
El menarik kaki gadis itu, "Rupanya kau masih berpikir ucapan-ku hanya gertakan semata. Kau benar-benar ingin kedua kakimu aku patahkan!" Elderick benar-benar mencengkram kaki gadis itu dengan keras. Dan, dia benar-benar menekan akan meremukan seluruh tulang-tulangnya.
"Arghh! Ti-tidak tidak lepaskan! Dasar kau monster! Lepaskan aku!" gadis itu berontak sebisanya. Menendang tangan Elderick dengan kuat dan dia berhasil melepaskan jerat dikakinya, kemudian berlari.
"Ar-aar-ggh!" Chyara kesulitan bernafas. Dia merasa leher seperti tercekik.
Elderick menggerakkan matanya membuat tubuh Chyara mengambang di udara. Mencekik leher gadis itu hanya dengan tatapan mematikannya.
"El, hentikan dia bisa terbunu!" Lisbeth memukul pundak Elderick menekan emosinya.
Bruk! Tubuh Chyara terhempas di rumput. Gadis itu memegangi lehernya. Menghirup kembali udara yang sempat hilang beberapa detik lalu. Nyawanya hampir saja melayang.
"Kau tidak apa-apa, kakak ipar?" Anna menghampiri gadis itu dan memapah tubuhnya. Tubuh gadis itu bergetar hebat. Dia, memindai semua keluarga Balian yang ada dihadapannya.
"Kemarilah!!" teriak Elderick menggema.
"Tahan emosimu, nak. Dia hanya makhluk fana!" Albert mengingatkan putra tertuanya agak tak salah langkah.
"Tidak, aku tidak mau. Kau monster!" sahut Chyara dengan gelengan kuat dari kepalanya. Dia, masih saja menyebut laki-laki dihadapannya monster. Dan ah, dia pun berpikir kalau keluarga dihadapannya pun bukanlah manusia.
__ADS_1
"Kau tuli hah! Aku bilang kemari!!" suara Elderick makin menggelegar.
"Pergilah kakak ipar, kakak-ku tidak akan melukaimu!" bujuk Anna.
"Ti-tidak mau!" Elderick makin mendelik.
"Kemarilah sayang, ibu yakin El tidak akan melukaimu!" Lisbeth memberikan angin kesejukan surga pada Chyara.
Menghipnotisnya sesaat.
Perlahan gadis itu menggerakkan kakinya berjalan menghampiri Elderick. Elderick langsung menarik Chyara ke dalam pelukannya.
"Ayo pulang!" ucapnya berubah lembut menarik tubuh Chyara dalam pelukannya lebih dalam. Mereka melesat lebih dulu kembali pada mansion Elderick.
Chyara merasakan tubuhnya melayang dalam dekapan kuat Elderick. Laki-laki itu menjaga Chyara agar tak merasakan takut saat melihat tempat-tempat yang mereka lompati. Elderick di ikuti para Balian mendarat di halaman mansion Balian.
"Karena Chyara sudah kembali kami pamit dulu," ucap Lisbeth. Lisberth tak ingin mencampuri terlalu jauh urusan pribadi putranya. Dia yakin putranya tak akan pernah tega menyakiti gadis itu lagi.
Chyara menarik tangan Lisbeth enggan di tinggalkan, "Tolong aku, aku tidak mau disini. Aku mau kembali ke
__ADS_1
rumahku. Aku tidak mau dengan monster gila itu," renggek Chyara.
"Kau!" El menyela.
"Sstttt, diam El," Lisbeth menyentuh kedua pipi Chyara memberikan tatapannya yang hangat.
"Kau jangan khawatir sayang, dia itu terlalu mencintai-mu. Makanya dia bersikap terlalu protek seperti tadi. Percayalah dia tidak akan melukaimu lagi!" ucap Lisbeth menenangkan Chyara. Memberikannya pelukan lalu mereka semua menghilang dari pandangan Chyara.
"Ayo!" Elderick menarik tangan Chyara yang tidak mau bergerak.
"Arghh!" Elderick mengangkat tubuh Chyara membawanya masuk ke dalam kamar mandi.
Elderick mengukur suhu air di dalam bathrob setelah merasa yakin suhunya pas. Srek! Srek! Baju yang di kenakan Chyara sudah terjatuh di lantai. Dia membopong tubuh Chyara dan memasukkan ke dalamnya.
Tak berapa lama El pun melepaskan semua yang dikenakannya. Bergabung masuk ke dalam bathrob dan memeluk Chyara dari belakang.
"Masih sakit?" Chyara mengangguk saat rambutnya disibak dan lehernya disentuh Elderick.
Cup! kecupan lolos di leher Chyara. Dia berbalik, menatap wajah Elderick yang terlihat begitu sedih.
__ADS_1
"Ka-kau, kenapa?" Chyara bertanya. Kedua tangannya memberanikan diri menyentuh pipi Elderick.
Pluk! Dagu Elderick jatuh di pundak Chyara, "Maaf, maafkan aku. Aku sungguh tak bermaksud melukaimu. Aku hanya ingin kau tetap disini dan tak meninggalkan-ku," suara Elderick lirih seperti berbisik di telinga gadis itu.