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia melihat dirinya yang hampir mati karena tenggelam dan tiba-tiba ikan raksasa muncul. Dia ingat betul wajah ikan itu yang tak lain adalah Ara. Dia mengingat dimana Ara waktu itu berusaha dengan sekuat tenaga menolongnya. Dia benar-benar sangat bingung.


"Apakah ini mimpi" dia masih tidak percaya. ingatan dia kembali saat baru pertama kali bertemu dengan Ara. Ara yang tidak tahu apa-apa, cara makan yang aneh dan dia juga sering meminum dan memakan air ataupun ikan mentah. Dia jadi berusaha menerima keadaan, biar bagaimanapun Ara adalah orang yang telah menyelamatkannya.


"Dia pasti belum pulang, Dia pasti tidak tahu arah jalan pulang" gumam Kevin yang seakan-akan mengerti dengan kondisi Ara sekarang. Kevin langsung cepat-cepat mengganti pakaian dan mencari Ara, dia yakin Ara pasti belum kembali kelaut.


....


Dengan tergesa-gesa Kevin mencari Ara, Dia menaiki mobil dengan kecepatan tinggi. Dia juga melihat kanan kiri mencari keberadaan Ara. Dia sangat khawatir dengan keadaan Ara, Dia yakin Ara pasti sangat ketakutan dan kebingungan. Bagaimana jika terjadi sesuatu hal buruk kepadanya, itu yang dipikirkan oleh Kevin.

__ADS_1


Ditempat lain.


"Ini aku sudah berusaha menjualnya, Hanya tinggal beberapa lagi yang belum. Aku menyerah, aku sangat lelah." ucap Ara.


"Tidak apa-apa, aku malah heran baru pertama kali aku bertemu dengan orang seperti mu. Kau menjual koran hingga larut malam, kau juga sepertinya orang yang jujur. Ini sesuai dengan perjanjian kita, aku akan membagi dua hasil jualan koran."ucap pemilik koran itu.


"Hah benarkah. Yehhh aku mendapatkan uang" ucap Ara senang.


"Hei itu tidak seberapa jumlahnya kenapa kau begitu senang sekali." kata wanita pemilik koran tersebut.


"Tidak masalah yang terpenting aku mendapatkan uang" ucap Ara.


"Jika kau butuh pekerjaan lagi kau datang saja kemari" kata pemilik koran itu.


"Tentu saja. Kalau begitu aku pulang dulu. Sampai bertemu lagi" kata arah dan melambaikan tangan ke arah wanita itu.


Sepanjang perjalanan dia sangat merasa senang karena dia bisa mendapatkan uang. Dia akan langsung memberikannya kepada Kevin.


.....


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2