
Kevin terus mencari Ara, tidak ada kata putus asa untuknya. Jam menunjukkan pukul sebelas malam, jalanan sudah mulai sedikit sepi. Dia mencari Ara diseluruh jalanan. Kini Kevin berada disebuah jalan persimpangan, Dia turun dari mobilnya dan hendak ingin mencari Ara dijalanan persimpangan yang sepi itu.
"Dia sebenarnya kemana sih bikin khawatir saja" gumam Kevin, sambil terus mencari Ara.
Kevin sudah mencari kemana-mana tapi tetap tidak ketemu, akhirnya ia putuskan untuk pergi dan mencarinya besok.
"Apa yang dikatakan Tio dan Rendi benar yah, Kalo dia sudah pulang keasalnya." gumam Kevin. Saat Kevin hendak masuk kedalam mobil tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggilnya.
"Keviiiiinnnn" Ucap suara tersebut disebrang jalan.
Saat Kevin menengok dia sedikit senang karena orang itu adalah Ara. Dia sedikit lega karena Ara tidak kenapa-napa.
"Dasar gadis duyung aneh, kemana saja dia dari tadi aku cari kemana-mana tapi tiba-tiba dia ada disitu." gumam Kevin sambil terus tersenyum melihat tingkah Ara yang seperti anak kecil.
"Keviinn aku membawa uang untukmu!!" Teriak Ara lagi yang ada diseberang jalan.
__ADS_1
Ara melihat Kevin dengan bahagia dia akan memberitahu dan menceritakan bagaimana dia mencari uang. Dia berlari menuju Kevin dengan terus tersenyum, Kevin pun menunggunya dengan senyuman. Dia sangat gemas dengan tingkah Ara dia akan langsung memeluknya jika Ara ada dihadapannya.
Saat Ara menyebrangi jalan dengan sedikit berlari dari arah samping muncul mobil dengan kecepatan sedikit tinggi, Kevin yang melihatnya sedikit khawatir sedangkan Ara masih terus melanjutkan langkahnya. Perlahan tapi pasti mobil itu mulai mendekati Ara.
"Ara Awassss!!!!" teriak Kevin, Ara yang tidak tahu apa-apa melihat sekilas lampu mobil yang mulai mendekatinya. Dan,,,,
Brukk!!!
Ara terpental cukup jauh karena mobil tersebut menghantamnya cukup keras, Kevin masih mematung ditempat dia merasa seluruh tubuhnya sangat lemas saat melihat Ara. Sedangkan Ara masih sedikit sadar, Darah keluar dari dahinya karena terbentur jalanan, keadaan Ara saat ini sangat memprihatinkan hidung, dahi dan juga mulutnya mengeluarkan darah. Dia masih menggenggam uang hasil dia bekerja, Dia berusaha untuk kuat. Sedangkan mobil yang menabraknya melarikan diri.
Air mata Kevin menetes dengan sendirinya, Dia mulai tersadar dan segera berlari menuju Ara yang saat ini sedang menahan sakit.
"Hiks,,hiks,,hiks,, maaf.." ucap Kevin lirih. Dia terus memeluk Ara dan memeluknya.
Ara yang masih sadar berusaha sekuat tenaga menenangkan Kevin, dia tahu Kevin pasti saat ini sangat khawatir. Ara mulai mengusap air mata kevin dengan tangannya yang penuh dengan darah.
__ADS_1
"Kevin jangan menangis, Ara baik-baik saja." ucap Ara lirih menahan sakit. Kevin tetap saja menangis. Kevin dengan cepat menelpon ambulans dia sangat panik dan lemas melihat Ara, Dia terus menangis.
Tidak butuh waktu lama ambulans datang, karena posisi Kevin dan Ara tidak jauh dari rumah sakit. Ara langsung dimasukkan kedalam ambulans, Kevin terus menggenggam tangan Ara. Sedangkan Ara masih setengah sadar.
"Maaf" hanya itu yang bisa diucapkan Kevin. Ara hanya tersenyum dia sudah tidak kuat lagi dan mulai memejamkan matanya. Kevin yang melihatnya merasa sangat ketakutan.
"Ara kamu harus kuat, Ara bangun" ucap Kevin sambil menggoyangkan tubuh Ara.
....
Kini Ara sedang ditangani oleh dokter, Kevin menunggunya diluar ruangan dengan keadaan cemas.
Keadaan Ara sangat buruk dokter pun menyimpulkan mungkin Ara akan koma atau bisa saja meninggal karena kekurangan darah.
Didalam kesadaran Ara, dia melihat seorang anak kecil laki-laki yang sedang bermain dengan gadis kecil duyung. Dia juga melihat bagaimana anak laki-laki itu menyelamatkan gadis kecil duyung yang pada saat itu ekornya tertindih batu.
__ADS_1
......
BERSAMBUNG....