
"Dia adalah gadis aneh yang selalu kau sebut saat kita berada di pantai waktu itu." ucap Rendi tegas.
"ha! kalian bercanda? sejak kapan aku mengenal gadis seperti ini" ucap Kevin sambil tertawa.
"Itulah yang ada dipikiran kita saat itu, bagaimana bisa kau mengenal gadis aneh seperti ini. Tapi kau tahu, Kau bukan hanya mengenalnya tapi kau juga sangat akrab dengannya saat ada di kapal, kau sampai melupakan kita" Ucap Tio sambil cemberut, mengingat kejadian saat Kevin yang sangat akrab dengan Ara hingga tertawa bersamanya dengan mudah sedangkan saat bersama Tio dan Rendi, Kevin jarang sekali tertawa dengan lepas seperti itu. Biarpun begitu Tio juga sangat senang melihatnya, oleh karena itu pada saat itu Tio dan Rendi tidak mau mengganggu Kevin dan Ara pada saat itu.
"Dia adalah gadis aneh yang mencuri jaketmu" lanjut Rendi.
Kevin berusaha berpikir tentang gadis itu, hingga membuat kepalanya sakit.
"Tidak, Jangan" Ucap Ara pelan yang membuat Kevin, Tio, dan Rendi menatapnya.
"Apanya yang tidak? dan apanya yang jangan" kata Tio penasaran.
"Tidak boleh, jangan memaksanya mengingat itu semua. jika memang dia tidak mengingat
ku, biarkan saja." kata Ara. Kevin yang mendengarnya menatap bingung kearahnya.
"Dia juga adalah gadis yang ikut terjun kedalam laut untuk menyelamatkan mu. Apa kau masih tidak ingat?" kata Kevin dengan serius.
Saat mereka sedang serius membahas masalah itu tiba\-tiba handphone Tio berbunyi hingga membuat semuanya menatap nya.
"Heii kalian tidak perlu menatap ku seperti itu. ini Bukan salah ku, salahkan saja ayah ku karena dia menelepon di waktu yang tidak tepat" ucap Tio panjang.
"Benda apa itu?" tanya Ara penasaran.
"Ahh sudah kuduga kau juga pasti tidak tahu. Diamlah jangan banyak bertanya" jawab Tio dengan kesal. Dia mengangkat telfonnya.
__ADS_1
"Iyah Iyah aku akan segera pulang
"......"
"Iyah ayah sudah yah, aku malu disini sedang banyak orang. Sebentar lagi aku akan pulang"
Tut.
Tio mematikan teleponnya dengan kesal.
"Selalu saja marah. Ren interogasinya nanti saja, sekarang antar aku pulang dulu sebelum ayahku benar-benar menggantungku" Kata Tio dengan kesal, Dia Sangat takut dengan ayahnya.
"Ahh kau ini selalu saja merepotkan" ucap Rendi.
"Hei! ini juga salah mu kau sendiri yang mengajak ku kesini hingga aku menolak jemputan dari ayahku" ucap Tio marah.
"hei! apa-apaan kau ini!! kau yang membawanya kenapa harus aku yang menampung nya!!" ucap Kevin kesal.
"Jika aku membawanya mau dibawa kemana dia? terus jika ayah dan ibuku bertanya aku harus jawab apa ? kau kan tinggal sendiri, jadi tidak ada masalah kan." kata Rendi dengan jelas.
"Kenapa tidak kau antar saja dia kerumahnya" kata Kevin.
"Rumahnya itu ada di pantai, butuh waktu berjam-jam untuk mengantarnya pulang" jawab Rendi ketus.
"Kenapa kau jadi memarahiku, inikan salahmu karena membawanya. Bawa saja dia kerumah Tio." ucap Kevin kesal. sontak saja membuat Tio kaget.
" Hei kau bercanda!! jika aku yang membawanya pulang, Besok kalian akan hanya melihat namaku di berita" kata Tio kesal.
__ADS_1
"Sudahlah Vin hanya untuk sementara waktu saja" ucap Rendi membujuk.
"Bagaimana jika dia orang jahat? Mungkin saja dia pencuri yang menyamar" ucap Kevin waspada.
"Kau bercanda, Dia ini hanya gadis bodoh yang tidak tahu apa-apa. Sudahlah Vin kau itu terlalu parno. Ayo Ren kita pergi" ajak Tio kepada Rendi. Dan kemudian mereka berdua keluar.
Saat Tio dan Rendi sudah keluar dari rumah Kevin, kini hanya ada Ara dan Kevin saja yang ada dirumah itu. Mereka hanya saling diam, Begitupun dengan Ara, dari tadi dia hanya melihat Kevin. Hingga membuat Kevin merasa risih dan berdiri menuju kedapur. Ara yang tidak mengerti apa-apa hanya mengikuti Kevin dari belakang.
"Kenapa kau mengikuti ku?" tanya Kevin sambil terus berjalan menuju dapur.
"Awas yah jika kau berani macam-macam aku tidak akan tinggal diam" ancam Kevin kepada gadis itu.
Kini Kevin duduk di meja makan dan diikuti oleh Ara. mereka kini sedang duduk berhadap-hadapan, Kevin terus menatap Ara.
"Siapa kau?" tanya Kevin serius.
"....." Ara hanya diam saja.
"apa benar kita sudah pernah bertemu?" tanya Kevin lagi, gadis itu hanya diam hingga membuat Kevin kesal.
"heii apa kau Tidak dengar aku sedang bicara!!" ucap Kevin lagi.
"Air" ucap Ara pelan sambil memegang tenggorokannya yang sudah sangat haus.
"Aisshhh Kau ini sangat menyebalkan. Tunggu sebentar" ucap Kevin kesal kemudian dia pergi mengambil air untuk Ara.
.....
__ADS_1
BERSAMBUNG....