
Kevin berlari menuju Tio dan Rendi dia juga mengajak Tio dan Rendi untuk bersembunyi di toilet sekolah. Tio dan Rendi bingung dengan sikap Kevin. Sesampainya di Toilet...
"hah.. hah.. hah.. kau ini kenapa sih Vin tiba-tiba mengajak kita berlari seperti habis melihat hantu saja" kata Rendi sambil mengambil nafasnya karena habis berlari, jarak tanam sekolah dengan toilet cukup jauh karena sekolah mereka sangat luas dan besar.
"iya kenapa Vin? apa ada om Durant disini?" tanya Tio yang juga penasaran.
"ini lebih gawat dari adanya papa" jawab Kevin ngos-ngosan.
"kenapa?" tanya Rendi bingung.
"aku tadi salah gunting daun" jawab Kevin cemas
"maksudnya?" tanya Tio heran.
"Tadi saat aku sedang memotong tanaman tiba-tiba ada tanaman berwarna hitam, aku kira itu tanaman busuk ternyata itu... rambut... pak Budi..." jawab Kevin setengah takut.
"apa!!!" teriak Tio dan Rendi bersamaan.
"kamu bodoh banget sih Vin, kenapa tidak bisa membedakan rambut sama daun!! kalo begini bisa habis kita" jawab Tio panik.
"yah mana aku tahu lagian pak gondrong ngapain sih duduk disitu. kalian tahu sendiri kan rambutnya mirip sekali seperti tanaman yah aku kira itu tanaman jadi aku gunting" jawab Kevin tidak mau kalah.
"sudah-sudah yang terpenting tidak ada yang tahu kalau itu perbuatan Kevin jadi kita seakan-akan tidak tahu saja" ucap Rendi menenangkan
"Iyah, benar" balas Kevin.
"yasudah ayo kita ke kelas sebelum ada yang curiga" ucap Tio.
__ADS_1
Merekapun berjalan menuju kelas, kebetulan saat mereka dari toilet bel tanda istirahat berbunyi. Saat mereka masuk mereka berpapasan dengan yoga, dia adalah ketua kelas kevin, Tio, dan Rendi.
"Ah kebetulan bertemu kalian. kalian pasti habis dihukum kan? ada informasi buat kalian" ucap yoga.
"informasi apa? apa ada perlombaan lagi?" tanya Kevin malas.
"Tidak. Dua hari lagi kita akan liburan ke pantai" jawab yoga senang.
"Mendadak sekali, ada apa ini?" tanya Rendi heran.
"entahlah, tapi aku dapat bocoran dari ketua OSIS katanya perayaan pernikahan pemilik sekolah ini. Hebat bukan, pasti yang punya sekolah ini sangat kaya" ucap Rendi senang.
"cihh, menyebalkan" jawab kevin malas dan langsung masuk ke kelas, disusul dengan Tio dan Rendi.
"kenapa anak itu, bukannya senang ada liburan gratis" gumam yoga yang masih mematung di depan kelas dan pergi menuju kantin sekolah.
Kevin duduk di bangkunya disusul Tio dan Rendi duduk didepan bangku Kevin sambil membalikkan bangkunya agar berhadapan dengan Kevin.
"Sudahlah Vin kenapa sih cemberut gitu" ucap Tio menghibur.
"Kalian tidak dengar papa merayakan pernikahan dengan wanita itu dengan meliburkan semua murid sekolah ini ke pantai, apa itu tidak berlebihan?!! bahkan itu pernikahan keduanya dan dia sudah memiliki anak!!!" Kevin meluapkan semua kekesalannya.
"terus gimana? apa kamu tidak akan ikut?" tanya Rendi.
"Tentu saja tidak!! itu sama saja aku ikut merayakan pernikahan mereka." Jawab Kevin dengan cepat.
"Ahh ayolah Vin jangan egois, lagi pula kita sudah lama tidak liburan. kapan lagi coba" ucap Tio yang kecewa karena Kevin tidak ikut.
__ADS_1
"Jika kau mau ikut, ikut saja sendiri" jawab Kevin kesal, sambil membuang muka ke sembarang arah.
"Tio Tidak akan sendiri karena aku Juga akan ikut" jawab Rendi sambil melirik ke Tio dan mengedipkan sebelah matanya.
"Heii!! apa kau gila!! bagaimana kalian bisa bersenang-senang tanpa aku!!" Kevin yang tidak percaya dengan sikap teman-temannya
"Bukankah kau sendiri yang tidak mau ikut" jawab Tio santai.
"Yayaya terserah kalian saja" ucap Kevin malas.
"apa kau akan ikut" goda Rendi.
"Tidak!!". jawab Rendi sambil membuang muka.
"Yakin tidak?" Goda Rendi lagi.
"Heii!! sudahlah Ren jangan paksa kevin, biarkan saja dia tidak ikut, lagipula kita bisa bersenang-senang tanpanya dipantai" Tio yang ikut menggoda Kevin.
*dasar teman keparat, bisa-bisanya mereka bersenang-senang tanpa aku" Ucap Kevin dalam hati.
"Baiklah akan ku pikirkan lagi" ucap Kevin pasrah.
Tio dan Rendi hanya tersenyum senang. mereka tahu sikap Kevin, saat dipancing dengan kata-kata seperti itu dia akan langsung menyerah.
...
BERSAMBUNG...
__ADS_1