PACARKU, TUAN VAMPIRE

PACARKU, TUAN VAMPIRE
IKUTLAH DENGANKU!


__ADS_3

Gadis itu menyalahkan ponselnya dan tanpa Chyara tahu sinyal keberadaan-nya langsung terhubung dengan ponsel seseorang. Saat pesan keberadaan Chyara diketahuai, Blash!


"Ara!" Chyara hampir menubruk seseorang yang tiba-tiba muncul dihadapannya.


"Uhm," Dia menarik wajahnya menatap Matthew yang muncul di hadapannya.


"Matt? Sedang apa kau disini? Ba-bagaimana bisa?" gadis itu yakin tadi tidak ada siapapun disana.


"Apa yang kau lakukan dengan Balian brengsek itu?" suara sakras dari Matthew seolah menginterogasi Chyara. Dia mencengkram kedua lengan gadis itu dengan kasar.


"Aw, sakit Matt. Kau melukaiku!" Chyara meringis menahan ngilu di tubuhnya. Yang  masih penuh dengan lebam.


"Diego!" teriak Matt tak lama sebuah mobil menghampiri mereka. Matt menarik Chyara masuk ke dalam mobilnya.


"Keluar kalian!" Perintah Matt ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


Chyara menatap binggung Matt, dia terlihat begitu marah.


Srek! Srek! Srek!


"Arghhh!!" Chyara berteriak histeris. Ketika  tubuhnya dibalik dan baju yang dipakainya dirobek seketika oleh Matthew.


Sial! Ternyata dia sudah mendahului-ku. Mata Matthew mendelik lebar ketika melihat punggung Chyara penuh dengan biru lebam yang masih membekas.

__ADS_1


"Matt!! Kau gila apa yang sedang kau lakukan!!" Chyara membalikkan tubuhnya dan memegangi dengan erat sisa pakaian yang belum terjatuh dari tubuhnya.


Matthew merampas paper bag yang di bawa gadis itu. Melihat  isi dalam paper bag tadi saat tahu isinya dia langsung membuang dari pintu mobilnya.


"Matt, kau gila itu punya-ku!" Chyara mendelik marah. Tidak  mengerti yang sedang terjadi karena Matthew seperti marah terhadapnya. Matthew laki-laki yang baru ditemuinya beberapa jam lalu seolah menumpukkan segala amarahnya.


"Apa ini semua alasannya? Kau  tidak mengangkat telpon dan mematikan telpon-mu, hah!" Matthew terus mencerca Chyara. Dia  seperti kekasih yang ke pergok berselingkuh.


"Apa maksud-mu, Matt? Aku tidak mengerti. Tolong biarkan aku keluar dari sini," Chyara mencoba mendorong tubuh Matthew yang menghalangi jalannya untuk keluar.


Matthew menarik kembali tubuh Chyara. Kali  ini Chyara makin tidak mengerti dengan tingkah Matthew yang mendudukan dirinya dalam pangkuan.


"Matt kau gila! apa yang kau lakukan? Turunkan aku!" Chyara terus meronta. Dia  merasa kesal baru saja dia bebas dari jebakan Elderick, sekarang Matthew tiba-tiba berbuat sesuatu yang membingungkan dirinya.


terlihat, "Katakan padaku. apa hubungan-mu dengan Balian itu?" Chyara menautkan alisnya. Memahami  setiap detik perkataan dan amarah yang keluar dari mulut Matthew.


"Apa maksud-mu, Matt? Aku dan?" Chyara memutar otaknya. Balian? Ah, dia baru memahami pertanyaannya.


"Oh maksud-mu, El?" sergah gadis itu.


"El? Kau, memanggilnya apa barusan?" Matt terdengar tak terima saat mendengar seolah nama panggilan mesra diantara mereka.


"El, maksudku Elderick, dia itu tuan-ku!" sahut Chyara.

__ADS_1


"Tuan-mu?" Matt menakutkan kedua alisnya.


"Iya, aku tidak tidak sengaja melemparkan telur ke wajah dan pakaian yang dia pakai. Lalu, menumpahkan sepuluh kotak makan siang miliknya, jadi aku berhutang dengannya!" jelas gadis itu.


"Apa? Benarkah? Kau masih saja ceroboh. Tidak bisakah kau berhati-hati sedikit," dengus Matt kesal mendengar cerita Chyara.


"Itu kecelakaan Matt, mana aku tahu akan begini dan lagi hutang ku begitu besar," Chyara menunjukkan wajah sedihnya saat membahas hutangnya dengan Elderick. Dia  merasa dirinya terjebak oleh Elderick. Namun, tetap saja Matt tidak tenang, apalagi dia tahu Elderick sudah menggigitnya.


"Huh, syukurlah. Katakan  padaku berapa hutang-mu padanya?" Matthew menyentuh kedua pipi Chyara membuatnya sedetik takjub dengan perlakuan lembut Matthew.


"Sepuluh juta dolar untuk kemeja belum jas dan hutang sepuluh kotak makan siangnya," sahut Chyara mantap.


"Baik, lunasi semua!" ucap Matthew.


"Kau gila Matt. Itu  bukan uang kecil. Tidak! Aku tidak mau menambah hutang-ku lagi," Chyara langsung menolak mentah-mentah.


"Aku tidak akan meminta apapun. Sebagai gantinya, aku hanya minta kau ikut dengan-ku!" Chyara menautkan kedua alisnya. Dia kini tak mungkin begitu saja mudah percaya perkataan orang, "ikut dengan-mu?


Kemana?" tegasnya.


"Kau tahu, dulu aku sering bercerita saat kita di panti, aku di buang oleh keluarga-ku," Chyara manggut-manggut.


"Uhm, rasanya kau memang pernah bercerita," lanjut gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2