Pacar Ku MERMAID

Pacar Ku MERMAID
Karina


__ADS_3

Saat Sedang Asik makan dikantin tiba-tiba mereka dihampiri seorang gadis cantik dia adalah Karina banyak pria yang mengejarnya tapi dia selalu menolak. Karina sejak SMP sudah mengenal Kevin, sejak saat itu juga dia mulai mencintai kevin. Tapi Kevin seakan-akan tidak perduli karena dia menganggap Karina sebagai adiknya sendiri. Usia Karina dan Kevin hanya beda satu tahun, jika Karina sekarang kelas sebelas SMA maka Kevin sekarang kelas dua belas SMA. Karina tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya karena dia takut Kevin akan menjauhinya.


"Hai Kevin. boleh aku ikut duduk " sapa Karina lembut.


"hmm" Kevin hanya mengangguk tanpa menoleh sedikit pun. yah sebenernya sikap Kevin dulu tidak sedingin ini kepada Karina, hanya saja saat dia tahu dari Rendi bahwa Karina menyukainya Kevin jadi sedikit dingin.


"hei Karina apa disini hanya ada Kevin seorang?" sindir Tio.


"ahh maaf aku lupa. hai Tio, hai Rendi" sapanya lagi sambil duduk disamping Kevin.


"kau Mau Apa?" tanya Kevin dingin.


"aku hanya bertanya apa kau akan ikut acara ke pantai?" tanya Karina lembut.


"ya. itu karena mereka memaksa ku" Jawab Kevin sambil menunjuk kearah Tio dan Rendi menggunakan gerakan matanya.


"ah baiklah kalau begitu. Aku senang mendengarnya" ucap Karina sambil senyum dan pergi meninggalkan mereka.


*cihh pintar sekali mencari alasan* Kata Tio dalam hati sambil melirik ke Kevin tajam.


DiTaman sekolah


"apa ini?" Dia Mengambil Potongan rambutnya yang jatuh.


Pada saat Kevin dan teman-temannya sedang menjalani hukuman pak Budi Saat itu sedang menanam Tanaman. Pak Budi memang suka menanam tanaman bisa dibilang dia guru pecinta alam. semua tanaman di taman sekolah ini dia yang mengaturnya.


"kenapa bisa ada rambut disini? siapa yang membuang rambut disini?" gumam pak Budi merasa bingung. Dia berdiri dari duduknya dan dia berjalan menuju kantor. Dia tidak merasa bahwa rambut itu adalah miliknya.

__ADS_1


Saat sedang berjalan menuju kantor banyak anak murid yang melihatnya dan seakan-akan menahan tawa. Tentu saja karena sekarang rambut pak Budi sangat aneh. rambutnya yang gondrong Kini botak di tengah-tengah. Seperti hutan lebat dan di tengahnya terdapat gurun pasir.


"hahah lihat lucu sekali"


"model rambut apa itu"


"aku ingin tertawa terbahak-bahak"


"itu seperti persilangan antara pak Harto dan pak Budi" ( pak Harto adalah guru botak disekolah itu). Semua berbisik dan menahan tawa melihat pak Budi.


"ada apa para murid hari ini. seperti tidak pernah melihat ku saja". kata pak Budi dalam hati.


Pak Budi berjalan menuju kantin. Sesampainya dikantin...


"heii kalian kan yang tadi dapat hukuman membersihkan taman sekolah?" tanya pak Budi.


Sontak saja itu membuat Kevin, Tio, dan Rendi gemetar.


*aduh habislah aku*


"Ada apa yah pak?" tanya Rendi yang berusaha tenang.


"Kalian yang benar saja, lihat itu di taman alat kebersihan berserakan. cepat rapikan kembali!!" jawab pak Budi.


*ha! jadi dia belum tahu. huu untunglah* kata Kevin dalam hati sambil mengelus dadanya.


"Baik pak. akan kami kerjakan" jawab Tio yang juga jadi tenang.

__ADS_1


"yasudah lanjutkan makan kalian, setelah makan kerjakan tugas kalian" ucap pak Budi


"Siap Pak!!!" jawab mereka bersamaan.


Ketika pak Budi Berbalik badan Kevin, Tio, dan Rendi dibikin tertawa melihat rambut pak Budi.


"Bwahahahahaha!!!!" mereka tertawa dengan keras hingga membuat pak Budi tidak jadi pergi.


"kenapa kalian tertawa?" tanya pak Budi heran


"hahaha Tidak pak tidak apa-apa, tadi kami baru saja melihat dibalik hutan yang sangat lebat ternyata ada gurun pasirnya" jawab Tio sambil tertawa. Mereka tidak tahan melihat rambut pak Budi sekarang.


"Benarkah? Dimana itu?" tanya pak Budi penasaran


"Ahh kita hanya membayangkan saja pak" jawab Rendi yang pada saat itu berusaha menahan tawanya.


"oh yasudah bapak permisi dulu"


"iyah pak" jawab mereka sambil tertawa.


Saat pak Budi sudah jauh mereka tertawa sekencangnya hingga membuat murid yang ada di kantin itu melihat bingung kepada mereka.


"Kau lihat Tadi Apakah itu persilangan si botak dan si gondrong hahaha" ucap Kevin sambil tertawa


"Kau Parah Vin bagaimana bisa dia jadi seperti itu hahaha" lanjut Rendi.


" tapi tidak apa-apa kita jadi punya tontonan lawakan gratis hahaha" tidak henti-hentinya mereka tertawa hingga membuat semua orang risih melihat mereka.

__ADS_1


...


BERSAMBUNG...


__ADS_2