Pacar Ku MERMAID

Pacar Ku MERMAID
Belanja


__ADS_3

Kevin membawa Ara ke mall terdekat. Dia hendak membelikan Ara baju dan stok kebutuhan makanan. saat sampai di mall Ara sangat bingung dengan apa yang dia lihat, Begitu banyak orang dan benda-benda yang tidak dia kenal. Dia terus mengikuti Kevin dari belakang. Kevin juga sangat kerepotan saat membawa Ara, karena Ara sangat tidak bisa diam dan selalu saja bertanya hingga membuat Kevin merasa pusing. Dia juga merasa sangat malu saat sampai di eskalator, pasalnya saat Ara menaikinya Ara tiba-tiba menjerit hingga membuat semua orang melihatnya.


"Aaaaaa, benda apa ini!!!" teriak Ara.


"Hei kau ini kenapa, lihatlah semua orang jadi melihat kearah kita" ucap Kevin berbisik.


"Benda apa ini, kenapa bisa bergerak seperti itu" tanya Ara bingung.


"Aishh aku lupa membawa siapa" ucap Kevin sambil menepuk jidatnya.


Kevin menarik tangan Ara, Dia terpaksa tidak jadi menaiki eskalator dan memilih untuk mencari lift. Tetap saja Ara yang tidak tahu apa-apa bingung dibuatnya.


"Ini benda apa lagi? apakah ini sebuah ruangan?" tanya Ara sambil menunjuk kearah lift.


"Kau jangan banyak tanya" ucap Kevin sambil menarik tangan Ara masuk kedalam lift.


Saat pintu lift tetutup Ara semakin panik, Dia berusaha mengetuk-ngetuk pintu lift karena dia sangat takut dengan ruangan yang menurutnya sangat sempit dan bahaya. Untung saja didalam lift hanya ada mereka berdua jadi Kevin tidak perlu merasa malu lagi.


"Kau diamlah, Tidak akan terjadi apa-apa. kau hanya perlu diam" tegas Kevin.


Ara mengangguk pelan, Tapi saat lift mulai bergerak keatas Ara dengan cepat memeluk Kevin dengan erat. Dia sungguh benar-benar sangat takut. Kevin pun yang melihatnya mulai merasa kasian.

__ADS_1


"Kau takut?" tanya kevin lembut.


Ara hanya mengangguk didalam pelukan Kevin.


"Tidak apa-apa, tenanglah ada aku disini. Tidak akan terjadi apa-apa padamu. Jika kau takut genggam tanganku saja" Ucap Kevin menenangkan. Kevin meraih tangan Ara dan menggenggamnya dengan erat.


Ara sangat senang dengan apa yang dilakukan oleh Kevin saat ini. Ketakutannya pun mulai menghilang saat menggenggam tangan Kevin.


Pintu Lift terbuka, Kevin melepaskan pelukannya dan membawa Ara keluar dari lift.


"Kenapa kita bisa ada disini?" tanya Ara bingung karena tempatnya berbeda dengan yang tadi.


"Karena kita menaiki benda ini. ini adalah benda yang membawa kita ketempat lain" ucap Kevin lembut. Kini dia sadar bahwa gadis yang sedang bersamanya ini berbeda. Dia pun akan belajar menyesuaikan Dengan sikapnya.


"Memangnya kau berasal dari laut?" tanya Kevin heran.


Ara hanya mengangguk. sekarang Kevin mengerti kenapa sikap Ara seperti ini. Mungkin saja Ara itu korban kecelakaan dilaut dan terdampar dipulau terpencil dalam keadaan lupa ingatan. Begitu yang ada dipikiran Kevin.


Kevin mengajak Ara ke tokoh baju yang ada di mall itu dan memilihkan baju untuk Ara.


Ara mulai mencobanya, saat beberapa menit Ara keluar dengan pakaian yang dipilihkan oleh Kevin dan membuat Kevin tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ara sangat cantik jika menggunakan dress selutut. Dia juga kelihatan seperti gadis pada umumnya.

__ADS_1


"Ternyata dia cantik juga" gumam Kevin yang tidak henti-hentinya melihat kearah Ara.


"Kevin kenapa melihat Ara terus?" tanya Ara membuyarkan lamunan Kevin.


"Ahh tidak, Kau hanya sedikit berbeda dari sebelumnya. Begini lebih baik" ucap Kevin. Ara yang mendengarnya jadi tersenyum malu, dia mengerti saat ini Kevin sedang memujinya.


"Heii kau kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Kevin heran.


"Itu karena Kevin memuji Ara" ucap Ara malu-malu.


"Hei aku tidak memujimu, aku hanya bilang kau sedikit berbeda. Kenapa kau jadi kePDan sekali." ucap Kevin mengelak.


Ara tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Kevin, dia terus tersenyum kearah Kevin.


"hei berhentilah bersikap seperti itu, kau jadi terlihat semakin aneh. Sudahlah aku akan membayarnya terlebih dahulu." ucap Kevin dan meninggalkan Ara.


....


kini Kevin dan Ara selesai berbelanja, Kevin tidak Hanya membelikan baju untuk Ara tapi juga sepatu. Dia juga membeli persediaan bahan makanan, Kevin sudah biasa membeli hal seperti itu. Sebenarnya Kevin bisa saja menyuruh anak buah ayahnya, tapi Kevin tidak mau terlalu bergantung pada ayahnya.


Saat urusannya selesai Kevin dan Ara kembali pulang ke rumah.

__ADS_1


.....


BERSAMBUNG.....


__ADS_2