
Elderick bahkan tak menoleh, dia hanya terus menatap gadis itu, "temani aku sebentar saja ya," pinta Elderick.
Wanita tadi merasa terganggu dengan kehadiran Chyara bahkan dia sudah mempersiapkan dirinya menyambut Elderick sedikit pun Elderick tak menoleh kearahnya.
"Kau membawa seorang teman Tuan?" wanita tadi menggeserkan tubuhnya menatap Chyara dari ujung kaki hingga rambut.
Chyara mengembangkan senyuman yang terlihat meringis, "Bu-bukan, aku bukan temannya tadi kami tidak sengaja bertemu di pintu masuk. Silahkan saja kalian teruskan, aku undur diri," Chyara tersenyum seluas samudera.
Setelah menuntaskan ucapannya dia mendorong tubuh Elderick. Sedang dirinya mundur selangkah demi selangkah menjauh darinya.
Yes, ini kesempatanku pergi!
"Mark suruh orang mengikutinya!" perintah Elderick.
Elderick kesal dan tak bisa menghindar karena wanita tadi langsung bergelayut dilengannya.
"Baik Tuan!" Mark memberi kode dengan lirikan matanya pada empat pengawal untuk mengikuti Chyara.
Hurf. Akhirnya aku bebas juga.
Chyara mengeluarkan ponsel dari tasnya mencoba menelpon Mozza, "Ada apa?" sahutnya sengit di ujung telpon.
"Kau dimana?"
__ADS_1
"Aku izin dengan Nick mau menjenguk Nathan di rumah sakit. Kau sudah tahu kan kalau Nath di rumah sakit?" ucap Mozza. Gadis itu hampir saja melupakan Nathan. Laki-laki itu secara tak langsung terluka karenanya.
"Bisakah kau menjemput-ku? Aku ada di pub Startlight!"
"Kau gila! Sedang apa kau disana?" teriak Mozza.
"Nanti saja aku ceritanya, sekarang jemput aku kesini!" pinta Chyara. Dia, tak ingin pulang sendirian dari tempat menyebalkan itu.
"Oke tunggu aku, jangan kemana-mana!" Telpon terputus dan, BUGH!
Baru saja Chyara membuka pintu tubuh kecilnya menabrak seseorang hingga dia terpental, pantatnya langsung mencium lantai.
"Aw" pekik Chyara, ponselnya menggelinding tak sengaja terjatuh tepat di kaki seseorang. Gadis itu merangkak mengambil ponselnya,
"Ma-af, saya tidak sengaja!" Chyara mencoba berdiri memegangi dahi dan pantatnya yang sakit.
Gadis itu mengkrejapkan matanya, seolah mengingat-ingat.
"Kau lupa dengan-ku?" Chyara mengangguk dengan polos bahkan dia tak pernah merasa pernah mengenal pria di hadapannya.
"Matt. Aku Matt, Matthew Wyman teman kecil-mu." Pria tadi menghampiri gadis itu dan mengulurkan tangan, senyuman manis langsung menyambut Chyara.
"A-pa? Matt? Kau bocah usil yang selalu merebut ice cream yang kumakan!" Chyara mengingat sambil menunjuk-nunjuk wajahnya. Tak percaya dia bisa bertemu dengan musuh bebuyutannya selama dirinya tinggal di pantai asuhan.
__ADS_1
"Uhm, apa kabar?" Matthew masih mengulurkan tangan untuk berjabat dengannya.
"Oh, baik, kau sendiri?" Chyara menyambangi tangan Matthew sebagai salam perjumpaan mereka.
"Aku, seperti yang kau lihat. Ngomong-ngomong sedang apa kau disini?" Matthew menatap kembali wajah Chyara dari ujung rambut hingga kaki. Guratan senyum penuh arti terpendam olehnya.
"Oh, aku, uhm itu aku habis mengantarkan pesanan makan pelangganku," Chyara berbohong.
"Pesanan makan? Di tempat seperti ini?" Matthew menebak kebohongan Chyara. Chyara mengangguk dengan cepat.
Dddrrzztt! Dddrrzztt!
"Iya, tunggu sebentar aku keluar." Chyara mematikan telponnya,
"Baiklah aku tinggal dulu ya, Matt!" Chyara berbalik dan,
Grep!
"Berikan kontakmu!" Matthew merampas ponsel Chyara dan langsung memasukkan nomor telponnya, menghubungi ponselnya.
"Kau!" delik gadis itu kesal.
"Angkat telponnya jika aku menghubungi-mu, ya!" Matthew menarik hidung Chyara sambil tersenyum dan
__ADS_1
meninggalkannya.
Ya ampun, bocah itu masih saja usil.