
Hati Chyara terenyuh. Dia bahkan tak bisa menahan dirinya ketika matanya melihat wajah tampan El. Ya, dia mulai tergoda dan luluh oleh ketampanan Elderick.
"Aku hanya ingin kembali ke rumah, aku tidak mau di sini, El." Gadis itu tetap berusaha bernegosiasi.
Blash!Elderick mencengkram kedua lengan Chyara, "sudah aku bilang, kau tidak boleh pergi dari sini!" hardiknya tersulut kembali emosi.
"Akh, sa-sakit, El. A-aku tidak akan meninggalkan-mu. Aku hanya ingin kembali dengan rutinitas ku, pekerjaan ku. Aku hanya meminta itu. Disini aku bahkan tak mengenal siapapun. Aku pasti akan bosan jika kau mengurungku terus seperti ini," protes Chyara. Bagaimana pun caranya dia harus bisa pergi dari tempat itu.
"Jangan bahas, aku tidak ingin membahas masalah ini lagi." El memalingkan wajahnya.
"El," rengeknya.
"Tidak! Kau ini sudah menjadi milikku. Aku tidak akan membiarkan-mu berkeliaran di jalanan," tegasnya.
Chyara melepaskan sentuhan pada pipi Elderick. Dia memalingkan wajah. Beranjak berdiri dari bathrob meraih handuk dan keluar dari kamar mandi.
Dia berdiri di depan cermin. Melihat kembali tubuhnya yang masih penuh dengan lebam dan tanda-tanda yang di tinggalkan laki-laki itu. Masih terasa nyeri saat dia sentuh.
"Kemarilah!" El memanggil Chyara setelah dia merapikan dirinya. Menepuk tangannya agar Chyara duduk di pinggir ranjang bersama dengannya.
Chyara tak menghiraukan. Berbalik acuh pada El dan mengenakan pakaiannya berjalan keluar kamar El.
Manusia benar-benar merepotkan! Elderick mengikuti Chyara yang tak menghiraukannya, "Aku lapar, apa ada makanan?" Chyara mengedarkan matanya pada meja makan yang kosong melompong.
__ADS_1
"Tunggu sebentar nona, saya akan menyuruh pelayan menyiapkannya untuk anda," sahut Mark.
" Uhm," Chyara menaruh kepalanya di meja makan. Tak ingin menoleh walaupun El sudah duduk disampingnya.
"Hei monyet, kau masih marah padaku!”
"Arghh! Sudah aku bilang jan-gan," sontak wajah Chyara terkejut saat di berbalik Elderick sudah menaruh kepalanya di meja dan menatapnya.
"Kau!!" Chyara tergelincir hampir terjatuh dari kursinya kalau Elderick tidak segera menariknya.
"Turunkan aku!" ucap Chyara meronta di pangkuan El.
"Ssstttt," El menaruh telunjuknya di bibir Chyara.
"Hidangan sudah siap Nona," suara Mark mengalihkan perhatian Chyara.
"Sungguh aku boleh pulang?" Chyara mempertegas agar Elderick tak mengingkari ucapannya.
"Uhm!"
"Terima kasih!" Satu kecupan mendarat di pipi Elderick.
"Kau sedang menggodaku?" ledek Elderick.
__ADS_1
"Cih, kau ini selalu saja mencari kesempatan," Chyara membalikkan tubuhnya mengambil salah satu hidangan dan mulai memakannya, "Uhm, ini enak sekali," Chyara berkomentar sambil menikmati makanannya.
"Koki akan membuatnya setiap hari kalau kau menyukainya." Chyara membelalakan matanya. Dia tak ingin keputusan yang baru diambil Elderick berubah kembali.
"Ah, tidak usah. Setelah kembali aku akan memakan makanan sesuai dengan budget yang kumiliki," sahut Chyara dengan nada riang membayangkan akan segera kembali pada rutinitasnya.
"Aku akan menyuruh koki mengantarnya setiap hari, jadi kau tidak perlu memikirkan apapun untuk isi perutmu. Yang penting kamu makan yang banyak. Saat aku haus dan lapar tubuhmu sudah siap aku gunakan!" Sontak raut wajah Chyara berubah merenggut. bisa-bisa di saat Chyara menikmati makanan Elderick membahas hal yang tak ingin dia dengar dan lakukan.
"Kau membuatku tak selera!" Chyara meletakkan sendok perutnya tiba-tiba kenyang saat mendengar ucapan El barusan.
"Aku bercanda sayang. Ayo makannya di habiskan!" El membujuk Chyara yang memalingkan wajah sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Aku kenyang, ayo antarkan aku pulang saja!" Chyara berajak dari pangkuanan El.
"Hei!" El menarik tangan Chyara.
"Aku sudah kenyang El," Elderick berdiri menarik tangan Chyara keluar bersamanya.
Eh, tumben dia tidak memaksaku lagi. Chyara tersenyum mengikuti langsung Elderick masuk ke dalam mobilnya.
"El," Chyara yang sudah berada dalam pelukannya.
"Uhm," El mengusap dan menciumi rambut Chyara.
__ADS_1
"Berikan ponselku!" pinta Chyara.
"Memohonlah dengan benar," sahut El sambil tersenyum menunggu reaksi dari Chyara.