
"Ada apa?" Lisbeth langsung dapat mengerti ada yang tidak beres. Dia, bisa mengetahui sesuatu yang tidak beres dari sikap putra tertuanya.
Bagi keluarga Balian, Elderick tak pernah sekali pun terusik. Atau menunjukkan wajah cemas akan suatu hal. Hanya dengan kehadiran Chyara mengubah satu situasi. Keluarga mereka bisa melihat sikap lain dari anak juga kakaknya itu yang sedang di mabuk cinta.
Bagi kaum mereka, keluarga Balian termasuk salah satu keluarga terpandang, berpengaruh dan mempunyai dominasi yang sangat kuat di antara para kaumnya.
"Tidak apa-apa Lis!" Elderick berjalan keluar kamarnya. Meninggalkan Chyara yang masih terbaring di ranjangnya.
Para Balian mengikuti El ke ruangan keluarga, "Sungguh? Wajahmu menyiratkan sesuatu," Lisbeth makin penasaran. saat anaknya tak menjawab bukan berarti sesuatu yang baik.
"Anggota keluarga Whyman muncul di hadapanku dan dia mengenal monyat-ku!" Elderick akhirnya membuka suara. Mereka mulai membicarakan keluarga Matthew.
"Whyman family? Setahuku mereka tak pernah keluar sarang," celetuk Josh.
"Uhm, aku tak sengaja bertemu saat akan melakukan kerjasama pada project terbaruku dan dia sangat akrab dengan monyet-ku!" Elderick duduk dengan gelisah.
"Bagaimana mantu-ku bisa mengenalnya?" Albert yang tak sungkan, sudah menganggap gadis itu sebagai salah satu bagian anggota keluarganya.
"Entahlah, monyet-ku bilang, dia teman semasa kecilnya," senggit Elderick. Dia terdengar geram saat menceritakan
kedekatan Chyara dan Matthew.
__ADS_1
"Hohoho, rupanya saingan cintamu yang sebenarnya sudah muncul!" ledek Anna. Dia dapat menarik kesimpulannya secara langsung.
"Tapi, bagaimana mungkin seorang Whyman bisa tumbuh menjadi sosok manusia di hadapan Chyara?" Sebastian merasa ada yang aneh dengan cerita Elderick.
"Entah-lah, aku belum sempat bertanya. Aku terlalu kesal melihatnya bersama!" cibir El.
Sementara mereka sibuk membahas kemunculan sosok Whyman. Chyara mulai membuka matanya melihat sekeliling dan lengannya masih terpasang dengan selang infus darah.
"Arghh!" dia meringis, ketika dirinya menarik pelan jarum yang masih tertanam di lengannya.
Dia benar-benar monster dan aku sudah terjebak dalam belenggunya. Aku harus cari cara agar bisa lolos dari jebakannya.
Chyara berajak turun dari ranjang. Tubuhnya terasa sangat remuk. Bahkan dia masih dapat melihat dengan jelas bercak noda darah miliknya di atas seprei putih yang baru dia tiduri tadi.
Dia mengamati seluruh ruangan. Hingga kakinya berjalan pada ujung jendela. Lantai dua. Dia berada di lantai dua, pandangan matanya melihat hamparan hutan.
Dimana aku sebenarnya sekarang? Hah, aku tetap harus bisa pergi dari sini.
Srek! Srek! Srek! Tangan Chyara menarik beberapa kain tirai di kamar Elderick. Mengikatnya menjadi satu. Mencari penopang yang kokoh untuk mengikat kain tersebut dan dia mencoba turun dengan bantuan kain tadi.
"Tuan," Mark sudah berdiri dengan seorang pelayan yang akan membawa kereta dorong makan.
__ADS_1
"Pergilah, beritahu aku, jika dia sudah bangun!" perintah El. Mark menghilang dari pandangan mata keluarga Balian.
Mark membuka pintu, matanya langsung mencari keberadaan Chyara.
"Coba kau lihat ke kamar mandi," perintah Mark pada pelayan yang meletakkan kereta dorong makan di tengah ruangan.
Mark mengedarkan pandangan matanya kearah jendela. Dan dia merasa ada sesuatu yang tidak beres karena jendela kamar tuannya terbuka dengan lebar.
Matanya membulat lebar saat dia melihat sambungan kain tirai yang di lempar kearah bawah. Mark melesat ke hadapan El.
"Ma-af Tuan, nona Chyara melarikan diri lewat jendela!" lapor Mark.
Brakkkk! Elderick menghancurkan satu meja kayu, "Benar-benar monyet pembuat onar!" eratan giginya terdengar dengan jelas. Elderick berdiri dan melesat saat informasi yang dia dapatkan dari Mark.
Chyara berlari tanpa tahu arah dan tersungkur berkali-kali.
"Argh, di mana ini? Aku sudah berputar berkali-kali, tapi tidak menemukan jalan keluar!" Chyara putus asa dan binggung. Bahkan kakinya sudah penuh dengan tanah karena terjerabab beberapa kali saat dia berlari.
"Harusnya tadi aku mencari ponselku dulu dan menghubungi Matt, bodoh sekali kau Chya!" Chyara yang masih merutuki diri, dan, Bugh!
"Arghh!" tubuhnya terpental duduk beberapa centi. Dia menarik wajahnya. El sudah menatapnya dengan amarah yang membuncah menghampirinya.
__ADS_1
"Arghh, pergi! Aku tidak mau ikut dengan-mu. Pergi!" Chyara berbalik badan dan mencoba melarikan diri dari tatapan buas El.