
"Kevin Ara tidak bisa melakukanNya" ucap Ara.
"Coba saja. ini sangat mudah. Kau tinggal memasukkannya kedalam lubang itu" kata Kevin.
"Tapi lubang ini sangat kecil, tidak akan bisa" ucap Ara lagi.
"Kau paksa saja" ucap Kevin kesal.
"Kenapa Kevin memaksa Ara seperti ini." ucap Ara.
"Itu adalah hukuman untuk mu karena telah membuat ku seperti pelayan." kata Kevin menang.
Kevin menghukum Ara dengan cara menyuruhnya memasukkan benang kedalam jarum. Kevin memang sengaja melakukan itu karena Ara pasti tidak akan bisa, bagaimana tidak benang itu sungguh besar sedangkan jarumnya sangat kecil. Kevin ingin membuat Ara kesal seperti dirinya yang sudah dibuat kesal olehnya.
"Baiklah jika kau tidak bisa tidak usah dilanjutkan" ucap Kevin.
"Ah baiklah" kata Ara senang.
"Kau jangan senang dulu. Kau harus menemani ku mengerjakan pr untuk besok, Kau tidak boleh tidur sebelum aku selesai mengerjakannya" ucap Kevin.
"Baiklah" kata Ara setuju.
Malam semakin larut tapi Kevin masih belum selesai mengerjakan pr-nya. Sebenarnya dia sengaja mengulur waktu agar Ara merasa kesal. Bukannya Ara yang merasa kesal malah Kevin yang dibuat kesal karena Ara sudah tidur disampingnya dengan posisi kepalanya dimeja belajar Kevin.
"Hah dia bilang tadi ingin menemani ku, sekarang dia malah tidur dengan pulas" ucap Kevin.
__ADS_1
Kevin segera menyelesaikan tugas sekolahnya.
"akhirnya selesai juga" ucap Kevin sambil merenggangkan otot-ototnya.
"Dia cantik juga" ucap Kevin saat melihat Ara tidur.
"Ahh apa-apaan aku ini, Jelas-jelas dia itu wanita aneh" ucap Kevin.
"Kasian juga, Kalau dia tidur seperti ini besok dia pasti tidak bisa membelokkan kepalanya" ucap Kevin merasa kasian.
Kevin pun mengangkat tubuh Ara, Dia hendak membawanya keruang tamu, Tapi dia mengurungkan niatnya.
"Dia Kedinginan tidak yah tidur disitu" gumam Kevin sambil terus menggendong Ara.
"Ah menyusahkan saja" ucap Kevin. akhirnya dia membawa Ara kedalam kamarnya dan menidurkan Ara ditempat tidurnya.
......
Pagi hari Ara terbangun dengan kebingungan.
"Kenapa aku ada dikamar Kevin?" tanyanya pada diri sendiri.
"Kau tadi ketiduran". ucap Kevin yang baru saja keluar dari ruang ganti. Kevin dari tadi sudah bangun dan bersiap untuk berangkat ke sekolah.
"Kau itu sangat menyusahkan saja, Gara-gara kau aku jadi tidur dilantai" ucap Kevin.
__ADS_1
"Kenapa tidak membangunkan ku." kata Ara.
"Aku sudah membangunkan mu tapi kau tidur seperti mayat saja. Sudahlah aku ingin berangkat sekolah, Kau disini saja jangan kemana-mana. Tetaplah dirumah hingga aku pulang, Kau juga harus mandi. Setelah pulang sekolah nanti Rendi dan Tio akan mengantarmu pulang" jelas Kevin.
"Aku tidak mau pulang" kata Ara.
"Kenapa? kau ingin menyusahkan aku terus disini?" tanya Kevin kesal.
"Apakah Kau akan membiarkanku pergi?" tanya Ara sedih.
"Tentu saja. kau ini beruntung karena sudah diberi tempat tinggal selama dua hari dirumah ku secara gratis. Kau juga dikasih makan dan pakaian. Jika orang lain kau mungkin sudah mengeluarkan banyak uang untuk ini semua" ucap Kevin.
"Apa karena uang jadi kau menyuruhku pergi? kalau begitu aku akan mencari uang dan memberikannya padamu, Asal kau tidak menyuruhku pergi" ucap Ara sedih.
"Aku tidak butuh uang. Lagipula kita ini tidak saling kenal. jika kau betah disini, kah minta tolong saja pada Rendi atau Tio." kata Kevin kesal.
"Tidak bisa" ucap Ara menunduk dan sedih.
"Kenapa? apa karena kau tahu aku ini anak orang kaya?" tanya Kevin
"Bukan. Aku tidak mau meninggalkan mu. Kau adalah orang pertama yang aku temui. kau juga orang yang sangat baik. Aku merasa senang jika didekat mu" kata Ara sedih.
"Kau harus tahu aku ini bukan orang yang baik seperti yang kau pikirkan. Dan aku minta kau pergi dari sini" ucap Kevin dan pergi meninggalkan Ara.
Ara merasa sedih karena dia tidak mau berpisah dengan Kevin, Dia mulai menyukai Kevin. Diapun berpikir mungkin dengan dia membawa uang yang banyak Kevin akan mau menerima Ara dihidupnya. Dia pun mulai berinisiatif mencari uang.
__ADS_1
......
BERSAMBUNG.......